Main Article Content
Abstract
Fast fashion menghasilkan limbah kain yang mencemari lingkungan. Untuk mengurangi dampaknya, limbah kain perca polyester dimanfaatkan sebagai serat tambahan dalam beton. Serat ini membantu meningkatkan kekuatan tarik, ketahanan retak, dan daya tahan beton, sekaligus mengurangi limbah tekstil dan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan limbah kain perca polyester sebesar 0%, 1,5%, 3%, dan 4,5% sebagai substitusi agregat kasar dalam beton. Serat kain berfungsi memperkuat campuran, dan pengujian laboratorium dilakukan untuk menilai pengaruhnya terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Penelitian dengan metode mix design SNI 03-2834-2000 menunjukkan bahwa substitusi 1,5% serat kain perca menghasilkan penurunan kekuatan beton paling kecil. Kuat tekan menurun umur 7 hari penurunan sebesar 9,21 MPa atau 60%, umur 14 hari penurunan sebesar 13,50 Mpa atau 30%, dan umur 28 hari penurunan sebesar 9,29 MPa atau 72% dari beton normal. Kuat tarik belah variasi 1,5% kain perca pada 28 hari penurunan sebesar 2,49 MPa atau 28% dari beton normal. Meski terjadi penurunan, penggunaan kain perca lebih ekonomis, menghemat sekitar 3% biaya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa substitusi kain perca berpotensi dapat digunakan sebagai bahan substitsui ramah lingkungan dalam beton, namun dengan batas optimal penggunaannya dibawah 1,5% untuk menjamin kinerja struktur beton.
Keywords
Article Details
References
- Winarno, E., Juara, A., & Hidayat, T. (2021). Analisa Subtitusi Limbah Karbit Serta Penambahan Serat Limbah Kain Pada Kuat Tekan Beton. Universitas Sains Al-Quran Wonosobo, Vol. 11, No. 3.Badan Standarisasi Nasional 2019. “Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasan, SNI 2847-2019”. Jakarta : BSN.
- Kholis, I., Yuwana, D., & Susilowati, F. (2022). Penambahan Serat Kain Limbah Konveksi Dan Pecahan Kaca Sebagai Bahan Tambah Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton. Prosiding Seminar Nasional Riset Teknologi Terapan, Universitas Tidar, e-ISSN:2747-1217.Badan Standarisasi Nasional 2020. “Panduan desain sederhana untuk bangunan beton bertulang, SNI 8900-2020”. Jakarta : BSN.
- Aida, T., & Masagala, A. (2018). Pengaruh Subtitusi Limbah Cangkang Telur (Fly Ash) Dengan Persentase 4%, 5%, Dan 6% Dan Kain perca Sebesar 2% Sebagai Bahan Tambah Pada Beton terhadap Kuat Tekan. Jurnal tekno Sains Seri Teknik Sipil, Universitas Teknologi Yogyakarta, Vol. 3, No. 1-20.
- Qin, Y., Zhang, X., Chai, J., Xu, Z., & Li, S. (2019). Experimental Study Of Compressive Behavior Of Polypropylene Fiber Reinforced And Polypropylene Fiber Fabric Reinforced Concrete. Xi’an University Of Technology, China. No.216-225.
- Neville, A. M. (2011). Properties of Concrete (5th Edition). Pearson Education Limited. ISBN: 978-0-273-75580-7.
- ASTM International. (2023). ASTM C150/C150M - Standard Specification for Portland Cement. ASTM International.
- ASTM C.125-1995:61, Standard Definition of Terminology Relating to Concrete and Concrete Agregates.
- Neville, A. M., & Brooks, J. J. (2010). Concrete Technology. Pearson Education.
- ACI Committee 212. (2010). Report on Chemical Admixtures for Concrete. American Concrete Institute.
- ASTM C494/C494M-17. Standard Specification for Chemical Admixtures for Concrete.
- Suardiningsih, D. (2013). Perbedaan Kain Katun Dengan Poliester Pada Busana Kuliah Ditinjau Dari Aspek Kenyamanan. Universitas Negeri Semarang.
References
Winarno, E., Juara, A., & Hidayat, T. (2021). Analisa Subtitusi Limbah Karbit Serta Penambahan Serat Limbah Kain Pada Kuat Tekan Beton. Universitas Sains Al-Quran Wonosobo, Vol. 11, No. 3.Badan Standarisasi Nasional 2019. “Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasan, SNI 2847-2019”. Jakarta : BSN.
Kholis, I., Yuwana, D., & Susilowati, F. (2022). Penambahan Serat Kain Limbah Konveksi Dan Pecahan Kaca Sebagai Bahan Tambah Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton. Prosiding Seminar Nasional Riset Teknologi Terapan, Universitas Tidar, e-ISSN:2747-1217.Badan Standarisasi Nasional 2020. “Panduan desain sederhana untuk bangunan beton bertulang, SNI 8900-2020”. Jakarta : BSN.
Aida, T., & Masagala, A. (2018). Pengaruh Subtitusi Limbah Cangkang Telur (Fly Ash) Dengan Persentase 4%, 5%, Dan 6% Dan Kain perca Sebesar 2% Sebagai Bahan Tambah Pada Beton terhadap Kuat Tekan. Jurnal tekno Sains Seri Teknik Sipil, Universitas Teknologi Yogyakarta, Vol. 3, No. 1-20.
Qin, Y., Zhang, X., Chai, J., Xu, Z., & Li, S. (2019). Experimental Study Of Compressive Behavior Of Polypropylene Fiber Reinforced And Polypropylene Fiber Fabric Reinforced Concrete. Xi’an University Of Technology, China. No.216-225.
Neville, A. M. (2011). Properties of Concrete (5th Edition). Pearson Education Limited. ISBN: 978-0-273-75580-7.
ASTM International. (2023). ASTM C150/C150M - Standard Specification for Portland Cement. ASTM International.
ASTM C.125-1995:61, Standard Definition of Terminology Relating to Concrete and Concrete Agregates.
Neville, A. M., & Brooks, J. J. (2010). Concrete Technology. Pearson Education.
ACI Committee 212. (2010). Report on Chemical Admixtures for Concrete. American Concrete Institute.
ASTM C494/C494M-17. Standard Specification for Chemical Admixtures for Concrete.
Suardiningsih, D. (2013). Perbedaan Kain Katun Dengan Poliester Pada Busana Kuliah Ditinjau Dari Aspek Kenyamanan. Universitas Negeri Semarang.