Main Article Content

Abstract

kehilangan air akibat kerusakan saluran pembawa pada Desa Pendem mengkibatkan pendistribusian air ke lahan tidak sempurna. Dengan ini perlu direncanakan ulang saluran irigasi yang dapat mengurangi kehilangan air pada saluran. Dalam perencnaan ini digunakan saluran irigasi modular dengan keunggulan memiliki kualitas aliran yang lebih baik dan dapat mencegah terjadinya longsor pada saluran, Data yang diperlukan dalam perencanaan ini diantaranya peta topografi, data curah hujan dari 3 stasiun terdekat, data klimatologi, dan HSPK Kota Batu, Data diolah menggunakan metode basic year dan untuk evapotranspirasi menggunakan Pennman Modifikasi. Pada hasil perhtitungan diperoleh NFR 0,929 liter/detik/hektar, dimensi saluran yang dipakai untuk saluran pembawa dan pembuang (tersier maupun kuarter) adalah bentuk persegi, saluran tersier berjumlah 9 dengan konfigurasi 0 – 0 ( ba = 0,86m bb = 0,18m H = 0,65m ) dengan tinggi jagaan direncanakan sebesar 0,2 meter, Untuk saluran kuater dimensi terbesar adalah b = 0,88 dan H = 0,24 m dan tinggi jagaan 0,2 meter. Sedangkan saluran pembuang berjumlah 5 dengan dimensi saluran paling besar b = 0,6 meter, h = 1,0 meter dengan tinggi jagaan 0,4 meter. Rencana anggaran biaya perencanaan jaringan irigasi tersier sebesar Rp 4.569.167.600,00

Keywords

Perencanaan Ulang, Jaringan Irigasi Tersier, Saluran Irigasi Modular

Article Details

References

  1. BPS Kota Batu 2019
  2. Dep. PU, Dit. Jen. Pengairan, 2013. Standart Perencanaan Irigasi, Kriteria Perencanaan Bagian Jaringan Irigasi, KP-01.
  3. Dep. PU, Dit. Jen. Pengairan, 2013. Standart Perencanaan Irigasi, Kriteria Perencanaan Bagian Saluran, KP-03.
  4. Dep. PU, Dit. Jen. Pengairan, 2013. Standart Perencanaan Irigasi, Kriteria Perencanaan Bagian Petak Tersier, KP-05
  5. Teknologi Saluran Irigasi Modula, Di Elearning.litbang.pu.go.id, Diakses pada 15 desember 2020.
  6. Indonesia Geospatial Portal, Di Tanahair.indonesia.go.id. Diakses pada 18 desember 2020.
  7. Sumadiyono, A. (2011). Analisis Efisiensi Pemberian Air di Jaringan Irigasi Karau Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Keteknikan Pertanian, 1.