STUDI PENGARUH INJEKSI MEG TERHADAP %MASS OF RICH MEG DAN HYDRATE FORMATION TEMPERATURE PADA GAS PROCESS MENGGUNAKAN SIMULASI HYSYS V12

Authors

  • Imelda Nur Aqnivia Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Cucuk Evi Lusiani Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Khalimatus Sa’diyah Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Eko Noersoesanto Premier Oil Natuna Sea BV, Jl. TB Simatupang No. 2, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12190, Indonesia
  • Bonifasius K. Noviarto Premier Oil Natuna Sea BV, Jl. TB Simatupang No. 2, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12190, Indonesia
  • Pandega I. Uzlah Premier Oil Natuna Sea BV, Jl. TB Simatupang No. 2, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12190, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v8i3.414

Keywords:

DPCU, gas alam, Hysys, MEG, pembentukan hydrate

Abstract

Unit pengolahan gas alam seperti Dew Point Control Unit (DPCU) dirancang untuk mengurangi senyawa pengotor seperti uap air, hidrokarbon berat, CO2, senyawa BTEX (Benzene-Toluene-Ethylbenzene-Xylene), senyawa sulfur, dll. Pengotor tersebut dapat dihilangkan melalui proses  pendinginan gas alam pada suhu rendah untuk mengembunkan senyawa impurities sehingga dapat dipisahkan dari gas metana. Namun permasalahan yang sering dihadapi di lapangan adalah ketika  suhu operasi diturunkan serendah mungkin pada tekanan tinggi dapat menyebabkan terbentuknya  metana hydrate di DPCU. Untuk mencegah terbentuknya hydrate di Gajah Baru Central Process Platform dilakukan injeksi MEG (Mono-ethylene Glycol). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh injeksi MEG terhadap %mass of rich MEG dan hydrate formation temperature dari gas  process dengan low molecular weight (16,54 lb/mol) dan low water content (0,0056 fraksi mol). Dalam praktiknya, simulasi ini dilakukan menggunakan software Hysys V12 dengan model  termodinamika yaitu Peng-Robinson. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah volumetric  rate dari MEG (dari 0 hingga 13,5 USGPM), molar flow rate dari gas process (72,5 dan 235 MMSCFD), serta tekanan dari Low Pressure Compressor (500 dan 660 psig) pada suhu operasi di Low  Temperature Separator (LTS) sebesar 40o˚F. Hasil simulasi menunjukkan bahwa injeksi MEG dapat  mengurangi pembentukan hydrate di gas process yang dibuktikan dengan semakin tinggi molar flow  rate dari gas process menyebabkan nilai %mass of rich MEG semakin meningkat (39,33% pada 660 psi dan 34,56% pada 500 psi). Tingginya nilai %mass of rich MEG menyebabkan nilai hydrate formation temperature menjadi semakin rendah (seperti yang terjadi pada Case A = 24,5348o˚F dan Case D = 23,9904o˚F).

References

H. Linarta, T. Audia, dan C. Sindhuwati, “Estimasi Temperatur Condenser Reflux (136 H09) Pada Regeneration Unit Untuk Penghematan Konsumsi TEG,” Distilat J. Teknol. Separasi, vol. 7, no. 9, hal. 95–103, 2021.

R. Salamat, “Choose The Right Gas Dehydration Method and Optimize Your Design,” Soc. Pet. Eng. - Int. Pet. Technol. Conf. 2009, IPTC 2009, vol. 2, hal. 775–793, Des 2009, doi: 10.2523/IPTC-13321-MS.

M. Hidayat, D. T. Hartanto, M. M. Azis, dan S. Sutijan, “Studi Penambahan Etilen Glikol dalam Menghambat Pembentukan Metana Hidrat pada Proses Pemurnian Gas Alam,” J. Rekayasa Proses, vol. 14, no. 2, hal. 198, 2020, doi: 10.22146/jrekpros.59871.

E.D Sloan dan C.A Koh, "Clathrate Hydrates of Natural Gases 3rd Edition," CRC Press— Taylor and Francis Group LLC, Boca Raton, FL. - References - Scientific Research Publishing,2008,https://www.scirp.org/reference/ReferencesPapers.aspx?ReferenceI D=2447070 (diakses Feb 28, 2022).

R. Chebbi, M. Qasim, dan N. Abdel Jabbar, “Optimization of triethylene glycol dehydration of natural gas,” Energy Reports, vol. 5, hal. 723–732, 2019, doi: 10.1016/j.egyr.2019.06.014.

M. D. Darmawan dan Ariani, “Simulasi Pengaruh Suhu Lean Glycol Pada Proses Gas Dehydration Unit Di Industri Gas Alam,” Distilat J. Teknol. Separasi, vol. 6, no. 9, hal. 158–163, 2020.

C. I. C. Anyadiegwu, A. Kerunwa, dan P. Oviawele, “Natural gas dehydration using Triethylene Glycol (TEG),” Pet. Coal, vol. 56, no. 4, hal. 407–417, 2014.

A. J. Kidnay, A. J. Kidnay, W. R. Parrish, dan D. G. McCartney, “Fundamentals of Natural Gas Processing,” Fundam. Nat. Gas Process., 2011, doi: 10.1201/b14397.

S.H Sutrisno dan A. Chalim, “Studi Literatur Koefisien Perpindahan Panas Total Shell And Tube Tipe 1-1 Sistem Fluida Larutan Etilen Glikol Dan Larutan Glikol,” Distilat J. Teknol. Separasi, vol. 6, no. 2, hal. 499–503, 2020, doi: 10.33795/distilat.v6i2.142. [10] G. M. N. Costa, S. G. Cardoso, R. O. Soares, G. L. Santana, dan S. A. B. Vieira De Melo, “Modeling high pressure vapor-liquid equilibrium of ternary systems containing supercritical CO2 and mixed organic solvents using Peng-Robinson equation of state,” J. Supercrit. Fluids, vol. 93, hal. 82–90, 2014, doi: 10.1016/j.supflu.2014.04.016.

K. Haryani, A.A Adiwijaya, W.W Darmanto, dan Suryanto, “Analisa Sensitivitas TEG Dehdration System plant Pulau Gading Job Pertamina - Talisman Jambimerang,” J. Rekayasa Mesin, no. Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017, hal. 41– 50, 2017, [Daring]. Tersedia pada: https://jurnal.polines.ac.id/index.php/rekayasa/article/view/1050.

Downloads

Published

2022-09-30

How to Cite

Aqnivia, I. N. ., Lusiani, C. E. ., Sa’diyah, K., Noersoesanto, E., Noviarto, B. . K. ., & Uzlah, P. I. (2022). STUDI PENGARUH INJEKSI MEG TERHADAP %MASS OF RICH MEG DAN HYDRATE FORMATION TEMPERATURE PADA GAS PROCESS MENGGUNAKAN SIMULASI HYSYS V12. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 8(3), 469–479. https://doi.org/10.33795/distilat.v8i3.414