Main Article Content

Abstract

Reksadana adalah media yang digunakan untuk mengumpulkan uang dari investor dan kemudian diinvestasikan dalam bentuk portofolio oleh manajer investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja manajer investasi reksadana syariah dengan menganalisis securities selection skill dan market timing ability berdasarkan model TreynorMazuy dan Henriksson-Merton. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nilai Aktiva Bersih, Sertifikat Bank Indonesia dan Jakarta Islamic Index. Populasi dalam penelitian ini adalah sembilan puluh tiga reksadana. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah tiga belas reksadana syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari 2014 hingga 2016. Penelitian ini menggunakan metode regresi yang diolah dengan menggunakan Eviews 7.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Sharpe Ratio mengindikasikan bahwa dari tiga belas reksadana, hanya ada empat reksadana yang berkinerja baik sementara sembilan reksadana lainnya berkinerja buruk. Hasil berdasarkan model Treynor-Mazuy dan Henriksson-Merton mengindikasikan bahwa manajer investasi tidak memiliki securities selection skill dan market timing ability. Secara umum, temuan tersebut menunjukkan bahwa manajer investasi reksadana tidak memiliki kemampuan untuk memilih aset dari portofolio yang diharapkan untuk memberikan return dan tidak memiliki kemampuan untuk mengambil kebijakan yang tepat untuk membeli atau menjual sekuritas tertentu. Disarankan agar Otoritas Jasa Keuangan harus mengadakan pelatihan berkelanjutan untuk manajer investasi dan harus mengeluarkan sertifikasi baru khusus untuk manajer investasi dengan meningkatkan standar kompetensi.

Keywords

Kinerja Dana Ekuitas Market Timing Ability Security Selection Skill

Article Details

References

Read More