Main Article Content

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Saat ini masyarakat Kecamatan Ngadiluwih masih menggunakan sumur sebagai sumber air bersih. Namun, penggunaan air sumur yang terus menerus dapat merusak kualitas air dan mengakibatkan pencemaran air tanah dan penurunan air tanah. Terkait hal tersebut, maka diperlukan untuk merencanakan sistem distribusi air bersih yang diambil dari sumber mata air. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk merencanakan layout pipa distribusi, menganalisis pertumbuhan penduduk Kecamatan Ngadiluwih pada tahun 2044, menganalisis debit kebutuhan air bersih di Kecamatan Ngadiluwih, menganalisis dimensi pipa untuk memenuhi kebutuhan air saat jam puncak, menganalisis kapasitas reservoir untuk memenuhi kebutuhan air, dan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB). Penelitian ini menggunakan metode perhitungan domestik dan non domestik untuk menghitung kebutuhan air bersih. Hasil dari penelitian ini didapatkan jumlah penduduk di tahun 2044 adalah 100.916 jiwa, dengan total rencana panajng pipa 41,670 km, debit yang dibutuhkan sebesar 41,825 liter/detik pada zona 1 dan 36,028 liter/detik pada zona 2, pipa pada rencana ini menggunakan pipa  PVC ukuran Ø 40 mm, Ø  50 mm, Ø 63 mm, Ø 75 mm, Ø 90 mm, Ø 110 mm, Ø 140 mm, Ø 180 mm, Ø 200 mm, Ø 250 mm. Kapasitas reservoir pada zona 1 adalah 2 x 5 x 5,8 m dan pada zona 2 adalah 2 x 5 x 5,1 m, dengan total Rencana Anggaran Biaya yang diperlukan adalah Rp. 5.374.647.000,-.

Keywords

air bersih, jam puncak, jaringan pipa, kebutuhan air

Article Details

References

  1. Badan Pusat Statistik (2024). Kecamatan Ngadiluwih Dalam Angka
  2. Maizir, M. (2019). Pengaruh Pemanfaatan Sumberdaya Air Tanah dalam Pembangunan Kawasan Industri Baru. Jurnal Teknik Sipil ITP, 6(2), 56-59.
  3. Putra, D. F. B. A., R. I. Hapsari and M. Efendi (2022). "Perencanaan Jaringan Pipa Transmisi Dan Distribusi Air Bersih Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo." Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) 3(1): 26-32.
  4. Triarmadja, R. (2019). Teknik penyediaan air minum perpipaan. Ugm Press.
  5. Wago, O., I. M. Udiana and S. Utomo (2021). "Perencanaan Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih Di Desa Lekogoko-Ngada." Jurnal Teknik Sipil 10(2): 163-172.
  6. Putra, S. C., M. Charits And T. Rochman (2021). "Perencanaan Ulang Dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih Pada Kecamatan Bumiaji Kota Batu." Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) 2(4): 51-56.
  7. Kodoatie, R. J., & Sjarief, R. (2010). Tata ruang air. Penerbit Andi.
  8. Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2007). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/PRT/2007. Jakarta: Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
  9. Syahputra, B. (2020). Penentuan Faktor Jam Puncak dan Harian Maksimum Terhadap Pola Pemakaian Air Domestik Di Kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Lingkungan Sultan Agung, 1(1), 1-15.
  10. Pedoman Teknis Proyek Air Bersih Perdesaan, Ditjen Cipta Karya PU, 1985.
  11. Tambingon, D. P., Hendratta, L. A., & Sumarauw, J. S. (2016). Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih Di Desa Pakuure Tinanian. Jurnal Sipil Statik, 4(9), 131409.