PENINGKATAN KUALITAS ESTER C-130 PADA PROSES ESTERIFIKASI DENGAN GLISERIN USP GRADE DAN GLISERIN EX-LAB

Authors

  • Aqilla Sharfina Mazaya Putri Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Prayitno Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Desta Enggar Dwi Prasetya PT. Inhutani V Unit Industri Trenggalek Jl. Kanjeng Jimat, Dusun Klampisan, Desa Surodakan, Trenggalek, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v12i1.7451

Keywords:

Esterification, gondorukem, glycerin, modification

Abstract

Peningkatan kualitas ester modifikasi gondorukem penting untuk mendukung penggunaannya pada industri perekat, cat, tinta, dan pelapis yang memerlukan bahan dengan stabilitas tinggi. Gondorukem hasil destilasi getah pinus masih memiliki keterbatasan berupa mudah teroksidasi, perubahan warna, dan bilangan asam tinggi. Namun, penggunaan gondorukem secara langsung sering kali terbatas karena sifat fisik dan kimia yang kurang sesuai untuk aplikasi industri tertentu sehingga kestabilan produk menjadi rendah. Kandungan asam resin utama dalam gondorukem yaitu asam abietat dan asam pimarat yang menyebabkan gondorukem mudah mengalami oksidasi sehingga warnanya mudah berubah dan stabilitasnya menurun jika terpapar udara terbuka karena asam-asam resin ini memiliki gugus karboksilat (-COOH) dan ikatan rangkap konjugasi (pada asam abietat) yang sangat reaktif secara kimia. Ikatan rangkap ini dapat dengan mudah berinteraksi dengan oksigen di udara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas gondorukem melalui proses esterifikasi menggunakan gliserin dengan tingkat kemurnian berbeda, yaitu gliserin USP Grade (United States Pharmacopeia) dan gliserin Ex-Lab sebagai pembanding untuk meningkatkan sifat fisiko-kimia dan performa gondorukem. Proses esterifikasi dilakukan pada suhu 250 °C selama 90–160 menit dengan pengadukan intensif untuk memastikan reaksi berlangsung optimal. Produk ester yang dihasilkan kemudian dianalisis melalui pengujian warna, softening point, bilangan asam, dan viskositas guna mengevaluasi peningkatan mutu produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses esterifikasi mampu meningkatkan kualitas gondorukem, ditunjukkan oleh warna produk yang lebih cerah, peningkatan softening point pada kisaran 130 ± 5 °C, serta penurunan bilangan asam dibandingkan bahan awal. Nilai viskositas produk berada pada rentang Z-1 hingga Z-3 yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi industri. Kualitas produk terbaik diperoleh pada penggunaan gliserin Ex-Lab yang menghasilkan bilangan asam lebih rendah dengan sifat fisik yang tetap memenuhi spesifikasi produk ester C-130.

References

Kirk Othmer, “Encyclopedia of Chemical Technology 4th Volume Ke-21,” The Interscience Encyclopedia, vol. 21. John Wiley & Sons, New York, 2007.

Y. Suranto, “Karakter Dan Kualitas Gondorukem Kuna Hasil Penemuan Di Pemukiman Pecinan Kuatoarjo Kabupaten Purworejo,” Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur, vol. 12, no. 2, hlm. 47–60, 2018.

D. Kharismawati, N. Indrasti, dan Suprihatin, “ Strategi Implementasi Produksi Bersih untuk Meningkatkan Kinerja Industri Gondorukem (Studi Kasus Nagreg Jawa Barat),” Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM), vol. 14, 2016.

F. Bratastuti, P. Suharti, dan R. Ramadhana, “Kajian Literatur Peningkatan Kualitas Gondorukem Termodifikasi,” Distilat Jurnal Teknologi Separasi, vol. 10, no. 2, 2024, doi: https://doi.org/10.33795/distilat.v10i2.4958.

H. Prastawa, Z. Fannai, dan H. Suliantoro, “Pengembangan Hutan Pinus Masyarakat Berbasis Kemitraan Sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan. ,” Universitas Diponegoro, 2010.

Salsabila dan Chumaidi, “Studi Literatur Perencanaan Bisnis Pembuatan Disproportionated Rosin Sebagai Komiditi Ekspor Dengan Bahan Baku Gondorukem,” Distilat Jurnal Teknologi Separasi, vol. 8, no. 3, 2022.

R. Hidayat, S. Nugroho, H. Dewajani, dan A. Yuni, “Peningkatan Kualitas Gondorukem Dengan Penambahan Chelating Agent Dan Adsorben Pada Proses Pengolahan Getah Karet (Pinus Merkusii) Di PT. Perhutani Anugerah Kimia,” Distilat Jurnal Teknologi Separasi, vol. 7, no. 2, 2021.

M. Rachmawati, “Esterifikasi Gondorukem Maleat Dengan Gliserol,” Institut Pertanian Bogor, 2011.

E. H. dan B. T. H. M. Sri Wahyuni, “Esterifikasi Gliserol Dan Asam Lemak Jenuh Sawit Dengan Katalis MES,” Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 2016.

W. Indu, R. Sari, dan B. Wiyono, “Esterifikasi Gondorukem dengan Penambahan Gliserol atau Pentaerithritol,” 2005.

A. E. Prasetyo ; A. Widhi dan Widayat, “Potensi Gliserol Dalam Pembuatan Turunan Gliserol Melalui Proses Esterifikasi,” Jurnal Ilmu Lingkungan, vol. 10, no. 1, hlm. 26–31, 2012.

D. Manggala, “Esterifikasi Gondorukem dengan Gliserol dan Anhidrida Asam Maleat Menggunakan Katalisator Asam Hipofosfor,” Universitas Gadjah Mada, 2024.

R. N. Ramadhani dan Sunarta, “Pengaruh Jumlah Gliserol dan Asam Maleat Pada Pengolahan Turunan Gondorukem dengan Teknik Gliserol Ester Maleat,” Universitas Gadjah Mada, 2023.

T. Silitonga, “Pengaruh Anhidrida Asam Maleat Terhadap Sifat-Sifat Sabun Gondorukem,” 1988.

S. Sutanti, S. Purnavita, dan H. Sriyana, “Pembuatan Vernis Berbahan Gondorukem Yang Dimodifikasi Gliserol Dan Paduan Linseed Oil Dengan Minyak Biji Karet Menggunakan Metode Esterifikasi Tanpa Katalis,” ISSN 2527-6140, e-issn 2541-5890: Inovasi Teknik Kimia. , vol. 2, hlm. 54–59, 2017.

Z. Laksana, Rochmadi, dan H. Sulistyo, “Sintesis Pentaeritritol Rosin Ester Dari Gondorukem Dan Pentaeritritol Menggunakan Katalis Asam Hipofosfor,” Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2023.

M. Wahyuni, “Sifat Fisiko-Kimia Ester Gliserol Gondorukem Hidrogenasi. ,” Institut Pertanian Bogor, Bogor, 2011.

A. Syaifuddin, K. Sa’diyah, dan D. E. D. Prasetya, “Peningkatan Kualitas Gondorukem Dengan Variasi Konsentrasi Terpentin Pada Pencucian Getah Pinus,” Jurnal Penelitian Hasil Hutan, vol. 43, no. 1, hlm. 10–20, Mei 2025, doi: 10.55981/jphh.2025.5530.

Sri Winarti, “Esterifikasi Gliserol Dengan FFA (Free Fatty Acid) Berbantu Katalis Zeolit Sintetik 3A Dalam Pembuatan MDAG (Monodiasyl Gliserol),” Universitas Negeri Semarang, 2020.

R. Mu’aliyah dan S. B. W. Kusuma, “Synthesis of Cellulose Esters through an Oxidative Esterification of Cellulose with Cinnamaldehyde in Ionic Liquid and External Bases ,” Indonesian Journal of Chemical Science, 2022.

Ahonen, “Patent Method For The Saponification of Rosin Acids,” 2002.

Harold. H, Kimia Organik, 6 ed. Jakarta: Erlangga, 1990.

B. Djatmiko, S. Sumadiwangsa, dan S. Ketaren, “Pengolahan dan Pengawasan Kualitas Rosin dan Terpentin.,” Lembaga Penelitian Hasil Hutan, 1973.

Baharuddin dan Taskirawati, Hasil Hutan Bukan Kayu. Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanudin, 2009.

S. Susanto, “Investigasi Waktu Reaksi dan Komposisi Stokiometri pada Esterifikasi Rosin dari Getah Pinus Merkusii,” 2018.

Pertamina, “Pengertian Viskositas,” https://onesolution.pertamina.com/Insight/Page/Pengertian_Viskositas.

Inc. Harima Chemicals, “Rosin modified phenolic resin, gel varnish using the same, printing ink, printing method, and method for producing rosin modified phenolic resin.,” US20040181026A1, 2004

Additional Files

Published

2026-03-31

How to Cite

Putri, A. S. M., Prayitno, & Prasetya, D. E. D. (2026). PENINGKATAN KUALITAS ESTER C-130 PADA PROSES ESTERIFIKASI DENGAN GLISERIN USP GRADE DAN GLISERIN EX-LAB. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 12(1), 1–12. https://doi.org/10.33795/distilat.v12i1.7451

Issue

Section

Articles