PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENTINGNYA PENDIDIKAN TINGGI VOKASI BAGI SISWA SMA N 1 BALAPULANG KABUPATEN TEGAL

Authors

  • Akhmad Aniq Barlian Politeknik Harapan Bersama
  • Susiyarti Politeknik Harapan Bersama
  • Inur Tivani Politeknik Harapan Bersama

DOI:

https://doi.org/10.33795/abdimas.v13i1.6853

Keywords:

knowledge, vocational education, senior high school students, community service, higher vocational education

Abstract

Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan siap menghadapi tuntutan dunia profesional. Sebagaimana diungkapkan oleh Sukoco (2019) pendidikan ini bertujuan untuk mengembangkan keahlian dan keterampilan yang diperlukan dalam industri. Dalam konteks Indonesia, pendidikan tinggi vokasi semakin menjadi sorotan sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di tengah perkembangan industri yang pesat dan kebutuhan pasar kerja yang semakin spesifik. (Sukoco, 2019, p. 01)

Masih terdapat kesenjangan antara lembaga pendidikan dan dunia usaha yang mengakibatkan lulusan tidak selalu memenuhi kualifikasi yang diharapkan oleh industri (Siswaya, 2009). Hal ini menjadi tantangan bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sedang mempertimbangkan kelanjutan pendidikan mereka. Banyak siswa yang kurang memahami pentingnya pendidikan tinggi vokasi dan terjebak dalam stigma bahwa jalur akademis adalah satu-satunya pilihan untuk mencapai kesuksesan. Padahal, pendidikan vokasi menawarkan jalur yang jelas dengan peluang karir yang menjanjikan.

Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia industri. Namun, pemahaman siswa SMA tentang pendidikan vokasi masih rendah, Melalui program pengabdian masyarakat ini, kami memberikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai pentingnya pendidikan tinggi vokasi. Dengan meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka, siswa akan lebih termotivasi untuk merencanakan masa depan mereka dan memilih bidang yang sesuai dengan minat serta potensi yang dimiliki. Upaya ini tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial yang lebih luas di masyarakat.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan sasaran siswa SMA N 1 Balapulang Kabupaten Tegal, dengan menggunakan motode sosialisasi yang di awali dengan Pretest untuk mengukur pengetahuan awal, dilanjutkan dengan penyampaian materi dan di akhiri dengan Postest unutk mengukur hasil peningkatan pengetahuan siswa.Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman siswa dari 59,31% pada pretest menjadi 97,93% pada posttest. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pendidikan vokasi

Kata kunci: Pengetahuan, Pendidikan vokasi, Siswa SMA

 

References

Budi, L. S., Sugiharto, D. Y. P., & Sunawan, S. (2021). The effectiveness of solution-focused brief career group counseling to reduce student career indecision. Jurnal Bimbingan Konseling, 10(3). https://doi.org/10.15294/jubk.v10i3.54724

Hana, Z., Sugiharto, D. Y. P., & Sutoyo, A. (2022). The role of social support in career decision-making through career adaptability. Jurnal Bimbingan Konseling, 11(4), 308–315. https://doi.org/10.15294/jubk.v12i2.65318

Indrawati, S. M., & Kuncoro, A. (2021). Improving Competitiveness Through Vocational and Higher Education: Indonesia's Vision for Human Capital Development in 2019–2024. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 57(1), 29–59. https://doi.org/10.1080/00074918.2021.1909692

Inderanata, R. N., & Sukardi, T. (2023). Investigation study of integrated vocational guidance on work readiness of mechanical engineering vocational school students. Heliyon, 9(2), e13333. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e13333

Khoeriyah, A., Sunawan, S., & Awalya. (2022). The effects of authoritative parenting on career exploration: A mediation analysis of career decision self-efficacy. Jurnal Bimbingan Konseling, 11(4). https://doi.org/10.15294/jubk.v11i4.63739

Marlina, E., Sugiyo, S., & Awalya. (2022). The effectiveness of career group counseling with modeling technique to improve vocational identity and career decision making. Jurnal Bimbingan Konseling, 11(4), 240–248. https://doi.org/10.15294/jubk.v11i4.61994.

Nasiyati, N., Sugiyo, S., & Sunawan, S. (2022). Gender differences in career decision-making self-efficacy. Jurnal Bimbingan Konseling, 11(2). https://doi.org/10.15294/jubk.v12i4.76068

Nurjanah, I., Ana, A., & Masek, A. (2022). Systematic literature review: Work readiness of vocational high school graduates in facing the industrial 4.0 era. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 28(2). https://doi.org/10.21831/jptk.v28i2.48552

Royani, I., Rusdarti, R., & Yulianto, A. (2021). The effect of industrial work practices, career guidance, and family environment on working readiness through soft skills. Journal of Economic Education, 10(2). https://doi.org/10.15294/jeec.v10i2.52220

Sukoco, J. B., Kurniawati, N. I., Werdani, R. E., & Windriya, A. (2019). Pemahaman pendidikan vokasi di jenjang pendidikan tinggi bagi masyarakat. Jurnal Pengabdian Vokasi, 1(1), 23–26. https://doi.org/10.14710/jpv.2019.4796

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158.

Yonanda, A. P., & Usman, H. (2023). Determinan status horizontal mismatch pada pekerja lulusan pendidikan tinggi di Indonesia. Jurnal Ketenagakerjaan, 18(2). https://doi.org/10.47198/jnaker.v18i2.239

Downloads

Published

2026-06-24