STUDI KINERJA TERMAL ROTARY DRYER PADA PROSES GRANULASI INSEKTISIDA DI INDUSTRI PESTISIDA DENGAN PENDEKATAN SIMULASI ASPEN PLUS

Authors

  • Setyo Rian Pambudi Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Heny Dewajani Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Ahmad Syofiyuddin Akmal Departemen Produksi, PT X Gresik, Jl. KIG Raya Utara No.5 Kav. O, Sekarsore, Roomo, Manyar, Gresik 61151, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v11i4.7773

Keywords:

rotary dryer, effisiensi, neraca massa, neraca energy, Aspen Plus

Abstract

Rotary dryer merupakan alat penting dalam proses granulasi insektisida di industri pestisida, terutama untuk menurunkan kadar air produk agar sesuai standar mutu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja termal rotary dryer pada unit produksi insekttisida dengan kapasitas 1,5 ton/jam melalui pendekatan neraca massa, neraca energi, dan simulasi Aspen Plus. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung di lapangan (data aktual) dengan mengamati kinerja alat saat beroperasi dalam periode tertentu. Tahapan penelitian meliputi pengambilan data, perhitungan neraca panas, serta evaluasi efisiensi alat sedangkan untuk simulasi pada Aspen Plus memasukan data lapangan, melakukan simulasi dengan memilih pallet rotary dryer pada Aspen Plus kemudian melihat hasil simulasi dan melakukan evaluasi efisiensi rotary dryer. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi suhu dan flowrate bahan, sedangkan untuk variable terikatnya adalah neraca massa dan neraca panas pada alat rotary dryer.  Efisiensi ditentukan dari perbandingan antara panas masuk dan panas keluar rotary dryer, hasilnya digunakan untuk menilai apakah rotary dryer telah beroperasi secara optimal. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan efisiensi pengeringan dan efisiensi panas menggunakan data aktual dan hasil simulasi. Dari hasil perhitungan manual, efisiensi pengeringan diperoleh sebesar 82,32% dan efisiensi panas sebesar 94,23%. Sedangkan hasil simulasi menunjukkan efisiensi pengeringan sebesar 85,68%.

References

L. P. Afisna, I. D. Denara, E. Pujiyulianto, dan V. F. Sanjaya, “Design and Simulation of

Rotary Dryer Frame Strenght using Finite Element Analysis,” Motiv. J. Mech. Electr. Ind.

Eng., vol. 4, no. 3, hal. 245–252, 2022.

A. Echeeri dan M. Maalmi, “Performance evaluation of a rotary dryer in both co-current

and counter-current configurations,” J. Therm. Eng., vol. 7, no. Supplement14, hal.

–1957, 2021, doi: 10.18186/THERMAL.1051277.

J. Han, Y. Choi, dan J. Kim, “Development of the Process Model and Optimal Drying

Conditions of Biomass Power Plants,” ACS Omega, vol. 5, no. 6, hal. 2811–2818, 2020.

H. Rezaei dan S. Sokhansanj, “A review on determining the residence time of solid

particles in rotary drum dryers,” Dry. Technol., vol. 39, no. 11, hal. 1762–1772, 2021.

Rahmatullah, F. Primesa Caesaranty, dan F. Puspita Sari, “Evaluasi performance

ammonia converter Pabrik urea ditinjau dari pengaruh temperatur, tekanan, rasio

H2/N2, dan mol inert inlet, serta perhitungan neraca massa dan neraca panas dengan

simulator,” J. Tek. Kim., vol. 25, no. 1, hal. 21–30, 2019, doi: 10.36706/jtk.v25i1.17.

G. Fauziah Marintika, L. Cundari, dan F. H. Kurniawan, “Proses Pengeringan Npk

Berdasarkan Evaluasi Rotary Dryer Dan Kadar Air Npk Di Pt. Petrokimia Gresik,” J.

Rekayasa Mesin, vol. 14, no. 1, hal. 273–289, 2023.

Ninla Elmawati Falabiba, “Rotary Dryer,” vol. 0537, hal. 26–33, 2019.

Penulis, dkk./ Distilat Jurnal Teknologi Separasi, Vol. 10, No. 3, September 2024

Z. N. A. C. Rohmah dan O. Setiawan, “Analisis Neraca Massa Pada Alat Centrifuge dan

Rotary Dryer ZA I Bagian Produksi IA PT. Petrokimia Gresik Analysis of Mass Balance in

Centrifuge and Rotary Dryer ZA I Production Department IA PT. Petrokimia Gresik,” J.

Integr. Proses dan Lingkung., vol. 1, no. 1, hal. 1–5, 2023, [Daring]. Tersedia pada:

http://journal.umg.ac.id/index.php/jipl/home

O. Gudmundsson, O. P. Palsson, dan H. Pálsson, “Fouling detection in a cross-flow heat

exchanger based on physical modeling Life cycle environmental and energy

performance of high temperature geothermal utilization View project Swirling Flows

View project,” no. January, 2009, [Daring]. Tersedia pada: www.heatexchanger

fouling.com

H. Baxi, A. Patel, dan J. Barve, “Modelling and simulation of dryer system,” 2015 Int.

Conf. Ind. Instrum. Control. ICIC 2015, no. April 2016, hal. 1544–1549, 2015.

P. Donoso-García, L. Henríquez-Vargas, J. González, I. Díaz, dan I. Fuentes, “A Study for

Estimating the Overall Heat Transfer Coefficient in a Pilot-Scale Indirect Rotary Dryer,”

Processes, vol. 12, no. 2, 2024, doi: 10.3390/pr12020357.

A. R. Vargas dkk., “Performance evaluation of a flighted rotary dryer for lateritic ore in

concurrent configuration,” Heliyon, vol. 9, no. 11, 2023.

M. A. P. Kusuma, F. M. L. Sagala, T. D. Kusworo, dan S. D. Laksono, “Performance

Evaluation of Rotary Dryer and Granulator in NPK Steam Granulation Plant Production

Department of IIB PT Petrokimia Gresik,” J. Glob. Ilm., vol. 1, no. 5, hal. 287–302, 2024.

R. Rosalina, G. Sushanti, P. Rahayu, dan D. K. Putri, “Pengaruh kemiringan dan suhu gas

inlet rotary dryer terhadap laju pengeringan gabah,” Agrointek, vol. 17, no. 2, hal. 242

, 2023.

I. A. Septiaji dan H. Dewajani, “Evaluasi Kinerja Rotary Dryer Pada Industri Pupuk Npk

Dengan Kapasitas 800 Ton/Hari,” DISTILAT J. Teknol. Separasi, vol. 6, no. 2, hal. 82–88,

C. J. Geankoplis, 1993, Mechanical-Physical Separation Processes, Transport Processes

and Unit Operations.

Additional Files

Published

2025-12-31

How to Cite

Pambudi, S. R., Dewajani , H., & Akmal, A. S. (2025). STUDI KINERJA TERMAL ROTARY DRYER PADA PROSES GRANULASI INSEKTISIDA DI INDUSTRI PESTISIDA DENGAN PENDEKATAN SIMULASI ASPEN PLUS . DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 11(4), 684–696. https://doi.org/10.33795/distilat.v11i4.7773