Main Article Content

Abstract

Maraknya kejadian gempa bumi di Indonesia menyebabkan banyak kerugian yang ditimbulkan, untuk meminimalisir hal tersebut, diperlukan perancangan struktur bangunan yang mampu menahan gaya yang ditimbulkan akibat gaya gempa. Salah satunya yakni pengekang (bracing). Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh pengekang (bracing) sebagai elemen penahan gempa terhadap kekakuan lateral struktur gedung sepuluh lantai. Analisis dilakukan dengan empat model yang melibatkan dua sistem rangka struktur yakni Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) untuk struktur tanpa pengekang dan Sistem Rangka Bresing Konsentris Khusus (SRBKK) untuk struktur berpengekang dengan konfigurasi V, X, dan V-terbalik. Hasil analisis didapatkan bahwa dari analisis geser dasar seismik, simpangan antar lantai, pengaruh p-delta, dan kekakuan antar lantai baik pada arah x maupun pada arah y struktur dengan pengekang X memiliki nilai yang paling unggul dibandingkan ketiga model lain yang diuji dengan nilai geser dasar seismik masing-masing sebesar 11.394,79 kN dan 9.221,48 kN, besar rerata simpangan antar lantai masing-masing 16,10 mm dan 22,80 mm, sedangkan rerata koefisien stabilitas masing-masing 0,0051 dan 0,0086, serta rerata kekakuan antar lantai masing-masing sebesar 971.172,70 kN/m dan 544.214,55 kN/m. Selaras dengan semakin besarnya kekakuan antar lantai suatu struktur, besar anggaran biaya yang dikeluarkan pun akan semakin besar sebesar 2,94%.

Keywords

SRPMK, SRBKK, gempa, pengekang, kekakuan

Article Details

References

  1. BSN, 2019. SNI 1726:2019 tentang Tatacara Perencananaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Nongedung, Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
  2. BSN, 2020. SNI 1727: 2020 tentang Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain, Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
  3. BSN, 2020. SNI 1729:2020 tentang Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural, Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
  4. BSN, 2020. SNI 7860:2020 tentang Ketentuan Seismik untuk Bangunan Gedung Baja Struktural, Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
  5. Eticon, 2020. Penerapan Sistem “Strong Column and Weak Beam” pada Struktur Bangunan. [Online] Available at: https://eticon.co.id/strong-column-and-weak-beam/
  6. Thorat, S. & Salunke, P., 2014. Seismic Behavior of Multistorey Shear Wall Frame Versus Braced Concrete Frames. International Journal of Advanced Mechanical Engineering, 4(3), pp. 323-330.