Main Article Content

Abstract

Perencanaan struktur gedung Rumah Susun Pondok Benowo Indah Surabaya, Jawa Timur. Studi ini bertujuan untuk mencari alternatif ulang yang awalnya perencanaan menggunakan dak beton menjadi rangka baja yang mengacu pada peraturan seperti ketahanan gempa mengacu pada SNI 1726-2012. Perhitungan struktur baja menggunakan metode Load and Resistance Factor Design (LRFD) yang mengacu pada SNI 1729-2015 dan perhitungan struktur beton bertulang mengacu pada SNI 2847-2013 dan SNI 1726-2013. Analisis statika struktur menggunakan program aplikasi komputer Robot Structural Analysis Professional 2018 dan penggambaran hasil perencanaan menggunakan program aplikasi komputer AutoCAD 2018. Hasil dari perencanaan ulang struktur atas dengan menggunakan kuda-kuda rangka baja profil 2L 50.50.5, gording profil Lip Channels 150.50.20.2,3 mm, penggantung gording menggunakan besi polos Ø10, ikatan angin menggunakan besi polos Ø8, serta sambungan baut Ø1/2” d = 12,7 mm, dan sambungan angker 4 Ø 19,05 mm atau 3/4” dengan panjang yang digunakan 12,5 cm. Perencanaan struktur utama didapatkan tebal pelat lantai 12 cm dan Ø10-125. Dimensi balok anak tipe 1 20/40 (3D16 & 2D16), dimensi balok anak tipe 2 20/40 (2D16 & 2D16), dimensi balok melintang dan balok induk memanjang 30/50 (3D16 & 2D16), dimensi sloof 30/50 (2D16 & 3D16), dimensi kolom 40/50 (10D16), dan tebal pelat tangga 15 cm menggunakan D13. Biaya awal dengan menggunakan atap dak sebesar Rp. 9.210.664.000,00 dan setelah dihitung dengan menggunakan atap rangka baja diperoleh nominal sebesar Rp 8.822.943.000,00. Maka penggunaan atap rangka baja lebih ekonomis dibanding atap dak.

Keywords

Perencanaan ulang, rumah susun, struktur beton, struktur baja.

Article Details

References

  1. Agus, Setiawan. 2008. Perencanaan Struktur Baja
  2. dengan Metode LRFD. Jakarta : Penerbit Erlangga.
  3. Agus, Setiawan. 2016. Perencanaan Struktur Beton
  4. Bertulang. Jakarta : Penerbit Erlangga.
  5. Asroni, Ali. 2010. Kolom Fondasi dan Balok T
  6. Beton Bertulang. Graha Ilmu, Yogyakarta.
  7. Badan Standarisasi Nasional 2013. SNI 2847-2013.
  8. Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan
  9. Gedung. Jakarta.
  10. B Badan Standarisasi Nasional 2015. SNI 1729-
  11. Spesifikasi Untuk Bangunan Gedung Baja
  12. Struktural. Jakarta.
  13. Badan Standarisasi Nasional (2012). Standar
  14. Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur
  15. Bangunan Gedung (SNI 03-1726-
  16. .Jakarta:BSN.
  17. Badan Standarisasi Nasional 2013. SNI 1727-2013.
  18. Beban Minimum Untuk Perencanaan Gedung dan
  19. Struktur Lain. Jakarta
  20. Chandra, dkk 2016. Perencanaan Ulang Struktur
  21. Gedung Bersama Kabupaten Sijunjung. Jurnal
  22. Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
  23. Universitas Bung Hatta Padang. Vol 1, No.1.
  24. Kusuma, Gideon., Andriono, Takim. 1993. Desain
  25. Struktur Rangka Beton Bertulang di Daerah Rawan
  26. Gempa. Jakarta: Erlangga.
  27. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor:
  28. /PRT/M/2007 Tentang Pedoman Teknis
  29. Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat
  30. Tinggi.
  31. Rasidi. N., Sugiharti. 2008. Buku Ajar Struktur Beton
  32. I. Politeknik Negeri Malang, Malang.
  33. Sahputra, dkk 2017. Perencanaan ulang struktur
  34. bangunan gedung DPKD Sumbar ini menggunakan
  35. konstruksi beton bertulang. Jurnal Teknik Sipil,
  36. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas
  37. Bung Hatta Padang.
  38. Sardjono HS. Ir, 1996. “Pondasi Tiang Pancang”
  39. Jilid I, Sinar Jaya Wijaya.
  40. Soeharto, Imam. 1994.Manajemen Proyekdari
  41. Konseptual Sampai Operasional Edisi Pertama
  42. Jakarta: Penerbit Erlangga.
  43. Sudarmanto. 2012. Buku Ajar Konstruksi Beton
  44. Bertulang. Politeknik Negeri Malang, Malang.