Aplikasi Microwave Hydrodistillation pada Ekstraksi Biji Kapulaga

Authors

  • Y. Tri Rahkadima Prodi Teknik Kimia, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo
  • Anggun Fitria Laila Ningsih Prodi Teknik Kimia, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo
  • Medya Ayunda Fitri Prodi Teknik Kimia, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.33795/jtkl.v4i2.169

Keywords:

minyak kapulaga, ekstraksi, soxhlet, microwave hydrodistilation

Abstract

Minyak Atsiri dari kapulaga memiliki banyak manfaat dibidang industri maupun kesehatan. Metode alternatif diperlukan untuk mengoptimalkan kualitas dan kuantitas minyak atsiri yang dihasilkan karena metode konvensional memiliki banyak kelemahan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil minyak atsiri dari proses ekstraksi konvensional menggunakan soxhlet dan ekstraksi microwave hydrodistilation . Penelitian dilakukan dengan menggunakan serbuk biji kapulaga seberat 40 gram yang telah dipisahkan dari bahan impuritiesnya . Pada metode ekstraksi Soxhlet , n-heksan digunakan sebagai pelarut, sementara itu pada metode ekstraksi Microwave Hydrodistilation menggunakan aquadest sebagai pelarutnya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen yield tertinggi diperoleh saat menggunakan metode ekstraksi soxhlet yaitu sebesar 3,608% dengan volume pelarut 250 ml , waktu ekstraksi 6 jam. Penggunaan aquades dalam metode microwave hydro-distilation tidak memberikan hasil yang maksimal jika dibandingkan metode konventional ekstraksi soxhlet dengan pelarut n-heksan.

 

Essential oils from cardamom have many benefits in the field of industry and health. Alternative methods are needed to optimize the quality and quantity of essential oils produced because conventional methods have many disadvantages. This study aims to compare the results of essential oils from conventional extraction processes using Soxhlet and Microwave Hydrodistilation extraction. The study was conducted using cardamom seed powder weighing 40 grams which had been separated from the impurities. In the Soxhlet extraction method, n-hexane is used as a solvent, while in the Microwave Hydrodistilation extraction method uses aquadest as the solvent. The results showed that the highest percent yield was obtained when using the Soxhlet extraction method which was 3.608% with a volume of solvent of 250 ml, extraction time of 6 hours. The use of distilled water in the microwave hydro-distillation method does not give maximum results when compared to the conventional method of extracting Soxhlet with n-hexane solvent.

References

Abdullah, A.Asghar, M.S. Butt, M.Shahid, Q. Huang, Evaluating the antimicrobial potential of green cardamom essential oil focusing quorum sensing inhibition of Chromobacterium violaceum, Journal of Food Science and Technology, vol. 54 , no. 8 , hal. 2306 – 2315, 2017.

T. L. Lutony dan Y. Rahmawati, Produksi dan Perdagangan Minyak Atsiri. Jakarta : Penerbit Swadaya. 2002.

N.F.S. Morsy, A short extraction time of high quality hydrodistilled cardamom (Elettaria cardamomum L. Maton) essential oil using ultrasoundas a pretreatment. Industrial Crops and Products, vol. 65, hal. 287–292, 2015.

L. R .Tambunan , Isolasi Dan Identifikasi Komposisi Kimia Minyak Atsiri Dari Biji Tanaman Kapulaga (Amomum Cardamomum Willd). `Jurnal Kimia Riset, vol. 2 , no. 1, hal. 57-60, 2017

E.K.Savan dan F. Z. Küçükbay, Essential oil composition of Elettaria cardamomum Maton, Journal of Applied Biological Sciences, vol. 7, no.3, hal. 42 – 45, 2013.

E. Suratman, Djauhariya, dan Sudiarto, Plasma Nutfah Kapulaga. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, vol. 3, no. 1, hal. 22, 1997.

S. Moradi, A.Fazlali, dan H.Hamedi, Microwave-Assisted Hydro-Distillation of Essential Oil from Rosemary: Comparison with Traditional Distillation. Avicenna Journal of Medical Biotechnology. vol. 10, no. 1, hal.22-28 , 2018.

Y.T. Rahkadima, dan A. Qurrota., Transesterifikasi Minyak Dedak Padi Secara In-Situ Dengan Bantuan Gelombang Mikro, Journal of Research and Technology, vol. 3, no. 2, hal. 54–62, 2017.

B. Jos, Ekstraksi Minyak Nilam Dengan Pelarut N-Heksana. Reaktor, vol. 8, no.2, hal. 94-99, 2004.

R.H. Wulandari, Ekstraksi Biji Pepaya dengan Variasi Rasio Pelarut Terhadap Bahan dan Waktu Ekstraksi. Skripsi Teknik Kimia. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2017.

E.M. Melwita, F.Fatmawati, S. Oktaviani, Ekstraksi Minyak Biji Kapuk dengan Metode Soxhlet. Jurnal Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, vol. 20, no. 1, hal. 20-27 ,2014.

I. Efthymiopoulos, P. Hellier, N.Ladommatos, A.Russo-Profili, A.Eveleigh, A.Aliev, A. Kay, B. Mills-Lamptey, Influence of solvent selection and extraction temperature on yield andcomposition of lipids extracted from spent coffee grounds. Industrial Crops and Products, vol. 119 , hal. 49–56, 2018.

N.K. Erlyanti dan E. Rosyidah , Pengaruh Daya Microwave Terhadap Yield Pada Ekstraksi Minyak Atsiri Dari Bunga Kamboja (Plumeria Alba) Menggunakan Metode Microwave Hydrodistillation. Jurnal Rekayasa Mesin , vol.8, no.3, hal. 175-178, 2017.

A. Ali, R.A.Aziz, R.M. Yunus , Water content influence on Microwave Extraction of Essential Oil. Malasya Chemical Congress, Kuching Sarawak, 2002.

Downloads

Published

2020-10-31