Main Article Content

Abstract

Abstract


This study aims to explore the deep meaning of profits seen from rural transport drivers’ point of view in Kamal, Bangkalan-Madura. This study uses qualitative research with transcendental phenomenology methods. The results indicate that profits as material are used to support the family needs and the cost of public transportation itself. Meanwhile, For the profits that are interpreted as a non-material form, namely inner satisfaction profits where they can help people who need transportation and spiritual profits by applying “flexible” cost. In spite of feeling anxiousness about their, they believe that will get more than what he gives to others.


 


Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk menggali kesadaran dua informan secara mendalam mengenai makna keuntungan yang dilihat dari sudut pandang sopir angkutan pedesaan di Kecamatan Kamal, Bangkalan Madura. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi transcendental. Hasil penelitian menunjukkan keuntungan dimaknai sebagai bentuk materi digunakan untuk menghidupi keluarganya serta biaya angkutan pedesaan itu sendiri. Keuntungan dimaknai sebagai bentuk non materi yaitu keuntungan kepuasan batin dengan merasa bahagia membantu para masyarakat yang membutuhkan transportasi dan keuntungan spiritual dengan menerapkan tarif “fleksibel” dan tidak pernah merasa rugi membantu setiap penumpangnya, beliau akan mendapatkan rezeki yang lebih dari apa yang diberikannya kepada orang lain

Keywords

Profits Rural Transportation Driver Phenomenology

Article Details

References

  1. Akbarwati, E. & Ariastita, P. G. (2013). Revitalisasi Kawasan Pelabuhan Di Madura. Jurnal Teknik POMITS. Vol.2, No.2 ISSN: 2337-3539.
  2. Aminah, A. N. 2017. Kendaraan Meumpuk di Pelabuhan Kamal. www.republika.co.id/berita/ramadhan/info-mudik/17/06/25/os42ie384-kendaraan-menum -puk-di-pelabuhan-kamal. Diakses tanggal 7 April 2018.
  3. Asiyah, A., Ananta, W. T., dan Nyoman, T. H. (2017). Analisis Makna Keuntungan Menurut Pedagang Kaki Lima di Sepanjang Jalan Ahmad Yani Singaraja. e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha. Vol. 7 No. 1.
  4. Basri, A. 2017. ASDP Rugi Rp 150 Juta Saban Bulan. https://www.jawapos.com/radarmadura/read/2017/10/02/16777/asdprugi-rp-150-juta-saban-bulan. Diakses tanggal 7 April 2018.
  5. Bisri, M. 2010. Nama Mohammad Noer Diusulkan Jadi Pengganti Nama Jembatan Suramadu. https://nasional.tempo.co/read/241161/nama-mohammad-noer-diusulkan-jadi-pengganti-nama-jem batan-suramadu. Diakses tanggal 24 Maret 2018.
  6. Darmini, S. (penerjemah). (2011). Bisnis The Key Concepts. Jakarta: Rajawali Pers.
  7. Ekasari, K. (2014). Hermeneutika Laba Dalam Perspektif Islam. Jurnal Akuntansi Multiparadigma. Volume 5 Nomor 1. Halaman 1-169
  8. Farhan, A. (2016). Hermeneutika Romantik Schleiermacher Mengenai Laba Dalam Muqaddimah Ibnu Khaldun. Jurnal Akuntansi Multiparadigma. Volume 7 Nomor 1. Halaman 1-155.
  9. Ikatan Akuntansi Indonesia. (2002). Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta.
  10. Kamayanti, A. (2016). Metode Penelitian Kualitatif Akuntansi : Pengantar Regiolitas Keilmuan. Jakarta. Yayasan Rumah Peneleh.
  11. Kusnadi. (2000). Akuntansi Keuangan Menengah (Intermediate) (Prinsip, Prosedur, dan Metode). Malang. Universitas Brawijaya.
  12. Mursy, A. L. dan Rosidi. (2013). Sentuhan Rasa Di Balik Makna Laba. Jurnal Akuntansi Multiparadigma Volume 4 Nomor 2. Halaman 165-329.
  13. Menteri Perhubungan Nomor KM. 35 Tahun 2003 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum Menteri Perhubungan.
  14. Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
  15. Sari, D. P. 2014. Apa Makna “Keuntungan” Bagi Profesi Dokter?. Jurnal Akuntansi Multiparadigma. Volume 5, Nomor 1, April 2014.
  16. Subiyantoro, E., dan Iwan, T. (2004). Laba Humanis Tafsir atas Konsep Laba dengan Pendekatan Hermeneutika. Malang: Bayumedia Publishing.
  17. Suwardjono. (2014). Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Edisi ketiga. Yogyakarta: BPFE.
  18. Ubaidillah, A., Mulyani, S., dan Dwi, E. E. (2013). Makna Keuntungan Bagi Pedagang Kaki Lima (Studi pada Pedagang Kaki Lima di Bangsri Jepara). Jurnal Akuntansi & Investasi Vol. 14 No. 1, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan