Main Article Content

Abstract

Jaringan Daerah Irigasi Sarangan seluas 1.273 ha mengandalkan ketersediaan air dari Sungai Sarangan yang hulunya berada di bangunan pelimpah Waduk Dawuhan. Jaringan irigasi ini mengalir ke beberapa areal persawahan di desa-desa di Kecamatan Wonoasri, Balerejo, dan Madiun. Pada musim kemarau bulan Mei - Oktober Waduk Dawuhan sering mengalami kekurangan air sehingga menyebabkan kekeringan dan menimbulkan masalah di bidang pertanian. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mencari debit andalan di Daerah Irigasi Sarangan, menentukan kebutuhan air untuk setiap alternatif pola tanam, membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air, mencari luasan optimal, menentukan keuntungan dari optimasi pola tanam, dan mengevaluasi saluran eksisting. Data yang diperlukan adalah limpasan waduk, curah hujan, klimatologi, rencana tata tanam global, analisis keuntungan pertanian, skema jaringan irigasi, dan dimensi saluran eksisting. Pemrograman linier yang digunakan menggunakan Add-in solver pada perangkat lunak Excel dengan fungsi tujuan keuntungan maksimum dan fungsi kendala adalah ketersediaan air dan ketersediaan area. Dari penilitian ini didapat debit andalan 0 liter/detik debit terkecil pada bulan September periode I hingga Desember periode I, dan 19,246 liter/detik debit terbesar pada bulan Februari periode II; kebutuhan air pada pola tanam alternatif 2 dimulai dari tanaman padi periode I bulan November 61,32 liter/detik/ha untuk padi; 82 liter/detik/ha untuk palawija; 12,80 liter/detik/ha untuk tebu; neraca air pola tanam alternatif 2 menunjukan 15 periode surplus dan 21 periode defisit; luas tanam optimum pola tanam alternatif 2 untuk padi 2.244 ha; palawija 324,47 ha; tebu 5 ha dengan keuntungan maksimum Rp 64.178.778.133,97. Berdasarkan hasil analisis, kondisi saluran eksisting masih layak untuk digunakan.


 

Keywords

irigasi pola tanam program linear saluran

Article Details

References

  1. Standart Perencanaan Irigasi. (2013). Kriteria Perencanaan Jaringan Irigasi (KP-01). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
  2. Standart Perencanaan Irigasi. (2013). Kriteria Perencanaan Jaringan Irigasi (KP-03). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
  3. Montarcih, L. (2009). Hidrologi Teknik Sumberdaya Air 2. Malang: CV. Asrori.
  4. BMKG Wilayah III Denpasar. (2017). Daftar Istilah Klimatologi. https://balai3.denpasar.bmkg.go.id/daftar-istilah-musim . Diakses tanggal 07 Maret 2023.
  5. Oktaviansyah, T., Asta, A., & Handayani, R. (2021). Estimasi Analisis Hidrologi Pada Sistem Jaringan Irigasi Daerah Sajau Hilir Ujung Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. RANCANG BANGUN TEKNIK SIPIL, 7(1), 9.
  6. Suhardjono. (1994). Kebutuhan Air Tanaman. Malang: Institut Teknologi Nasional.
  7. Blaney, H. F., & Criddle, W. D. (1962). Determining consumptive use and irrigation water requirements (No. 1275). US Department of Agriculture.
  8. Ula, M. (2014). Implementasi Logika Fuzzy Dalam Optimasi Jumlah Pengadaan Barang Menggunakan Metode Tsukamoto (Studi Kasus: Toko Kain My Text). Jurnal Ecotipe (Electronic, Control, Telecommunication, Information, and Power Engineering), 1(2), 36-46.
  9. Susdarwono, E. T. (2020). Pemrograman Linier Permasalahan Ekonomi Pertahanan: Metode Grafik Dan Metode Simpleks. Teorema: Teori dan Riset Matematika, 5(1), 89-104.