Main Article Content

Abstract

Sungai Tritik berpotensi banjir lahar yang membawa material dari Gunung Pandan akibat longsoran lereng saat hujan. Mengingat bahwa pada hilir sungai Tritik dibangun Bendungan Semantok, apabila banjir lahar terjadi dapat mengakibatkan umur bendungan berkurang dan mempengaruhi fungsinya. Oleh karena itu, pada penelitian ini direncanakan bangunan pengendali sedimen yaitu sabo dam yang diharapkan dapat meminimalisir resiko banjir lahar sedimen pada Bendungan Semantok yang berada pada Kabupaten Nganjuk. Data yang dibutuhkan dalam perencanaan sabo dam yaitu data hidrologi berupa curah hujan harian, geometri sungai, data tanah, data sedimen, data harga satuan pokok kegiatan, dan peta DAS Sungai Tritik. Perhitungan debit banjir rencana digunakan dua kondisi yaitu kondisi banjir rencana dan kondisi aliran debris. Perhitungan tubuh sabo meliputi perencanaan main dam, apron dan sub dam dilakukan berdasarkan debit banjir rencana kala ulang 50 tahun dengan sabo dam tipe terbuka (lubang). Sabo dam direncanakan menggunakan material beton dengan kemiringan bagian hulu 1:0.30 kemiringan bagian hilir 1:0.6. Hasil analisa didapatkan tinggi efektif 10.00 m, kedalaman pondasi 1 m, volume tampungan total sebesar 336,389.45 m3. Perhitungan tubuh sabo dam tersebut aman terhadap gaya-gaya yang terjadi baik pada kondisi banjir rencana maupun pada kondisi aliran debris. Pada perencanaan ini menggunakan beberapa metode meliputi pengelakan sungai, galian tanah, pengecoran beton hingga pasangan batu dan dengan total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sabo dam yaitu sebesar Rp. 13,068,823,000 terbilang “Tiga Belas Milyar Enam Puluh Delapan Juta Delapan Ratus Dua Puluh Tiga Ribu Rupiah”.

Keywords

PERENCANAAN SABO DAM SEDIMEN ANGGARAN BIAYA

Article Details

References

  1. Cahyono (2000) “pengantar teknologi sabo,” Yayasan Sabo Indonesia, Yogyakarta.
  2. Soemarto (1986) “Hidrologi Teknik,” Penerbit Usaha Nasional, Surabaya.
  3. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (2012) “Desain Bangunan Pengendali Sedimen,” Desain Sabo, Yogyakarta.
  4. Fauziyah, (2013) Analisis Karakteristik Dan Intensitas Hujan Kota Surakarta. Matriks Teknik Sipil 1.2
  5. Bactiar, Ibrahim (1993) “rencana dan estimate real of cost,” Penerbit Bumi Aksara,Jakarta.
  6. Sosrodarsono, Suyono and Takeda, Kensaku (2003) Hidrologi Untuk Pengairan. Jakarta. Penerbit PT. Pradya Paramita
  7. Jendral Cipta Karya (2012) Pedoman Pelaksanaan Perencanaan dan Pengendalian Banjir.
  8. Madiastuti, S., Sutopo, Y., Sutarto, A., & Utomo, K. S. (2020). Analisis Stabilitas Bangunan Sabo Dam Ge-C13 Kali Gendol Merapi. Jurnal Teknik Sipil, 9
  9. Oktaviani, Neti(2020) “Perencanaan Sabo Dam Di Up Stream Sungai Nangka Kecamatan Sambelia ,” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Mataram, Nusa Tenggara Barat
  10. Pd T-12-2004-A (2004) “Perencanaan Teknis Sabo,” Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah, Pusat Litbang Sumber Daya Air Bandung
  11. Pd T-18-2004-A (2004) “Pembuatan peta bahaya akibat aliran debris” Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah, Pusat Litbang Sumber Daya Air Bandung
  12. Pemerintah Kabupaten Nganjuk (2020) Standart Satuan Harga. Nganjuk.
  13. Pemerintah Republik Indonesia (1999) Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Kehutaan.
  14. Pemerintah Republik Indonesia (2004) “Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penataangunaan Tanah.”
  15. Pemerintah Republik Indonesia (2012) Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.
  16. Pratiwi, R.D.S. (2016) “Perencanaan Sabo Dam Tipe Terbuka ( Tipe Lubang ) Sebagai Bangunan Pengendali Sedimen Gunung Semeru Di Sungai Mujur,” Tugas Akhir, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.
  17. PT. Indra Karya (2020) Sid Pengendalian Sedimen & Rembesan Bendungan Semantok.
  18. SK. SNI T – 15 – 1990 – 03 (1990) “perancangan campuran beton dengan metode SK SNI T-15-1990-03.”
  19. Sutapa, (2005) “Kajian Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu Untuk Perhitungan Debit Banjir Rancangan Di Daerah Aliran Sungai Kodina”. MEKTEK 7
  20. Yayasan air adhi eka and Japan International Coopration Agency (2008) “SABO Untuk Penanggulangan Bencana Akibat Aliran Sedimen.”