Main Article Content

Abstract

Pada pengembangan infrastruktur dibutuhkan berbagai material, salah satunya yaitu beton, yang semakin lama semakin meningkat seiring dengan bertambahnya tingkat mobilitas masyarakat dunia dan perindustrian. Hal tersebut mendorong manusia berupaya untuk memperoleh suatu penemuan alternatif penggunaan konstruksi beton dalam berbagai bidang secara tepat dan efisien dengan melakukan berbagai penelitian, sehingga dapat diperoleh mutu beton yang lebih baik. Salah satu bahan yang dapat ditambahkan dalam pembuatan beton adalah limbah genteng keramik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh subtitusi limbah genteng keramik 0%, 13%, dan 23% terhadap agregat kasar pada campuran beton ditinjau dari kekuatan tekan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada pengujian agregat halus dan agregat kasar, agregar kasar dan agregat halus memenuhi syarat mutu. Hasil pengujian kuat tekan dengan menggunakan limbah pecahan genteng keramik sebagai bahan pengganti agregat kasar mengalami penurunan di setiap penambahan variasi. Pada usia 28 hari nilai kuat tekan beton normal adalah 27,79 MPa. Nilai kuat tekan beton variasi 13% menurun menjadi 25,85 MPa, dan untuk beton variasi 23% mengalami penurunan nilai kuat tekan juga menjadi 24,64 MPa. Kemudian nilai optimum kuat tekan beton dari penambahan pecahan genteng keramik sebesar 24,45 MPa. Hasil analisi biaya menunjukkan bahwa, biaya yang dibutuhkan mengalami penurunan pada tiap variasinya, sejajar dengan peningkatan variasi yang ditambahkan.

Keywords

Beton; Kuat Tekan; Limbah Genteng Keramik

Article Details

References

  1. Mulyadi, A. (2017). PENGARUH LIMBAH PECAHAN GENTENG SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN MUTU BETON 16, 9 Mpa (K. 200). Jurnal Teknik Sipil, 7(1), 4-11.
  2. Warsiti, W. (2007). ANALISIS KUAT TEKAN BETON CAMPURAN PECAHAN GENTENG SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR BETON MUTU SEDANG. Wahana TEKNIK SIPIL, 12(1), 72-77.
  3. Mulyono, T. (2006). Teknologi Beton Edisi II. ed: Yogyakarta, Andi.
  4. Haniudddin, I. (2021). PECAHAN GENTENG KERAMIK SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR DITINJAU DARI KUAT TEKAN DAN BERAT ISI BETON
  5. RINGAN. Jurnal Online SKRIPSI Manajemen Rekayasa Konstruksi Politeknik Negeri Malang, 2(2), 1-6.
  6. Soemantoro, M., Zuraidah, S., & Nosen, R. (2015). PEMANFAATAN LIMBAH GENTENG SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF AGREGAT KASAR PADA BETON. Jurnal Teknik Sipil Unitomo, 1(1).
  7. Standard, A. S. T. M. (2003). C33,“Standard Specification for Concrete Aggregates,” ASTM International, vol. i, no.
  8. SNI 03-2834-2000. (2000). SNI 03-2834-2000: Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. Sni 03-2834-2000, 1–34.
  9. Nasional, B. S. (2008). SNI 1970: 2008 tentang Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
  10. Nasional, B. S. (1998). SNI 03-2095-1998. Genteng Keramik..
  11. Nasional, B. S. (2008). Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar. SNI 1969: 2008. Badan Standar Nasional Indonesia.