PENGARUH FORMULASI TEPUNG SAGU DAN AIR TERHADAP KARAKTERISTIK SIRUP GLUKOSA

Authors

  • Amalia Dwi Ardini Putri Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Dwina Moentamaria Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Ernia Novika Dewi Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Noor Isnaini Azkiya Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v12i1.7732

Keywords:

enzimatic hydrolysis, glucose syrup, sago flour

Abstract

Sagu merupakan salah satu komoditas terbesar di Indonesia. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada produksi pati atau tepung sagu yang umumnya digunakan sebagai bahan pangan tradisional atau campuran dalam pembuatan kue dengan skala produksi yang relatif kecil. Padahal, sagu memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi yaitu 79%–80%, berpotensi sebagai bahan baku pembuatan sirup glukosa. Sirup glukosa merupakan gula cair yang dihasilkan melalui proses hidrolisis pati baik secara enzimatis maupun asam. Proses hidrolisis pada penelitian ini dilakukan secara enzimatis menggunakan enzim α-amilase dan glukoamilase. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variasi perbandingan tepung sagu dan air terhadap karakteristik sirup glukosa yang dihasilkan. Proses pembuatan sirup glukosa diawali dengan tahap gelatinisasi pada suhu 70°C dengan perbandingan tepung sagu dan air sebesar 1:2, 1:4, 1:6, dan 1:8 (b/v). Selanjutnya dilakukan liquifikasi menggunakan enzim α-amilase pada suhu 90°C, dilanjutkan dengan proses sakarifikasi menggunakan enzim glukoamilase pada suhu 50°C selama 72 jam dan dilakukan pemurnian menggunakan karbon aktif. Tahap terakhir yaitu analisa sirup glukosa menggunakan spektrofotometer UV-Vis . Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kadar glukosa yang diperoleh dari variasi perbandingan tepung sagu dan air berturut-turut sebesar 0,603%, 0,364%, 0,197%, dan 0,131%. Selain itu, kadar air sirup glukosa sebesar 13% telah memenuhi standar mutu berdasarkan SNI 01-2978-1992, dengan batas maksimum kadar air sebesar 20%.

References

Badan Pusat Statistik, “Statistik Indonesia ,” 2022.

Suripto, S. Ma’arif, dan Y. Arkeman, “Pengembangan Gula Cair Berbahan Baku Ubi Kayu Sebagai Alternatid Gula Kristal Dengan Pendekatan Sistem Inovasi,” Jurnal Teknik Industri, vol. 3, hal. 147–156, 2013.

A. R. Permanasari, F. Yulistiani, R. W. Purnama, T. Widjaja, dan S. Gunawan, “The Effect of Substrate and Enzyme Concentration On The Glucose Syrup Production From Red Sorghum Starch by Enzymatic Hydrolysis,” IOP Conference Series : Earth and Environmental Science, vol. 160, no. 1, 2018.

A. Y. Rahmawati dan A. Sutrisno, “Hidrolisis Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L.) Secara Enzimatis Menjadi Sirup Glukosa Fungsional: Kajian Pustaka,” Jurnal Pangan dan Agroindustri, vol. 3, hal. 1152–1159, 2015.

G. P. Rika, Maryam, dan H. Dewi, “Technical Analysis of Liquid Sugar Production Process of Raw Sago Starch Using the Enzymatic Hydrolisis Method of Pilot Plant Scale,” IOP Conference Series : Earth and Environmental Science, vol. 515, no. 1, 2020.

N. R. Az’zahrah, E. Dewi, dan M. Yerizam, “Pengolahan Pati Rumbia menjadi Serbuk Glukosa secara Hidrolisis Enzimatis dengan Variasi Perbandingan Pati dan Air, Suhu Evaporasi, dan Suhu Pengeringan,” Jurnal Teknik Kimia USU, vol. 13, no. 1, hal. 24–31, 2024.

L. M. Shitophyta, D. S. B. Ardiansyah, dan M. R. Nendanov, “Pemanfaatan ubi jalar (Ipomoea Babatas L.) menjadi sirup glukosa dengan hidrolisis asam,” Jurnal Penelitian Sains, vol. 22, no. 1, hal. 45–49, 2020.

A. Wijaya, “Pabrik Sirup Glukosa Dari Tepung Tapioka Dengan Proses Hidrolisis Enzimatis Kapasitas 40.000 Ton/Tahun Enzimatis,” Tesis, UPN “Veteran” Jawa Timur , Surabaya, 2024.

P. A. Julio, M. H. B. Djoefrie, A. Budiyanto, dan M. I. Nurulhaq, “Optimasi Perbandingan Air Dan Enzim Dalam Proses Pembuatan Gula Cair Sagu Asal Sorong Selatan,” Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanoan, vol. 12, no. 1, hal. 43–53, 2022.

Z. Albaasith, R. N. Lubis, dan R. Tambun, “Pembuatan Sirup Glukosa Dari Kulit Pisang Kepok (Musa acuminatabalbisianacolla) Secara Enzimatis,” Jurnal Teknik Kimia USU, vol. 3, no. 2, hal. 15–18, 2014.

N. R. Martiyana, “Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong (Manihot utilissima) Sebagai Gula Cair Secara Metode Hidrolisis Enzimatis,” Skripsi, Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang, 2022.

M. P. M. Tambunan, Z. Ginting, dan R. Nurlaila, “Pengaruh Suhu Dan Waktu Hidrolisis Terhadap Kadar Glukosa Dalam Pembuatan Sirup Glukosa Dari Biji Alpukat Dengan Metode Hidrolisis Asam,” Chemical Engineering Journal Storage, vol. 1, no. 3, hal. 17–26, 2021.

Y. Zhang, Z. Zhang, J. Yang, Y. Yue, dan H. Zhang, “Evaporation Characteristics of Viscous Droplets On Stainless Steel Superhydrophobic Surface,” International Journal of Thermal Sciences, vol. 183, 2023.

Standar Nasional Indonesia, “SNI 01-2892-1992: Cara Uji Makanan dan Minuman,” Jakarta , 1992.

A. Moniharapon, “Pengaruh Konsentrasi Pati Sagu Termodifikasi Pada Pembuatan Permen,” Jurnal Penelitian Teknologi Industri, vol. 8, no. 1, hal. 49–56, 2016.

K. Dwi Murtias, A. Heri Mulyati, dan A. Budiyanto, “Optimasi Produksi Gula Cair Dari Pati Sagu (Metroxylon spp.) Asal Sulawesi Tenggara,” Jurnal Teknik Kimia, hal. 30–41, 2015.

Additional Files

Published

2026-03-31

How to Cite

Putri, A. D. A., Moentamaria, D., Dewi, E. N., & Azkiya , N. I. (2026). PENGARUH FORMULASI TEPUNG SAGU DAN AIR TERHADAP KARAKTERISTIK SIRUP GLUKOSA . DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 12(1), 130–140. https://doi.org/10.33795/distilat.v12i1.7732

Issue

Section

Articles