PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PENGGUNAAN ANTI-BROWNING AGENT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GUM ROSIN

Authors

  • Renny Chintia Fatma Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Asalil Mustain Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Desta Enggar Dwi Prasetya PT Eksploitasi dan Industri Hutan V, Jl. Kanjeng Jimat, Surodakan, Trenggalek, 66316, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v12i3.7228

Keywords:

agen anti browning, asam askorbat, distilasi, gum rosin, natrium metabisulfit

Abstract

Gum rosin merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berasal dari hasil distilasi getah pinus dan banyak diaplikasikan dalam industri cat, perekat, tinta, dan produk berbasis resin lainnya. Salah satu kendala dalam pengolahannya adalah browning yaitu perubahan warna menjadi lebih gelap akibat oksidasi yang berlebihan. Fenomena ini dipengaruhi reaksi oksidasi enzimatik yang dipicu senyawa fenolik dalam getah pinus bereaksi dengan oksigen dan enzim poliphenol oksidase (PPO) selama proses pemanasan. Reaksi tersebut menghasilkan kuinon yang selanjutnya membentuk senyawa berwarna gelap. Inaktivasi enzim PPO diperlukan untuk menghambat pembentukan kuinon dan polimer berpigmen melalui penambahan anti-browning agent yang berperan sebagai inhibitor oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh natrium metabisulfit dan asam askorbat sebagai anti-browning agent terhadap mutu gum rosin pada konsentrasi 0,9%, 1,2%, dan 1,5% berdasarkan massa getah. Metode yang digunakan berupa eksperimen laboratorium, meliputi penambahan agen dalam getah, proses distilasi dengan pemanasan terkontrol, serta analisis produk akhir. Parameter yang dianalisis meliputi bilangan asam, warna, kandungan non-volatile, dan titik lunak gum rosin. Hasil terbaik ditentukan berdasarkan kombinasi seluruh parameter dengan warna sebagai indikator utama yang mengacu pada standar Gardner yang umum digunakan dalam industri resin, dengan warna yang lebih terang menunjukkan kualitas yang lebih baik. Penggunaan natrium metabisulfit 1,5% menghasilkan kualitas terbaik dengan nilai warna Gardner 5,2, bilangan asam 189,75 mg KOH/g, non-volatile 98,7%, dan titik lunak 80°C, yang menunjukkan efektivitas lebih tinggi dalam menghambat browning serta meningkatkan kualitas gum rosin.

References

R. Rachmawati, “Potensi HHBK di Indonesia,” Jurnal Kehutanan, 2011.

Badan Pusat Statistik Indonesia, “Produksi Perusahaan Pembudidaya Tanaman Kehutanan menurut Jenis Produksi,” 2018.

Y. Deviyanti, S. Rulianah, dan T. B. Santoso. "Pengaruh Konsentrasi Asam Askorbat pada Proses Pembuatan Gum Rosin," DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, vol. 10, no.1, hal.197-204, 2024.

P. Wardanis, Zulkifli, M. Lande, dan E. Nurcahyani. "Efektivitas Ekstrak Daging Buah Nanas (Ananas comosus L.) dalam Penurunan Indeks Browning dari Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.)," Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, vol.19, no.2, hal.152-158, 2019.

C. Queiroz, Maria Lúcia Mendes Lopes, Eliane Fialho, dan Vera Lúcia Valente-Mesquita. Polyphenol oxidase: Characteristics and mechanisms of browning control. Food Reviews International, vol. 24, no.4, 361–375, 2008.

S. Permatasari dan R. B. Rahmatullah, “Pemisahan Terpentin dan Gondorukem dari Getah Pinus (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) Dengan Metode Destilasi,” Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, 2018.

P. Samosir, M. I. Syafutri, N. Malahayati, D. Aryani, dan T. Airlangga. “ Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Anti Browning Agent terhadap Warna Tepung Talas Beneng (Xanthosoma undipes K. Koch),” Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10, hal. 991–999, Palembang, 2022.

Akolo, Ingka Rizkyani, dan Rosdiani Azis. "Analisis Pengaruh Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) dan Lama Penyimpanan Terhadap Proses Browning Buah Pir Menggunakan Rancangan Faktorial," Jurnal Technopreneur (JTech), vol. 5, no.2, hal. 54-â, 2017.

Dyah Hesti Wardhani, Ardha Eri Yuliana, dan Atiqoh Sabrina Dewi. "Natrium Metabisulfit Sebagai Anti-browning agent Pada Pencoklatan Enzimatik Rebuffing Ori (Bambusa Arundinacea)," Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, vol. 5, no.4, hal. 140-145, (2016).

Y. N. Maiyansari, dan D. E. D. Prasetya, “Pengaruh Penambahan Natrium Metabisulfit pada Reaksi Browning terhadap Kualitas Gum Rosin di PT Inhutani V Trenggalek,” DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, vol. 10, no. 4, hal. 859–867, 2024.

Wen, Y.-T., Liang, Y.-Q., Chai, W.-M., Wei, Q.-M., Yu, Z.-Y., dan Wang, L.-J., “Effect of ascorbatic acid on tyronise and its anti-browning activity in fresh-cut Fuji apple,” Journal of Food Biochemistry, vol. 45, no. 12, hal 13995, 2021.

Badan Standardisasi Nasional, SNI 7636: 2011: Gondorukem, Jakarta, 2011.

R. A. N. Hidayat, S. Nugroho, H. Dewajani, dan A. Yuni, “Peningkatan Kualitas Gondorukem Dengan Penambahan Chelating Agent dan Adsorben pada Proses Pengolahan Getah Karet (Pinus Merkusii) di PT. Perhutani Anugrah Kimia,” Distilat : Jurnal Teknologi Separasi, vol. 7, no. 2, hal. 390–399, 2021.

Attila Yulaicha, Diah Ajeng Purbaningrum, Dwi Retnoningrum, dan Ariosta, "The Effect Of Submersion In Orange Juice And Fermented Milk On Color Changes Of Nanohibrid Composite Resin." Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal), vol. 10, no.5, hal. 363-366, 2021.

Baharuddin dan I. Taskirawati, Hasil Hutan Bukan Kayu, Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin, Makassar, 2009.

E. Guenther, The Essential Oils. Jakarta: UI Press, 1987.

I. Artaki, U. Ray, H. M. Gordon, dan M. S. Gervasio. Thermal degradation of rosin during high temperature solder reflow, Thermochimica Acta, 1992.

Xin Yin, Kaiwen Chen, Hao Cheng, Shuai Feng, Yuanda Song, dan Li Liang, "Chemical Stability Of Ascorbic Acid Integrated Into Commercial Products: A Review On Bioactivity And Delivery Technology." Antioxidants vol. 11, no.1, hal. 153, 2022.

B. Djatmiko, S. Sumadiwangsa, dan S. Ketaren. “Pengujian Kualitas Gondorukem. Laporan Lembaga Penelitian Hasil Hutan,” Bogor, 1973.

Additional Files

Published

30-09-2026

How to Cite

Fatma, R. C., Mustain, A., & Prasetya, D. E. D. (2026). PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PENGGUNAAN ANTI-BROWNING AGENT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GUM ROSIN. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 12(3), 394–404. https://doi.org/10.33795/distilat.v12i3.7228