Main Article Content

Abstract

Self-Compacting Concrete (SCC) adalah beton inovatif yang dirancang untuk dapat mengalir dan memadat secara mandiri di dalam bekisting tanpa memerlukan getaran eksternal. Kemampuannya yang tinggi dalam mengisi cetakan kompleks dan melewati celah antar tulangan menjadikan SCC sangat cocok digunakan pada struktur beton bertulang yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fiber rotan terhadap sifat mekanik dan segar beton SCC, dengan fokus pada kuat tekan, kuat tarik belah, serta workability. Variasi penambahan fiber rotan dalam penelitian ini meliputi 0%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, dan 3% dari berat semen. Beton dirancang berdasarkan pedoman EFNARC (2005) dengan target mutu 40 MPa dan rasio air semen (fas) 0,38.Pengujian segar meliputi slump flow, V-funnel, dan L-box. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kadar fiber rotan menyebabkan meningkatnya waktu alir (T50 dan V-funnel), serta menurunkan nilai slump flow dan passing ability. Dari sisi mekanik, penambahan fiber rotan menyebabkan penurunan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah. Nilai kuat tekan tertinggi terdapat pada beton tanpa fiber sebesar 52,32 MPa, sedangkan terendah pada variasi 3% sebesar 22,98 MPa. Kuat tarik belah tertinggi juga ditemukan pada beton tanpa fiber sebesar 3,04 MPa, dan terendah pada 3% sebesar 1,92 MPa. Persentase optimal penambahan fiber rotan yang masih memenuhi syarat beton segar dan memberikan hasil kuat tarik relatif baik adalah 1%.Penambahan fiber rotan juga meningkatkan biaya produksi beton SCC secara bertahap. Dengan demikian, penggunaan fiber rotan dalam jumlah terbatas dapat ditambah pada beton SCC yang ramah lingkungan.

Keywords

self-compacting concrete fiber rotan kuat tekan kuat tarik belah workability

Article Details

References

  1. Sari, W, N., Arman, A., Muhammad, R. 2024. "Pengaruh Serat Rotan Sebagai Bahan Tambah Agregat Kasar Kuat Tekan Beton Menurun Keruntuhan Bermanfaat." Institut Teknologi Padang.
  2. Azka, J, T. 2023. "Pengaruh Bahan Tambah Abu Sekam Padi dan Sika fume Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Kuat Lentur Beton SCC." Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
  3. Ibrahim, B., Eka, F, N,. 2019. "Pengaruh Pencampuran Serat Rotan Kering dengan Persentase 3% dan 6% Terhadap Kuat Tarik Belah dan Kuat Lentur Beton." Universitas Teknologi, Yogyakarta.
  4. Ikbal. 2016."Pengaruh Penambahan Superplasticizer Viscocrete 3115N Terhadap Kuat Tekan Optimum Self Compacting Concrete." Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
  5. Niken P, dkk. 2024. "Pendampingan Petani Rotan Dalam Pemanenan Hutan Lestari Dan Pemasaran Rotan." Universitas Halu Oleo.
  6. Amal. 2021. "Pengaruh Penambahan Persentase Sikafume dan Superplastisizer (Viscocrete 3115-N) Pada Beton SCC Agar Memenuhi Syarat Mutu K-500." Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
  7. A, Yusra., I, Y, Salena1., D, P, Sari1., A, Asrianur. 20. The Influence of Rattan Fibre Addition to The Compressive Strength of Normal Concrete. Department of Civil Engineering, Teuku Umar University - Indonesia.
  8. Okamura, H. dan Ouchi, M. 2003. Self-compacting concrete. Journal of advanced concrete technology, 1(1), pp.5-15.
  9. Concrete, S C. 2005. The European guidelines for self-compacting concrete. BIBM, 22, p.563.