PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES INDUSTRI KALIUM SULFAT DARI PENGOLAHAN SENYAWA SULFAT PADA AIR SUNGAI KALIPAIT BONDOWOSO

Authors

  • Agus Budi Santoso Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Hardjono Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Eko Naryono Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Khalimatus Sa'diyah Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Rosita Dwi Chrisnandari Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Ade Sonya Suryandari Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v11i4.7302

Keywords:

kalium sulfat, kapasitas produksi, pemilihan proses, pupuk, sungai kalipait

Abstract

Kebutuhan pupuk di Indonesia masih tergolong tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, yang berdampak pada  meningkatnya kebutuhan pangan nasional, sehingga diperlukan intensifikasi di sektor pertanian. Konsumsi pupuk nasional mencapai 4,47 juta ton pada tahun 2023. Salah satu pupuk yang banyak digunakan adalah kalium sulfat (K₂SO₄), namun produksi dalam negeri masih terbatas sehingga impor tetap mendominasi. Sungai Kalipait di Bondowoso, Jawa Timur menawarkan potensi sumber senyawa  sulfat yang besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal, dengan kandungan sulfat yang dapat diolah menjadi K₂SO₄. Kajian  ini bertujuan menentukan kapasitas produksi optimal serta memilih metode produksi paling efektif untuk mendirikan pabrik K₂SO₄ berbasis bahan baku lokal. Tahapan produksi melibatkan pre-treatment air Sungai Kalipait dan reaksi konversi dengan kalium klorida, dengan analisis terhadap teknologi seperti Mannheim furnace dan double decomposition untuk mendapatkan efisiensi maksimal dan dampak lingkungan minimal. Penentuan kapasitas produksi pabrik dilakukan dengan metode linier dan discounted, menggunakan data produksi, konsumsi, ekspor, impor, dan rata-rata tahunan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pabrik direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.533 ton per tahun. Diharapkan hasil dari kajian ini dapat mendukung pembangunan pabrik K₂SO₄ di Bondowoso pada 2027, memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2045 dalam bidang pertanian berkelanjutan.

References

PT Pupuk Indonesia (Persero), “Laporan Tahunan Annual Report Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan Forging A Sustainable Future,” 2023.

M. Dianawati, “Konsentrasi dan Waktu Aplikasi K2SO4 pada Produksi Benih Kentang (Solanum Tuberosum l.) G0,” Jurnal Kultivasi, vol. 17, 2018.

N. Apsari, F. Naafiumamah, dan B. Setiawan, “Pabrik Gypsum dari Kalsium Karbonat (CACO 3 ) dan Asam Sulfat (H2SO4 ) dengan Proses Sintesis” Departemen Teknik Kimia Industri, Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 2018.

N. N. Maritsa dan Z. Irfin, “Penentuan Kapasitas Produksi dan Seleksi Proses Pra Rancangan Pabrik Kimia Pembuatan Alpha Terpinel dari Terpentin,” DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, vol. 11, no. 1, hal. 191–200, 2025.

E. Baharudin Ardhi Wijaya dan A. Sonya Suryandari, “Seleksi Proses dan Penentuan Kapasitas Produksi Industri Sabun Cair Berbahan Baku Crude Palm Oil (CPO),” DISTILAT Jurnal Teknologi Separasi, vol. 2021, no. 2, hal. 127–132, 2021.

S. Dicky Ardiansyah dan A. Sonya Suryandari, “Seleksi Proses dan Penentuan Kapasitas Produksi Industri Sabun Cair Berbahan Baku Virgin Coconut Oil (VCO),” DISTILAT Jurnal Teknologi Separasi, vol. 2021, no. 2, hal. 139–146, 2021.

P. A. Samuelson dan W. D. Nordhaus, “Economics.”

S. I. Abu-Eishah, A. A. Bani-Kananeh, dan M. A. Allawzi, “K2SO4 Production Via The Double Decomposition Reaction of KCl and Phosphogypsum,” Chemical Engineering Journal, vol. 76, no. 3, hal. 197–207, 2000.

E. Königsberger dan G. Eriksson, “Simulation of Industrial Processes Involving Concentrated Aqueous Solutions,” J Solution Chem, vol. 28, no. 6, hal. 721–730, 1999.

C. Holdengraber, K. Tivon, S. Lampert, dan Maalot, “Process For Producing Potassium Sulfate From Potash and Sodium Sulfate” 2000.

Y. A. Mubarak, “Integrated Process for Potassium Sulfate and A Mixture of Ammonium Chloride/Potassium Sulfate Salts Production,” International Journal of Engineering and Technology(UAE), vol. 7, no. 1, hal. 185–197, 2018.

H. Schultz, G. Bauer, E. Schachl, F. Hagedorn, dan P. Schmittinger, “Potassium Compounds,” in Ullmann’s Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley, 2000.

Badan Pusat Statistik, Buletin Statistik Perdagangan Luar Negeri, vol. 12. 2023.

I. R. Yuliyanti dan K. Nisa, “Pembuatan Pupuk Kalium Sulfat (K2SO4) dari Natrium Sulfat (NA2SO4) dan Kalium Klorida (KCI) Dengan Proses Single Stage,” 2011.

R. El Putra, R. Nurdinsyah, G. Murdikaningrum, dan K. Kencanawati, “Pengaruh Suhu dan Waktu Terhadap Yield, Kemurnian Pupuk K2SO4 dari Abu Kulit Buah Kapuk dan Gipsum,” 2020.

Additional Files

Published

2025-12-31

How to Cite

Santoso, A. B., Hardjono, Naryono, E., Sa’diyah, K., Chrisnandari, R. D., & Suryandari, A. S. (2025). PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES INDUSTRI KALIUM SULFAT DARI PENGOLAHAN SENYAWA SULFAT PADA AIR SUNGAI KALIPAIT BONDOWOSO. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 11(4), 644–653. https://doi.org/10.33795/distilat.v11i4.7302