Main Article Content

Abstract

Bangunan drainase dibutuhkan supaya mencegah terjadinya genangan seperti di Kawasan RW 02-04 Desa Yamansari. Genangan terjadi karena kurangnya fasilitas saluran drainase. Masyarakat pun kerap membuang limbah rumah tangganya ke dalam sungai, sehingga bisa menyebabkan pencemaran air sungai. Selain itu, jarak antar rumah yang berdekatan, lahan yang kurang memadai untuk dibuat tangki septik juga menjadi alasan untuk pembuatan sistem pengolahan air limbah domestik terpusat (SPALD-T). Tujuan dari kajian ini adalah mengevaluasi dan merencanakan ulang saluran dengan pengaruh perubahan alih fungsi lahan, menghitung volume limbah rumah tangga, menghitung dimensi perpipaan, merencanakan sistem serta dimensi IPAL, dan menghitung biaya konstruksi. Data yang dibutuhkan adalah survei kondisi dan dimensi saluran drainase eksisting, data hujan, peta topografi, peta situasi dan peta tata guna lahan tahun 2010 dan 2020, data jumlah penduduk, dan analisis harga satuan pekerjaan Kabupaten Tegal tahun 2020. Data hujan diolah dengan metode Log Pearson III, uji kesesuaian dengan metode Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov dengan kala ulang 5 tahun, intensitas hujan dengan metode Mononobe dan debit banjir rancangan dengan metode rasional. Hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan sebesar 107,354 mm/hari; debit limpasan tahun 2010 pada saluran kanan dan kiri sebesar 3,204 m3/detik dan 2,261 m3/detik sedangkan tahun 2020 debit limpasan sebesar 3,455 m3/detik dan 2,665 m3/detik; dimensi saluran terkecil 0,3 meter x 0,4 meter dan dimensi terbesar 1 meter x 1,2 meter; Sistem jarigan untuk darinase dan air kotor dipisah: Debit total air limbah yang dihasilkan adalah 273,024 m3/hari. Ukuran dimensi pipa lateral adalah pipa PVC diameter 4” dengan panjang 3487 m dan 548 m untuk diameter 6” menggunakan sistem gravitasi; Sistem IPAL yang digunakan adalah media cell ganda (anaerob and aerob); IPAL Fabrikasi dari PT. Bioseven Fiberglass Indonesia kapasitas 75 m3/hari sejumlah 4 unit; Biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 11.930.366.000.

Keywords

genangan; drainase; air limbah; Sistem pengolahan air limbah domestik terpusat

Article Details

References

  1. "Buku Jilid IA Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan". Jakarta: Direktorat Jenderal Cipta Karya, 2012.
  2. Hasmar, Halim H.A. "Drainase Terapan". Jakarta: UII Press, 2011.
  3. "Pedoman Perencanaan Teknik Terinci Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat SPALD-T Buku Utama". Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2018.
  4. "Pedoman Perencanaan Teknik Terinci Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat SPALD-T Buku A". Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2018.
  5. F. Pratama, R. I. Hapsari, and M. Zenurianto. "Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik Komunal Pada Perumahan D’Park City Kabupaten Malang". J. Apl. vol. 1, no. 2, page. 110, Sept. 2020.
  6. M. A. D. Riskiansyah, A. Suhardono, and Sutikno. "Evaluasi Dan Perencanaan Sistem Drainase Pada Ruas Jalan Alternatif Singosari-Pakis Kabupaten Malang". J. Apl. vol. 1, no. 3, page. 85, Dec 2020.
  7. A. Setyawan, A. Putri, and Hermiyati. "Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Saluran Drainase Jalan Arifin Ahmad Pada Ruas Antara Jalan Rambutan Dengan Jalan Paus Ujung Di Kota Pekanbaru". Jurnal Saintis. vol. 18, no. 2, page. 55, Oct. 2018.