Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang bersinyal pada kondisi eksisting dengan menerapkan beberapa alternatif penyelesaian dan menghitung biaya akibat tundaan. Data yang dibutuhkan antara lain data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari pengukuran geometrik jalan, survei arus lalu lintas, hambatan samping dan panjang antrian pada tanggal 25, 27 dan 29 Mei 2021. Data sekunder didapat dari Dinas Perhubungan Sidoarjo berupa rekaman CCTV, rata – rata kecepatan, data jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo, PDRB dan UMR Kabupaten Sidoarjo. Pengolahan data kinerja simpang bersinyal pada penelitian ini menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014. Dari hasil analisis kinerja simpang bersinyal eksisting didapat nilai DJ lebih dari 0,85; Tundaan simpang rata-rata T = 522,70 det/skr dan Tingkat pelayanan = F. Alternatif solusi pada simpang bersinyal dilakukan dengan pengalihan semua jenis kendaraan bermotor dari lengan Timur dan beberapa jenis kendaraan bermotor dari Utara, Selatan dan Barat. Dari perhitungan alternatif tersebut didapatkan hasil DJ < 0,85; Tundaan simpang rata-rata T = 58,82 det/skr dan Tingkat pelayanan = E. Dari hasil perhitungan BOK akibat tundaan waktu pada simpang didapat selisih yang cukup besar antara eksisting dan adanya alternatif sebesar Rp 8.709.193,00 /jam. Biaya akibat tundaan eksisting dengan alternatif didapatkan selisih total kerugian per hari sebesar Rp 90.359.243,15 (PDRB) dan Rp 49.256.191,29 (UMR) dengan penggunaan alternatif 4 menghasilkan biaya akibat tundaan lebih murah ketimbang kondisi eksisting simpang bersinyal ini.

Keywords

simpang bersinyal; tundaan simpang; biaya

Article Details

References

  1. Departemen Pekerjaan Umum (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia. Direktorat Jendral Bina Marga. Jakarta
  2. Kementrian Pekerjaan Umum (2014). Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia
  3. Menteri Perhubungan Republik Indonesia (2015). Nomor PM 96 Tahun 2015 Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas.
  4. Indonesia
  5. Pemerintah Pusat (2004). Undang Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan.
  6. Indonesia
  7. Anonim (2000). Metode Perhitungan Biaya Operasional Kendaraan. Pacific Consultant International (PCI)
  8. Rahmawati, Eka Fauziah (2020). Produk Domestik Region Bruto (PDRB) Kabupaten Sidoarjo Menurut Pengeluaran Tahun 2016 - 2020. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo
  9. Fijannatu, Y (2015). Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal (Studi Kasus Simpang Bentoel Karanglo- Singosari Malang). Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Malang
  10. Kholifie, MAF (2019). Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) pada Simpang Kebonagung Kota Pasuruan. Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Malang
  11. Kholis, Nur (2017). Penetapan Waktu Siklus Optimum APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) dengan Menggunakan Controller Multi Program. Jurusan Magister Teknik Sipil. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  12. Nasution, Abdawal Pratama, Ariany Frederika, and Priyantha DM. "W. (2012).“Analisis Biaya Perjalanan Akibat Tundaan Lalu Lintas”." Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil 2: 1-6.