EVALUASI KINERJA ELEKTRODEIONISASI (EDI) DALAM MENURUNKAN KADAR KONDUKTIVITAS DAN SILIKAT PADA WATER TREATMENT PLANT INDUSTRI FARMASI

Authors

  • Ata Khusnaya Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No.9, Malang 65141, Indonesia
  • Khalimatus Sa'diyah Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v11i4.7273

Keywords:

Elektrodeionisasi (EDI), Konduktivitas, Purified Water, Silikat, Water Trestment Plant

Abstract

Kualitas air sangat penting dalam industri farmasi, terutama dalam produksi Purified Water (PW) yang harus memenuhi standar baku mutu. Salah satu teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas air adalah Sistem Elektrodeionisasi (EDI), berfungsi menurunkan kadar konduktivitas dan silikat yang mempengaruhi kualitas air dan kinerja peralatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja EDI dalam menurunkan kadar konduktivitas dan silikat pada Water Treatment Plant industri farmasi, serta mengukur efisiensi sistem dalam mencapai standar kualitas. Data sekunder mengenai konduktivitas dan silikat pada aliran inlet dan outlet EDI bulan Januari 2024 dikumpulkan dan dianalisis menggunakan grafik tren untuk melihat fluktuasi serta memastikan kualitas air sesuai standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Analisis diperkuat dengan uji statistik One-Way ANOVA untuk menguji adanya perbedaan signifikan antara kedua aliran tersebut.  Hasil analisis menunjukkan sistem EDI telah mampu menurunkan kadar konduktivitas dan silikat dengan efisiensi 89,2% dan 80,4%. Efisiensi ini menunjukkan EDI efektif dalam menghilangkan ion terlarut yang dapat menyebabkan kontaminasi produk dan risiko pembentukan kerak serta korosi pada peralatan. Hal ini didukung dengan hasil uji statistik ANOVA yang menunjukkan nilai F hitung lebih besar dari F tabel sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara aliran inlet dan outlet pada sistem EDI. Walaupun kinerja EDI tergolong baik, efisiensinya sedikit di bawah standar optimal sebesar 95%. Kondisi ini dipengaruhi oleh usia EDI sehingga menyebabkan penurunan kinerjanya. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pengawasan lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas air yang dihasilkan.

References

A. Hodin dan S. Rosimah, “Perencanaan Troubleshooting dan Jadwal Maintenance Mesin Remoin Multieffect Distiller PT . Sanbe Farma Unit 5,” Jurnal Tiarsie, vol. 21, no. 1, hal. 27–34, 2024.

R. Kartono dan Y. T. Basuki, “Strategic of applying free chemical usage in purified water system for pharmaceutical industry toward CPOB (cara pembuatan obat yang baik) indonesia to reducing environmental pollution,” EPJ Web of Conferences, vol. 68, hal. 1–7, 2014, doi: 10.1051/epjconf/20146800039.

D. Rahmawati dkk., “CPOB Sediaan Steril,” Calory Journal: Medical Labolatory Journal, vol. 2, no. 4, hal. 01–07, 2024, doi: 10.57213.

B. D. H. Pranoto, “Penilaian Risiko Pada Purified Water System (PWS) Menggunakan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dan Fuzzy Prioritization Di Perusahaan Farmasi PT XYZ,” Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2021.

D. Priambodo, S. Alimah, dan E. Dewita, “Studi Banding Sistem Demineralisasi Air Pada PLTN OPR 1000 dan AP 1000,” Jurnal Pengembangan Energi Nuklir, vol. 11, no. 2, hal. 83–91, 2019.

M. Wirani, “EDI Pure Water: Solusi Cerdas untuk Bisnis Industri Modern,” Artikel Indotara. Diakses: 1 Februari 2025. [Daring]. Tersedia pada: https://www.indotara.co.id/edi-pure-water-solusi-cerdas-untuk-bisnis-industri-modern&id=2637.html

Mardika M, “Elektrodialisis dalam Produksi Asam Organik,” Https://Www.Researchgate.Net/Publication/304486097, no. June, 2016.

A. K. Wardani, “Teknologi Deionisasi untuk Produksi Air Murni,” Researchgate, vol. 1, no. December, hal. 1–10, 2015, [Daring]. Tersedia pada: https://www.researchgate.net/profile/Anita_Wardani2/publication/287583732_Teknologi_Deionisasi_untuk_Produksi_Air_Murni/links/5677b97f08aebcdda0eb88af/Teknologi-Deionisasi-untuk-Produksi-Air-Murni.pdf

A. Amalia, M. Mirwan, dan M. S. Farid, “Pengaruh Kombinasi Pretreatment Adsorpsi-Ultrafiltrasi Dalam Menyisihkan Total Organic Carbon,” Jurnal Envirotek, vol. 11, no. 2, hal. 68–72, 2019, doi: 10.33005/envirotek.v11i2.3.

J. Wood, J. Gifford, J. Arba, dan M. Shaw, “Production of ultrapure water by continuous electrodeionization,” Desalination, vol. 250, no. 3, hal. 973–976, Jan 2010, doi: 10.1016/j.desal.2009.09.084.

A. Salsyabil, “Perkembangan Teknologi Deionisasi Air,” teknik kimia ITB, hal. 1–14, 2020.

J. Wang, S. Wang, dan M. Jin, “A study of the electrodeionization process — high-purity water production with a RO/EDI system,” Desalination, vol. 132, no. 1–3, hal. 349–352, Des 2000, doi: 10.1016/S0011-9164(00)00171-5.

P. L. Toruan, B. Margareta, A. Jumarni, S. S. Pratiwi, dan A. Atina, “PENGARUH TEMPERATUR AIR TERHADAP KONDUKTIVITAS DAN TOTAL DISSOLVED SOLID,” Jurnal Kumparan Fisika, vol. 6, no. 1, hal. 11–16, 2023, doi: 10.33369/jkf.6.1.11-16.

P. A. Ibrahim dan A. N. Fajri, “Analisa Laju Pertumbuhan Silica pada Pipa Air Kondensat Scrubber Unit 5 di Industri Geothermal,” Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, vol. 1, no. 4, hal. 285–295, 2020.

W. Volara dan R. S. Nasution, “Uji Kualitas Air Boiler Pada Proses Pengolahan Kelapa Sawit Di Pt. X,” Amina, vol. 3, no. 1, hal. 24–25, 2021.

N. L. Hanna, “Kelayakan Teknologi Desalinasi sebagai Alternatif Penyediaan Air Minum Kota Surabaya (Studi Kasus: 50 Liter per detik),” Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2016.

Additional Files

Published

2025-12-31

How to Cite

Khusnaya, A., & Sa’diyah, K. (2025). EVALUASI KINERJA ELEKTRODEIONISASI (EDI) DALAM MENURUNKAN KADAR KONDUKTIVITAS DAN SILIKAT PADA WATER TREATMENT PLANT INDUSTRI FARMASI. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 11(4), 697–709. https://doi.org/10.33795/distilat.v11i4.7273