PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR DARI MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN PENAMBAHAN EKOENZIM
DOI:
https://doi.org/10.33795/distilat.v12i1.7279Keywords:
Liquid Soap, Eco-Enzym, Cooking Oil, KOHAbstract
Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat mendorong bertambahnya kebutuhan terhadap produk kebutuhan dasar, salah satunya sabun mandi cair. Sabun mandi cair berfungsi menjaga kebersihan tubuh dan kesehatan kulit dari kotoran serta bakteri akibat aktivitas harian. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sabun mandi cair berbahan dasar minyak goreng sawit serta mengkaji pengaruh variasi konsentrasi kalium hidroksida (KOH) dan penambahan ekoenzim terhadap mutu sabun cair yang dihasilkan. ekoenzim digunakan sebagai bahan aditif alami karena mengandung senyawa asam organik yang berpotensi menurunkan kadar alkali bebas sehingga meningkatkan keamanan sabun terhadap kulit. Pembuatan sabun cair dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pembuatan soap base, pelarutan, dan penambahan ekoenzim. Variabel yang digunakan meliputi variasi konsentrasi KOH dan variasi penambahan ekoenzim. Produk sabun cair dianalisis berdasarkan parameter pH, organoleptik, kadar alkali bebas, dan berat jenis, kemudian dibandingkan dengan standar SNI 06-4085-1996 tentang syarat mutu sabun mandi cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi terbaik diperoleh pada konsentrasi KOH sebesar 40% dengan penambahan ekoenzim sebesar 4%. Sabun yang dihasilkan memiliki pH 9,5, berbentuk cair kental, beraroma khas, dan berwarna cokelat. Kadar alkali bebas sebesar 0,042% dan berat jenis 1,01014 g/mL menunjukkan bahwa sabun mandi cair yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan mutu SNI 06-4085-1996.
References
M. Rachmawati and H. Dewajani, "Pembuatan sabun mandi cair dari minyak kelapa sawit dengan metode Hot dan Cold Process," 2022.
D. Roy, "CHE 309: Applied Chemistry for the Health Sciences," 2024.
M. R. Kurniawan, R. P. Adjie, I. R. Akbar, S. A. Nugraha and B. A. Nalendra, "Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme Menjadi Hand Sanitizer dan Pupuk Cair Organik di Desa Pucung," vol. 2, 2022.
D. S. Nasional, "SNI Sabun Mandi Cair," 1996.
R. Hasibuan, F. Adventi and R. P. Rtg, "PENGARUH SUHU REAKSI, KECEPATAN PENGADUKAN DAN WAKTU REAKSI PADA PEMBUATAN SABUN PADAT DARI MINYAK KELAPA (Cocos nucifera L.)," vol. 8, no. 1, 2019.
S. A. Bidilah, O. Rumampe and E. Mohamad, "Optimasi Waktu Pengadukan dan Volume KOH Sabun Cair Berbahan Dasar Minyak Jelantah," vol. 12, no. 1, 2017.
H. A. Hasibuan, "KAJIAN MUTU DAN KARAKTERISTIK MINYAK SAWIT INDONESIA SERTA PRODUK FRAKSINASINYA," 2012.
D. Silsia, L. Susanti and R. Apriantonedi, "PENGARUH KONSENTRASI KOH TERHADAP KARAKTERISTIK SABUN CAIR BERAROMA JERUK KALAMANSI DARI MINYAK GORENG BEKAS," vol. 7, no. 11, 2017.
R. Ainiyah and C. Riniutami, "Formulasi sabun karika (Carica pubescens) sebagai sabun kecantikan dan kesehatan," vol. 11, no. 1, 2019.
E. Mutia, Suryati and L. Hakim, "Pembuatan Sabun Mandi Cair Herbal dari Surfaktan Methyl Ester Sulphonate dengan Ekstrak daun Kelor sebagai zat Antibakteri," Jurnal Teknologi Kimia UNIMAL, pp. 144-156, 2022.
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Akhmad Misbakhuz Zuhri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



