OPTIMASI SUBSTITUSI FABA TERHADAP TANAH LIAT MENGGUNAKAN PERHITUNGAN RAW MIX DESIGN

Authors

  • Widyaiswara Nirmala Wulandari Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Rucita Ramadhana Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Andris Syahrul Risyat PT Semen Gresik Pabrik Rembang Desa Kajar Gunem, Kabupaten Rembang 59263, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v11i4.7169

Keywords:

Faba, Industri Semen, Substitusi Tanah Liat, Raw Mix Design, Bahan Korektif

Abstract

PT Semen Gresik merupakan industri yang berperan untuk memenuhi kebutuhan semen dalam negeri pada pembangunan infrastruktur. Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang termasuk dalam kategori limbah berbahaya merupakan salah satu limbah yang dihasilkan. FABA dimanfaatkan kembali menjadi bahan alternatif yang dapat menggantikan tanah liat. Pemanfaatan FABA sebagai bahan alternatif pengganti tanah liat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah berbahaya, menekan biaya produksi dan juga dapat meminimalisir dampak dari aktivitas pertambangan. Namun, penggunaan FABA dapat mengubah komposisi produk semen sehingga tanpa pengaturan yang tepat justru berpotensi menimbulkan masalah baru. Untuk itu, diperlukan bahan korektif yang merupakan material tambahan untuk menyesuaikan komposisi kimia dan fisika bahan baku agar memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Penelitian ini menjadi penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan FABA dalam menggantikan tanah liat tanpa mengorbankan kualitas produk akhirnya. Parameter kualitas yang digunakan mengacu pada standar laboratorium PT Semen Gresik melalui perhitungan raw mix design. Dalam penelitian ini, dilakukan uji substitusi FABA dengan variasi  50%, 75%, dan 100% (%wt). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi FABA sebesar 75% (%wt) paling optimal, dengan komposisi bahan korektif berupa batu kapur high grade sebesar 14,33% (%wt), pasir besi 1,66% (%wt), dan pasir silika 6,28% (%wt). Komposisi bahan baku ini menghasilkan nilai LSF sebesar 100,09, SIM 2,35, dan ALM 1,72. Nilai-nilai tersebut berada dalam rentang standar produksi klinker, sehingga dapat disimpulkan bahwa substitusi FABA sebesar 75% (%wt) mampu menghasilkan raw mix design yang sesuai dengan spesifikasi teknis untuk pembuatan semen.

References

G. Marino dan Y. D. Setiyarto, “Penggunaan Tanah Liat Untuk Mengurangi Jumlah Semen pada Beton Geopolimer,” CRANE: Civil Engineering Research Journal, vol. 1, no. 2, hlm. 82–88, Okt 2020, [Daring]. Tersedia pada: https://ojs.unikom.ac.id/index.php/crane82GinoMarino/CRANE/2020

M. I. Alfiros dan Z. Kamil, “Perbaikan Tanah Lempung Lunak dengan Penambahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA),” Universitas Islam Sultan Agung, 2024.

L. Khasanah dan A. Budiono, “Pengaruh Penambahan FABA Terhadap Sifat Fisik dan Derajat Keasaman (pH) Kompos,” Teknologi Separasi, vol. 8, no. 3, hlm. 460–468, 2022, doi: https://doi.org/10.33795/distilat.v11i1.6893.

S. A. Mohammed dkk., “A Review of the Utilization of Coal Bottom Ash (CBA) in the Construction Industry,” 2 Juli 2021, MDPI AG. doi: 10.3390/su13148031.

V. Ansari dan E. Prianto, “Ciptakan Rumah Ramah Lingkungan dengan Material Dinding Limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA),” 2021.

M. Asof, S. Arita, Mukiat, Luthfia, W. Andalia, dan M. Naswir, “Analisis Karakteristik, Potensi dan Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash PLTU Industri Pupuk,” Jurnal Teknik Kimia, vol. 28, no. 1, hlm. 2721–4885, Des 2022, doi: 10.36706/jtk.v28i1.977.

A. Susilowati dan T. Oktaviana, “Pengaruh Variasi Bottom Ash terhadap Sifat Fisik dan Sifat Mekanik pada Mortar Semen,” Jurnal Teknik Sipil, vol. 07, no. 03, hlm. 163–171, 2021, doi: 10.26760/rekaracana.

Indonesia, “Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun,” 1999

T. Indriyati, A. Malik, dan Y. Alwinda, “Kajian Pengaruh Pemanfaatan Limbah FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) pada Konstruksi Lapisan Base Perkerasan Jalan,” Jurnal Teknik, vol. 13, hlm. 112–119, Okt 2019.

D. Aurora Fajarwati, P. Lepong, dan A. Alamsyah, “Analisis Potensi Swabakar (Self-Combustion) Berdasarkan Data Proksimat pada Batubara PT. Geoservices Samarinda,” Jurnal Geosains Kutai Basin, vol. 5, 2022.

I. W. Suarnita, “Kuat Tekan Beton dengan Aditif Fly Ash Ex. PLTU Mpanau Tavaeli,” SMARTek, vol. 9, no. 1, hlm. 1–10, Feb 2011.

N. Sry Putri dkk., “Pengujian X-Ray Fluorescence Terhadap Kandungan Mineral Logam Pada Endapan Sedimen di Sungai Amamapare Kabupaten Mimika, Papua Tengah,” Jurnal Teknik AMATA, vol. 04, no. 1, 2023.

R. Azizah, “Penggunaan Crude Oil Contaminated Soil Sebagai Bahan Tambahan Clay di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.,” Politeknik ATI Makassar, Makassar, 2018.

F. Alemayehu, “Minimization of Variation in Clinker Quality,” Advances in Materials, vol. 2, no. 2, hlm. 23, 2013, doi: 10.11648/j.am.20130202.12.

N. Dahliar, S. Widodo, dan A. Tonggiroh, “Pengaruh Komposisi Ash Batubara Terhadap Kualitas Klinker Portland Cement pada PT. Semen Tonasa Unit III,” GEOSAINS, vol. 10, no. 2, hlm. 58–67, 2014.

H. F. W. Taylor, Cement chemistry, 2 ed. London: Thomas Telford, 1997.

A. J. Galenica, “Optimasi Perhitungan Lime Saturated Factor pada Raw Mill Berdasarkan Kadar CaO dan TOC,” Jurnal Eksakta Kebumian, vol. 1, no. 1, hlm. 21–25, Nov 2020, doi: 10.25105/jek.v1i1.7879.

R. Rimadhina, J. Arsadha, A. Jannah, Robiansyah, dan Safaruddin, “Analisa Mineral Klinker Terhadap Kuat Tekan Awal Semen dan Pengaruh Penurunan Faktor Klinker Terhadap Parameter Kualitas Klinker,” Applicable Innovation of Engineering and Science Research (AVoER), vol. 14, no. 1, hlm. 159–165, Okt 2022.

R. Fitriyanti dan M. Fatimura, “Aplikasi Produksi Bersih pada PT Semen Gresik,” vol. 3, no. 1, Jun 2019.

D. Purnama, R. M. Yudha Permana, dan V. N. Garjati, “Analisa Pengaruh Variasi Kandungan Magnesium Oksida terhadap Nilai Ekspansi Semen,” Seminar Nasional Inovasi Vokasi, vol. 1, no. 1, hlm. 271–281, 2022.

Additional Files

Published

2025-12-31

How to Cite

Wulandari, W. N., Ramadhana, R., & Risyat, A. S. (2025). OPTIMASI SUBSTITUSI FABA TERHADAP TANAH LIAT MENGGUNAKAN PERHITUNGAN RAW MIX DESIGN. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 11(4), 743–752. https://doi.org/10.33795/distilat.v11i4.7169