Main Article Content

Abstract

Beton merupakan campuranl berbahan utama semen yang dikenal memiliki kekuatan terhadap tekan yang tinggi. Namun dalam jangka waktu panjang, penggunaan semen dapat berdampak negatif bagi lingkungan karena dapat menghilangkan air dan menimbulkan emisi karbon pada saat produksinya, Selain semen terdapat juga limbah kaca yang memiliki waktu urai yang sangat lama. Salah satu upaya dalam mengurangi masalah ini ialah beralih pada material resin polimer sebagai pengganti semen dan juga menggunakan limbah kaca sebagai pengisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat dan perilaku dari beton resin seperti workability, kuat tekan, tarik, lentur dan berat jenis. Didapatkan dari penelitian ini bahwa beton resin berpenguat limbah kaca dan fly-ash memiliki kekuatan mekanis yang setara atau lebih baik dari beton semen mutu tinggi dengan berat jenis yang jauh lebih ringan. Selain itu keunggulan lainnya ialah waktu setting yang jauh lebih cepat sehingga beton resin berpenguat limbah kaca dan fly-ash baik untuk diaplikasikan sebagai elemen struktural seperti profil baja maupun rangka hollow berbentuk pipa.


Kata kunci: Beton resin, limbah kaca, fly-ash kuat tekan, kuat tarik, kuat Lentur


Concrete is a mixture primarily composed of cement, known for its high compressive strength. However, over the long term, the use of cement can have negative environmental impacts as it depletes water and generates carbon emissions during production. In addition to cement, there is also glass waste that takes a very long time to decompose. One effort to reduce this issue is to shift to polymer resin materials as a substitute for cement and utilize glass waste as an aggregate. This study aims to investigate the properties and behavior of resin concrete, such as workability, compressive strength, tensile strength, flexural strength, and specific gravity. The findings of this research indicate that glass waste and fly ash-reinforced resin concrete exhibit mechanical strength equal to or better than high-quality cement concrete while being significantly lighter. Another advantage is its faster setting time, making glass waste and fly ash-reinforced resin concrete suitable for structural elements such as steel profiles or hollow pipe frames.

Keywords

Beton resin, limbah kaca, fly-ash kuat tekan, kuat tarik, kuat Lentur

Article Details

References

  1. SNI 03-2847-2019. (2019). Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasan (ACI 318M-14 dan ACI 318RM-14, MOD).
  2. Worrell, E., Price, L., Martin, N., Hendriks, C., & Meida, L. O. (2001). Carbon dioxide emissions from the global cement industry. Annual Review of Energy and the Environment, 26, 303–329. https://doi.org/10.1146/annurev.energy.26.1.303
  3. Barbuta, M., Rujanu, M., & Nicuta, A. (2016). Characterization of Polymer Concrete with Different Wastes Additions. Procedia Technology, 22, 407–412. https://doi.org/10.1016/J.PROTCY.2016.01.069
  4. Massy, J. (2017). A Little Book about BIG Chemistry. https://doi.org/10.1007/978-3-319-54831-9
  5. Saribiyik, M., Piskin, A., & Saribiyik, A. (2013). The effects of waste glass powder usage on polymer concrete properties. Construction and Building Materials, 47, 840–844. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.
  6. SNI-03-6825-2002. (2002). Metode pengujian kekuatan tekan mortar semen Portland untuk pekerjaan sipil.
  7. ASTM D3039. (1995). Standart Test Method for Tensile Properties of Polymer Matrix Composite Materials.
  8. ASTM D7264. (2020). Standard Test Method for Flexural Properties of Polymer Matrix Composite Materials. http://www.ansi.org.