PENGARUH INJEKSI NAPHTA OFF TERHADAP CATALYTIC NAPHTA DI REGENERATOR-REAKTOR RFCCU (RESIDUAL FLUIDIZED CATALYTIC CRACKING UNIT)

Authors

  • Mery Cristina Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Windi Zamrudy Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Hery A. Mufti Pertamina RU IIII, Jalan Beringin I, Plaju 30967, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v8i3.397

Keywords:

catalytic naphta, naphta off, octane number, %yield catalytic naphta

Abstract

Naphta off di CDU (Crude Distillation Unit) VI PT. Pertamina RU III Plaju-Palembang mengalami penumpukan,  sehingga perlu adanya pengolahan kembali untuk meningkatkan nilai jualnya. PT. Pertamina RU III Plaju Palembang berusaha untuk mengelola produk yang tidak memenuhi spesifikasi atau memiliki nilai jual rendah  menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan  naphta off sebagai bahan injeksi di MTC (Mixed Temperature Control) yang merupakan bagian dari RFCCU  (Residiual Fluidized Catalytic Cracking Unit). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh laju alir  injeksi naphta off terhadap %yield dan Octane Number (ON) produk catalytic naphta di RFCCU (Residual  Fluidizied Catalytic Cracking Unit), serta melakukan perhitungan kebutuhan panas dari regenerator-reaktor pada  kondisi %yield dan ON catalytic naphta optimum. Variabel bebas yang digunakan adalah laju alir injeksi naphta  off, yakni 0; 24,42; 89,73; 96,13; 96,46; 97,1; 101,19 (Ton/Day). Dari hasil penelitian diketahui, semakin banyak  laju alir naphta off yang diijeksikan, maka %yield catalytic naphta cenderung meningkat, namun pengaruhnya  pada ON mengalami penurunan. % Yield catalytic naphta tertinggi (54,51%) diperoleh pada laju alir 97,1 T/D.  Pada laju alir naphta off tersebut juga menghasilkan ON catalytic naphta sebesar 91, yang masih memenuhi  batas minimal standar Pertamina RU III (≥ 91). Kondisi operasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk  catalytic naphta optimal %yield (54,51 %) dan ON (91) adalah pada suhu reaktor 502,36°C dan suhu regenerator 661°C, dengan kebutuhan panas regenerator-reaktor sebesar 470,38 BTU/lb feed.

References

Suwarno, Ringkasan Unit Unit CD&L. Palembang: Pertamina Refinery Unit III, 2009.

Anonim, Residual Fluidized Catalytic Cracking Unit. Palembang: Pertamina Refinery Unit III, 2005.

N. Assauri, "Optimasi Yield Catallytic Naphta denga Pengaturan Catalyst to Oil Ratio pada Reaktor (FC D-1) RFCCU PT. ZZ". Prosiding Seminar Nasional Teknologi Energi dan Mineral 2021, hal. 503-508, 2021, https://doi.org/10.53026/sntem.v1i2

T. A. Ilhami, A. Takwanto, dan R. M. Kusuma, “Evaluasi Kinerja Kolom Fraksinasi C-1 Di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak Dan Gas Bumi (Ppsdm Migas) Cepu,” Distilat J. Teknol. Separasi, vol. 7, no. 2, hal. 297–301, 2021, doi: 10.33795/distilat.v7i2.256.

Anonim, Process Engineering: Process Calculations for Reactor and Regenator. America: UOP (Universal Oil Products) A Honeywell Company, 1993.

R. Sadeghbeigi, Fluidized Catalytic Cracking Handbook-Second Edition. America: Gulf Publishing Company, 2000.

Y. Ramadhani, "Pengamatan Kondisi Operator Reaktor dan Regenerator di RFCCU PT Pertamina (Persero) RU III Plaju-Sungai Gerong", Alkimia J. Ilmu Kimia dan Terapan, vol.2, no.2, hal. 29-33, 2019, https://doi.org/10.19109/alkimia.v3i1.3141

Downloads

Published

2022-09-30

How to Cite

Cristina, M. ., Zamrudy, W. ., & Mufti, H. A. . (2022). PENGARUH INJEKSI NAPHTA OFF TERHADAP CATALYTIC NAPHTA DI REGENERATOR-REAKTOR RFCCU (RESIDUAL FLUIDIZED CATALYTIC CRACKING UNIT). DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 8(3), 614–620. https://doi.org/10.33795/distilat.v8i3.397