Main Article Content

Abstract

Purpose: This study examines how narratives of past acts of care function as accounting language that discloses and recognizes relational contributions.


Method: An interpretive qualitative study using Schutz's phenomenology.


Results: Narratives disclosed non-financial contributions, while differing interpretations produced asymmetrical accounting recognition that may lead to one-way receivable recognition.


Novelty: The study extends accounting for relationships by demonstrating narrative as an accounting language.


Contribution: This study provides  a framework for using narrative reporting to systematically document, recognize, and value non-financial relational contributions that are often overlooked.


Abstrak 
Tujuan: Penelitian ini mengkaji bagaimana narasi tindakan perawatan di masa lalu berfungsi sebagai bahasa akuntansi yang mengungkapkan dan mengakui kontribusi relasional.


Metode: Penelitian kualitatif interpretatif dengan menggunakan fenomenologi Schutz.


Hasil: Narasi mengungkapkan kontribusi non-keuangan, sementara interpretasi yang berbeda menghasilkan pengakuan akuntansi yang asimetris yang dapat menyebabkan pengakuan piutang satu arah.


Kebaruan: Studi ini memperluas akuntansi untuk hubungan dengan menunjukkan narasi sebagai bahasa akuntansi.


Kontribusi: Studi ini menyediakan kerangka kerja untuk menggunakan pelaporan naratif guna mendokumentasikan, mengakui, dan menilai kontribusi relasional non-finansial  yang sering kali terabaikan.

Keywords

Accounting Language Accounting for Relationship Narrative Disclosure One-way Receivable Recognition Interpretive Accounting Schutzian Phenomenology

Article Details

References

  1. Akande, F. I., Okwu, T. A., Egwakhe, A. J., & Umukoro, J. E. (2024). Accounting Information Disclosure: How Far is So Far. International Journal of Professional Business Review, 9(4), e04298. https://doi.org/10.26668/businessreview/2024.v9i4.4298
  2. Aristantia, S. E., & Lating, A. I. S. (2021). Antara Aku, Jodohku, dan Akuntansi. Equilibrium: Jurnal Ekonomi-Manajemen-Akuntansi, 17(1), 1–9.
  3. Bisri, H., Alafi Hidayatin, D., & Rahayu, S. (2025). Syair Akuntansi Sebagai Media Pembelajaran: Integrasi Nilai, Bahasa, Dan Logika Finansial. Jurnal Manajemen Dan Penelitian Akuntansi (JUMPA), 18(2).
  4. Budianto, R., Latifah, S. W., Suhardianto, N., & Iswati, S. (2023). Budaya Akuntansi Indonesia: Praktik Akuntansi Level Keluarga, Masyarakat, dan Bisnis. Jurnal Akademi Akuntansi, 6(1), 63–78. https://doi.org/10.22219/jaa.v6i1.23637
  5. Burnett, R., McGhee, P., & Clarke, D. (1987). Accounting for Relationship: Explanation, representation, and knowledge.
  6. Burrell, Gibson., & Morgan, Gareth. (1979). Sociological paradigms and organisational analysis : elements of the sociology of corporate life. Heinemann.
  7. García, D. C., Arias, C. C., & García, J. A. C. (2024). Determinants of non-financial information accountability in universities: The case of Colombia. Estudios Gerenciales, 40(170), 45–56. https://doi.org/10.18046/j.estger.2024.170.6205
  8. Ginting, R., Purba, E. M. P., Ragasiwi, A. L., & Yunita, K. (2023). Accounting, a love language. Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 25(2), 237–245. https://doi.org/https://doi.org/10.30872/jfor.v25i2.12677
  9. Hendriksen, E. S., & Van Breda, M. F. (1992). Accounting Theory.
  10. Hidayah, D. F., & Septyan, F. (2024). Sandwich Generation: Copy Paste Nilai Teori Agensi Dalam Keluarga Akuntan. Jurnal Akademi Akuntansi, 7(3), 382–394. https://doi.org/10.22219/jaa.v7i2.31555
  11. Mulawarman, A. D., & Siddiqui, A. (2024). Falah-Based Sharia Value-Added: An Antithesis to The Concept of Net Profit. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 15(2), 428–443. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21776/ub.jamal.2024.15.2.30
  12. Pertiwi, A. N., & Rizqi, R. M. (2025). Akuntansi Sosial dalam Tradisi Panulung: Studi Etnografi pada Masyarakat Desa Sebewe, Kecamatan Moyo Utara. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 320–332. https://doi.org/https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.28779
  13. Rodriguez, A. (2026). “Está difícil” [“It’s difficult”]: Accounting practices and the surfacing of relational expectations in transnational family talk. Discourse Studies. https://doi.org/10.1177/14614456251396404
  14. Sari, D. A. (2020). Tradisi Tompangan dalam Perspektif Akuntansi. In RISTANSI: Riset Akuntansi (Vol. 1, Number 1). https://jurnal.stie.asia.ac.id/index.php/ristansi
  15. Schutz, A. (1967). The Phenomenology of the Social World. Northwestern University Press.
  16. Schutz, A. (1970). On Phenomenology and Social Relations (H. R. Wagner, Ed.). The University of Chicago.
  17. Sharon, S. S., & Arif, M. (2024). Musyawarah sebagai Bentuk Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 15(1), 205–221. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21776/ub.jamal.2024.15.1.15
  18. Simamora, F. K. (2023). Rekognisi Pengembalian Material dalam Pengembalian Material dalam Hubungan Asmara Pra-Nikah. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 14(14), 521–535. https://doi.org/https://doi.org/10.21776/ub.jamal.2023.14.3.36
  19. Sumail, L. O., & Sumarni, S. (2024). Menggugat Akuntansi Monologis melalui Kanal Akuntansi Dialogis Berhaluan Nusantara. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 15(2), 251–270. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21776/ub.jamal.2024.15.2.18
  20. Suryaputri, S., Siti Nurfauziah, N., Rohima Sastraningrum, N., Helen Nainggolan, R., Miftahul Zanah, S., Studi Akuntansi, P., Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan Kampus Tamansari Jl Tamansari No, F., Wetan, K., Bandung, K., & Barat, J. (2025). DNA Akuntansi Dalam Wayang Golek: Mengungkap Sistem Keuangan Yang Tersembunyi Dalam Seni Pertunjukan Tradisional (Vol. 01, Number 03). Online.
  21. Thalib, M. A., & Monantun, W. P. (2023). Mengungkap Nilai-Nilai Non Materi di balik Praktik Akuntansi Rumah Tangga Revealing The Non-Material Values Behind Household Accounting Practices. Journal of Accounting and Finance (JACFIN), 5(1), 25–37. https://doi.org/10.35912/rambis.v3i2.2370
  22. Viga, E., & Refstie, H. (2025). From accounting to accountability: socialising and relational accountability among civic humanitarian actors in Uganda. Fennia, 203(1), 62–78. https://doi.org/10.11143/fennia.145327
  23. Yani, A., & Andriani. (2025). Kewajiban Keuangan Terhadap Anak: Persepsi Orang Tua dalam Konteks Akuntansi Keluarga Islam. Imanensi: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi Islam, 1(10), 46–60. https://doi.org/https://doi.org/10.34202/imanensi.10.1.2025.46-60
  24. Zang, D. G., Paudel, K. P., Liu, Y., Liu, D., & He, Y. (2023). Financial decision-making behaviors of Ethnic Tibetan Households based on mental accounting. Financial Innovation, 9(1). https://doi.org/10.1186/s40854-023-00487-1