ANALISIS KEBUTUHAN LUAS PERMUKAAN PEMANAS PADA CALANDRIA PAN UNTUK PROSES KRISTALISASI MASAKAN A DENGAN UMPAN 7.000 KUINTAL

Authors

  • Alfina Nur Izza Awdiyah Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Arief Rahmatulloh Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Pandu Jati Ramadhan PT Rajawali I Unit PG Krebet Baru II Jl. Raya Krebet No. 10, Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v12i2.7340

Keywords:

calandria pan, efisiensi energi, kristalisasi gula, luas permukaan pemanas, manajemen proses

Abstract

Manajemen energi dan efisiensi proses kristalisasi merupakan aspek fundamental dalam industri gula modern yang berdampak signifikan terhadap produktivitas dan keberlanjutan produksi. Kristalisasi menggunakan calandria pan atau vacuum pan menjadi tahap krusial yang memerlukan optimasi transfer energi panas untuk mengontrol kualitas gula dan konsumsi energi. Penelitian ini bertujuan menentukan jumlah vacuum pan yang dibutuhkan untuk mengolah masakan A dan menganalisis perbandingan kebutuhan luas permukaan pemanas teoritis dengan spesifikasi aktual calandria pan. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental analitis dengan analisis kuantitatif perpindahan panas, mengumpulkan data spesifikasi teknis peralatan, parameter operasional (tekanan dan temperatur uap, temperatur masakan), serta variabel proses (kapasitas giling 6000 TCD, brix masakan A 93,57%). Analisis dilakukan menggunakan metode Log Mean Temperature Difference (LMTD) dan perhitungan koefisien perpindahan panas. Hasil menunjukkan kebutuhan luas permukaan pemanas untuk mengolah masakan A dengan umpan 7.000 kuintal adalah 436,733 m², sementara tersedia 6 unit calandria pan dengan total luas 1.326 m². Surplus kapasitas sebesar 889,27 m² (67,1%) mengindikasikan proses dapat dilaksanakan optimal dengan mengoperasikan hanya 2 unit calandria pan, memberikan potensi signifikan untuk optimasi manajemen energi dan peningkatan efisiensi operasional dalam industri gula.

References

G. Eggleston dan I. Lima, “Sustainability Issues and Opportunities in the Sugar and Sugar-Bioproduct Industries,” Jurnal Sustainability, vol. 7, no. 9, hal. 12209–12235, 2015.

T. Laajalehto, M. Kuosa, T. Makila, M. Lampinen, dan R. Lahdelma, “Energy Efficiency Improvements Utilising Mass Flow Control and a Ring Topology in a District Heating Network,” Jurnal Applied Thermal Engginering, vol. 69, no. 1, hal. 86–95, 2014.

S. Awasthi, A. Goyal, D. Kumar, dan D. Mishra, “A New Vertical Continuous Vacuum Pan (Evaporating Crystallizer) Design,” Jurnal Sugar Industry, vol. 145, no. 5, hal. 288–293, 2020.

D. Rackemann dan R. Broadfoot, “A New Design of Jigger System to Improve Vacuum Pan Performance,” Jurnal International Sugar Journal, vol. 110, hal. 1564–1572, 2008.

P. E. de M. Gonzales, M. A. de S. Peloso, dan J. E. Olivo, “Fed-Batch Sucrose Crystallization Model for the B Massecuite Vacuum Pan, Solution by Deterministic and Heuristic Methods,” Jurnal Processes, vol. 8, no. 9, hal. 1145, 2020.

M. A. Clarke dan R. P. Singh, “Sugar,” Encyclopaedia Britannica. Encyclopaedia Britannica, Inc, 2025.

E. V. Semenov, A. A. Slavyanskiy, D. P. Mitroshina, dan N. N. Lebedeva, “Thermodynamic Factor and Vacuum Crystallization,” Jurnal Foods and Raw Materials, vol. 10, no. 2, hal. 304–309, 2022.

S. F. E. Pomantow, L. C. Ch. E Lengkey, dan R. Molenaar, “Uji Kinerja Mesin Pengolah Gula Semut Horja MPN20 di Kelompok Tani Karya Tani Desa Talaitad Kecamatan Suluun Tareran Kabupaten Minahasa Selatan,” Jurnal Cocos, vol. 5, no. 5, 2021.

L. Rozsa, “Sugar Crystallization: Look for the Devil in the Details Part 1,” Jurnal International Sugar Journal, vol. 110, no. 1320, 2015.

B. Morgenroth, H. Max, M. Mogalle, dan H. S. Bola, “Batch Pan Automation and Its Impact on Energy Conservation in Cane Sugar Factories,” Jurnal International Sugar Journal, vol. 116, no. 1392, hal. 892, 2014.

P. W. Rein, L. F. Echeverri, dan S. Acharya, “Circulation in Vacuum Pans,” Jurnal American Society of Sugar Cane Technologists, vol. 24, hal. 1, 2004.

S. Saloko, Y. Sulastri, dan A. Kadir, “Enkapsulasi Gula Semut Aren Menggunakan Kitosan Dan Maltodekstrin,” Jurnal Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan), vol. 7, no. 1, 2021.

P. A. Handayani, F. S. Pribadi, S. Sariyoga, M. R. Putri, dan R. Andriyani, “Inovasi Produk Gula Aren Cetak Menjadi Gula Semut untuk Meningkatkan Nilai Jual,” Jurnal Pengabdian Dinamika, vol. 9, no. 1, hal. 87-93, 2022.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, ed. ke-19. Bandung: Alfabeta, hal. 82, 2020.

A. R. Mahendra, Mufid, P. J. Ramadhan, dan M. Handayani, “Analisis Kebutuhan Luas Permukaan Pemanas Juice Heater II pada Stasiun Pemurnian Pabrik Gula Krebet Baru II Malang,” Distilat: Jurnal Teknologi Separasi, vol. 9, no. 4, hal. 580–586, 2023.

F. Alidifan dan A. Chalim, ““Pengaruh Variasi Suhu dan Laju Alir terhadap Kinerja Pertukaran Kalor Sistem Fluida Formalin-Gliserol Menggunakan Shell and Tube Heat Exchanger pada Aliran Laminer,” Distilat: Jurnal Teknologi Separasi, vol. 10, no. 1, hal. 322–328, 2024.

M. A. Zidan dan A. Chalim, “Pengaruh Laju Alir Gliserin terhadap Efisiensi Pertukaran Panas dalam Shell and Tube Heat Exchanger,” Distilat: Jurnal Teknologi Separasi, vol. 10, no. 3, hal. 664–673, 2024.

A. D. Aurora, F. N. Bratastuti, M. Mufid, dan P. J. Ramadhan, “Analisis Perhitungan Luas Pemanasan Juice Heater I pada Stasiun Pemurnian,” Distilat: Jurnal Teknologi Separasi, vol. 10, no. 2, hal. 485–491, 2024.

Additional Files

Published

2026-06-30

How to Cite

Awdiyah, A. N. I., Rahmatulloh, A., & Ramadhan, P. J. (2026). ANALISIS KEBUTUHAN LUAS PERMUKAAN PEMANAS PADA CALANDRIA PAN UNTUK PROSES KRISTALISASI MASAKAN A DENGAN UMPAN 7.000 KUINTAL. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 12(2), 175–184. https://doi.org/10.33795/distilat.v12i2.7340

Issue

Section

Articles