Pengaruh Jumlah Filler Kalsium Silikat dalam Pembuatan Biodegradable Plastic dari Biji Nangka

Authors

  • S. Sigit Udjiana Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang
  • Sigit Hadiantoro Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang
  • Noor Isnaini Azkiya State Polytechnic of Malang

DOI:

https://doi.org/10.33795/jtkl.v6i1.242

Keywords:

jackfruit seeds, starch, biodegradable plastic, calcium silicate

Abstract

Biodegradable plastic adalah plastik yang memiliki sifat ramah lingkungan karena mampu terurai oleh mikroorganisme yang ada pada tanah. Pati berpotensi digunakan sebagai bahan dasar pembuatan biodegadable plastic karena dapat mudah terdegradasi dan menghasilkan senyawa yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini sumber pati didapat dari biji nangka dengan kandungan pati sebesar 29,73%. Penambahan kalsium silikat sebagai filler bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik biodegadable plastic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh filler kalsium silikat terhadap kuat tarik, presentase biodegradasi (%) dan persentase serapan air (%) dari biodegadable plastic yang dihasilkan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, semakin banyak filler kalsium silikat maka biodegadable plastic memiliki kuat tarik yang semakin tinggi. Sedangkan kemampuan absorpsi biodegadable plastic terhadap air menurun seiring dengan semakin banyaknya jumlah kalsium silikat yang ditambahkan. Kemampuan biodegradasi plastik juga menurun seiring dengan bertambahnya jumlah filler kalsium. Biodegadable plastic dengan penambahan filler kalsium silikat 6% memiliki kuat tarik antara 7,85 MPa persentase serapan air sekitar 5% dan persentase biodegradasi sekitar 7%.

 

Biodegradable plastic is a plastic that has environmentally friendly properties because it is able to decompose by microorganisms in the soil. Starch has the potential to be used as a basic material for making biodegradable plastics because it can be easily degraded and produces environmentally friendly compounds. In this study, the source of starch was obtained from jackfruit seeds with a starch content of 29.73%. The addition of calcium silicate as a filler aims to improve the mechanical properties of biodegradable plastic. This study aims to determine the effect of calcium silicate filler on tensile strength, % biodegradation and % water absorption of the resulting biodegradable plastic. Based on the results obtained, the more calcium silicate filler the biodegradable plastic has a higher tensile strength. Meanwhile, the absorption ability of biodegradable plastic to water decreases with the increasing amount of calcium silicate added. The biodegradability of plastics also decreases with the increase in the amount of calcium filler. Biodegradable plastic with the addition of 6% calcium silicate has tensile strength between 7,85 Mpa, percent water absorption between 5% and percent biodegradation between 7%.

References

Y. Darni, H. Utami, Studi Pembuatan dan Karakteristik Sifat Mekanik dan Hidrofobisitas Bioplastik dari Pati Sorgum, J. Rekayasa Kim. Lingkung., vol. 7, no. 2, hal. 88-93, 2009.

A. Purbasari, E. F. Ariani, R. K. Mediani, Bioplastik dari Tepung dan Pati Biji Nangka, Pros. SNST Fak. Tek., vol. 1, no. 1, hal 54-59, 2014.

Y. A. Perdana, Perbandingan Penambahan Plasticizer Gliserol, Sorbitol Terhadap Biodegradasi dan Karakteristik Pektin Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima) – Pati Onggok Singkong, skripsi, UIN Sunan Kalijaga, 2016.

S. S. Udjiana, S. Hadiantoro, M. Syarwani, P. H. Suharti, Pembuatan dan Karakterisasi Plastik Biodegradable dari Umbi Talas (Xanthosoma sagittifolium) dengan Penambahan Filler Kitosan dan Kalsium Silikat, J. Tek. Kim. Dan Lingkung., vol. 3, no. 1, hal. 10-19, 2019.

S. S. Udjiana, S. Hadiantoro, A. Takwanto, A. W. Mustikarini, Peningkatan Karakteristik Biodegradable Plastics dari Kulit Pisang Candi dengan Penambahan Filler Kalsium Silikat dan Clay, J. Tek. Kim. Dan Lingkung., vol. 4, no. 2, hal. 175-185, 2020.

S. S. Udjiana, S. Hadiantoro, N. I. Azkiya, Perbandingan Karakteristik Plastik Biodegradable dari Biji Durian menggunakan Filler Kalsium Silikat dan Kalsium Karbonat, J. Tek. Kim. Dan Lingkung., vol. 5, no. 1, hal. 22-30 2021.

W. Setiani, T. Sudiarti, L. Rahmidar, Preparasi Dan Karakterisasi Edible Film Dari Poliblend Pati SukunKitosan, J. Kim. Val., vol. 3, no. 2, hal. 100-109, 2013.

R. H. Kusriani, I. Rahmawati, I. Musfiroh, Karakterisasi Pati Biji Buah Durian, Biji Buah Nangka, dan Biji Buah Alpukat, J. Farm. Galen., vol. 1, no. 1, hal. 8–11, 2014.

D. Praseptiangga, T. P. Aviany, N. H. R. Parnanto, Pengaruh Penambahan Gum Arab Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Fruit Leather Nangka (Artocarpus heterophyllus), J. Teknol. Has. Pertan., vol. 9, no. 1, hal. 71-83, 2016.

A. W. Astuti, Pembuatan Edible Film dari Semirefine Carrageenan (Kajian Konsentrasi Tepung SRC dan Sorbitol), skripsi, UPN, Jawa Timur, 2011.

N. M. Surdia, Degradasi Polimer, Maj. Polim. Indones., vol. 3, no. 1, hal. 20– 21, 2000.

Y. R. Hasanah, H. Haryanto, Pengaruh Penambahan Filler Kalsium Karbonat (CaCO3) dan Clay Terhadap Sifat Mekanik dan Biodegradable Plastik dari Limbah Tapioka, Techno J. Fak. Tek. Univ. Muhammadiyah Purwok., vol. 18, no. 2, hal. 96-107, 2017

Downloads

Published

2022-04-30

Issue

Section

Articles