Main Article Content

Abstract

Gedung Rusunawa Kabupaten Ponorogo memiliki 4 lantai dengan luas bangunan sebesar ±2.000 m2. Data yang dibutuhkan adalah data kebutuhan orang per kamar digunakan untuk acuan dalam pemodelan struktur gedung dan data beban mati, beban hidup, beban gempa dan gambar teknik serta data harga satuan pekerjaan di daerah Kabupaten Ponorogo. Perhitungan pembebanan yang bekerja menggunakan software Robot Structural Analysis Professional 2017. Semua elemen struktur beton menggunakan mutu beton (fc’) 25 MPa dan mutu baja tulangan (fy) 400 MPa. Dari analisa dan pembahasan didapatkan hasil tulangan pada pelat atap D10-200 pada daerah tumpuan dan lapangan, pelat lantai D10-150 pada daerah tumpuan. Perhitungan balok 250/600 didapat hasil tulangan tumpuan atas 3D16, tulangan susut 2D13 dan tumpuan bawah 2D16. Sedangkan pada lapangan didapatkan lapangan atas 2D16, tulangan susut 2D13 dan untuk lapangan bawah 3D16. Perhitungan Kolom 400/500 didapatkan hasil tulangan utama 12D19 dengan tulangan sengkang 3D10-100 pada tumpuan dan 3D10-200 pada lapangan. Perhitungan Kolom 300/400 didapatkan hasil tulangan utama 8D19 dengan tulangan sengkang D10-150 pada tumpuan dan D10-200 pada lapangan. Perhitungan biaya pekerjaan struktur atas gedung Rusunawa Kabupaten Ponorogo membutuhkan biaya sebesar Rp. 4.846.383.000,00 termasuk pajak (PPN) 10%.

Keywords

struktur beton bertulang, robot structural analysis professional 2017, rencana anggaran biaya.

Article Details

References

  1. ASCE 7 – 10. Minumum Design Loads for Buildings and Other Structures, American Society of Civil Engineer, Reston
  2. BSN, 2019, SNI 1726:2019 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung, Badan Standardisasi Nasional.
  3. BSN, 2018, SNI 1727:2018 Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain, Badan Standardisasi Nasional.
  4. BSN, 2019, SNI 2847:2019 Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung, Badan Standardisasi Nasional.
  5. Dipohusodo, Istimawan.1994, Struktur Beton Bertulang, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.Jakarta
  6. Edward G. Nawi, 1998, Beton Bertulang, Penerbit Refika Aditama, Bandung
  7. Gideon Kusuma, 1993, Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang Berdasarkan SK SNI T-15-1991-03, Erlangga, Jakarta.
  8. Hassoun, M. Nadim. Al-Manaseer, Akthem, 2012, Structural Concrete Theory and Design Sixth Edition. Washington, D.C.
  9. Micheal N. Fadis, Eduardo C. Carvadho, Peter Fajfar, and Alain Pecker.2015 .Seismic Design of Concrete Buildings to Eurocode 8. Taylor & Francis Group, LLC
  10. Mukomoko, J.A.1985.Dasar Penyusunan Anggaran Biaya Bangunan. Oktober, Jakarta
  11. Nawy, Edward G. 1990. Beton Bertulang Suatu Pendekatan Dasar. Bandung. PT. Eresco.
  12. Schueller, Wolfgang. (2001). Struktur Bangunan Bertingkat Tinggi, Bandung : PT. Refika Aditama.
  13. Setiawan, Agus., 2016, Perancangan Struktur Beton Bertulang Berdasarkan SNI 2847:2013. Erlangga. Jakarta.
  14. Prasetyo, Ilham Agung Nur,2020. Perencanaan dan Pemodelan 3d Struktur Gedung Co-Working Space 4 Lantai Soekarno Hatta Kota Malang Berbasis Building Information Modeling (BIM).Politeknik Negeri Malang. Malang
  15. Yekrangnia, Mohammad. 2019. Advanced Design Examples of Seismic Retrofit of Structures. Elsevier Ltd. All rights reserved.