Main Article Content

Abstract

Terdapat empat desa di Kecamatan Dongko yang sudah terlayani distribusi air bersih dengan baik dari PDAM Kabupaten Trenggalek, akan tetapi enam desa yang terdiri dari Desa Watuagung, Desa Pandean, Desa Cakul, Desa Siki, Desa Sumberbening, dan Desa Pringapus belum terjangkau layanan distribusi air bersih. Kecamatan Dongko memiliki sumber air yang cukup selama musim penghujan, kekurangan distribusi air bersih selama musim kemarau mempengaruhi kehidupan sehari-hari penduduk dikarenakan sumber air tidak mampu mencukupi kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan merencanakan sistem jaringan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Dongko dalam 15 tahun mendatang. Pada penelitian ini, data yang digunakan meliputi jumlah penduduk untuk 10 tahun terakhir, fasilitas umum dan fasilitas sosial, sumber dan debit air, peta topografi, dan Harga Satuan Pokok Pekerjaan Kabupaten Trenggalek Tahun 2024. Perhitungan perencanaan proyeksi pertumbuhan penduduk menggunakan analisis standar deviasi yang terkecil, diperkirakan jumlah penduduk enam desa di Kecamatan Dongko akan mencapai 36.087 jiwa pada tahun 2038, yang terpenuhi pada metode aritmatika dan metode eksponensial. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air domestik dan non-domestik dari masing-masing desa, kebutuhan air bersih di Kecamatan Dongko sebesar 71.5774 liter/detik. Rencana jaringan distribusi air bersih mencakup penggunaan pipa HDPE dengan dimensi Ø3/4", Ø1¼", Ø1½", Ø2", Ø2½", Ø3", Ø4”, Ø5”, disertai dengan bangunan pelengkap seperti reservoir dengan tiga tipe ukuran dan rumah pompa. Rencana anggaran biaya untuk perencanaan sistem jaringan distribusi air bersih ini mencapai Rp.20,709,953,821.00.

Article Details

References

Read More