Main Article Content

Abstract

Kemacetan lalu lintas pada persimpangan diakibatkan oleh adanya tundaan atau antrian yang panjang dikarenakan volume lalu lintas yang tinggi dan berdampak pada tingginya biaya kemacetan. Kemacetan yang terjadi pada Simpang Gaden disebabkan oleh kendaraan angkutan umum (MPU) yang parkir sembarangan dan menurunkan penumpang di tengah jalan sehingga terjadi antrian yang panjang. Pada jam-jam puncak, Simpang Gaden merupakan penghubung pergerakan masyarakat dari pinggiran kota menuju tengah kota. Selain itu, adanya aktivitas pasar tradisional pada area persimpangan yang tidak memiliki lahan khusus sehingga para penjual berjualan di pinggir jalan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang kemudian memberikan solusi untuk menangani permasalahan pada simpang dan mengurangi biaya kemacetan. Data yang digunakan meliputi geometrik simpang, sinyal lalu lintas, volume lalu lintas pada jam puncak, dan kecepatan rata-rata kendaraan pada jam puncak. Penghitungan kinerja simpang menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, dan biaya kemacetan menggunakan rumus dari Tzedakis 1980. Setelah dilakukan penghitungan, didapatkan empat hasil sebagai berikut. Pertama, pada kondisi eksisting kapasitas simpang sebesar 925 smp/jam, nilai derajat kejenuhan sebesar 0,95, nilai tundaan rata-rata sebesar 57,52 det/smp, dan tingkat pelayanan atau level of service (LOS) simpang berada pada kategori E. Kedua, biaya kemacetan pada kondisi eksisting sebesar Rp6.802.954,26/jam. Ketiga, pada kondisi alternatif penanganan dengan pengaturan 2 fase tanpa belok kanan dan waktu siklus 40 detik, diperoleh kapasitas simpang sebesar 1107 smp/jam, nilai derajat kejenuhan sebesar 0,33, nilai tundaan rata-rata sebesar 15,53 det/smp, dan tingkat pelayanan simpang berada pada kategori B. Keempat, pada kondisi alternatif biaya kemacetan dapat dikurangi menjadi Rp1.203.275,48/jam.

Keywords

simpang bersinyal tundaan level of service derajat kejenuhan biaya kemacetan

Article Details

References

  1. Basuki, I. S. (2008). Biaya Kemacetan Ruas Jalan Yogyakarta. Jurnal Teknil Sipil, 9(1), 71–80.
  2. BPS Kabupaten Pamekasan. (2021). Berita Resmi Statistik (Issue 02).
  3. Google. (2023). Peta Lokasi Penelitian. Google. https://www.google.com/maps
  4. Indonesia, M. P. R. (2015). Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas.
  5. MKJI. (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) (Vol. 7802112, Issue 264).
  6. Pamekasan, P. (2020). Gambaran Umum Kondisi Daerah Kabupaten Pamekasan Aspek Geografis dan Demografi.