ANALISIS PENGARUH SUGAR CONTENT DALAM INJEKSI OUT TERHADAP LAJU KOROSI PADA PERPIPAAN SISTEM COOLING TOWER DI INDUSTRI GULA INDONESIA

Authors

  • Amalia Hadiatul Faidah Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Anang Takwanto Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v12i1.7923

Keywords:

sugar content, perpipaan, laju korosi, injeksi out, cooling tower

Abstract

Korosi pada perpipaan sistem cooling tower merupakan salah satu permasalahan umum di lingkungan industri karena dapat menyebabkan penurunan ketebalan pipa, kebocoran, dan gangguan pada keberlangsungan proses produksi. Salah satu faktor yang diduga mempercepat laju korosi adalah kontaminasi gula (sugar content) dalam air pendingin, khususnya di industri gula Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi gula terhadap laju korosi pada logam besi menggunakan metode kehilangan berat (weight loss). Eksperimen ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan larutan gula sebagai media simulasi untuk mempresentasikan kondisi aliran injeksi out pada cooling tower yang berpotensi terkontaminasi residu gula dari proses produksi. Variasi konsentrasi larutan gula yang digunakan adalah 1000 ppm, 5000 ppm, dan 10000 ppm, dengan waktu perendaman selama empat hari (96 jam) pada kondisi terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar gula berbanding lurus dengan peningkatan laju korosi terhadap waktu. Nilai laju korosi tertinggi diperoleh pada konsentrasi 10.000 ppm sebesar 34,4435 miles per year, disertai penurunan pH dan peningkatan konduktivitas akibat degradasi gula menjadi asam organik. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberadaan gula dalam air pendingin dapat berpotensi mempercepat laju korosi, sehingga diperlukan pengendalian kualitas air yang efektif untuk menjaga kinerja sistem perpipaan cooling tower.

References

J. P. U. Margono Sugeng, Fajar Maulana Ismail, “Loss Dan Polarisasi Pada Pipa Dengan Pengujian Korosi Standar Astm G59 Dan ASTM G31,” vol. 2, no. 1, pp. 48–56, 2022.

S. Wahyu, A. Mustain, and M. A. Rizky, “Analisa Perhitungan Efisiensi Cooling Tower 32 T 821 Pada Utilitas Ii Produksi Ii B Pt Petrokimia Gresik,” DISTILAT J. Teknol. Separasi, vol. 9, no. 1, pp. 114–119, 2023, doi: 10.33795/distilat.v9i1.520.

Komalasari and Zultiniar, “Inhibitor Polifosfat Untuk Mengendalikan Korosi Pada Pipa Sistem Pendistribusian Air,” J. Sains dan Teknol., vol. 13, no. 1, pp. 10–15, 2014.

P. Wulandari and B. Widiono, “Penentuan Laju Korosi Dan Remaining Life Pada Pipa Jembatan Gas Jrebeng 1, Jrebeng 2, Nginden Dan Kali Surabaya Dari Pt Perusahaan Gas Negara Tbk,” DISTILAT J. Teknol. Separasi, vol. 7, no. 2, pp. 74–81, 2023, doi: 10.33795/distilat.v7i2.187.

F. C. R. dan D. Feriyanto, “Jurnal Teknik Mesin : Vol . 12 , No . 3 , Oktober 2023 ISSN 2549-2888,” vol. 12, no. 3, 2023.

D. R. Wulan, N. I. Azkiya, K. Widjajanti, N. Bella, and Y. Maryanty, “Asam Askorbat , Natrium Nitrit dan Natrium Fosfat sebagai Inhibitor Laju Korosi pada Alumunium dan Seng dalam Media Biosolar,” vol. 6, no. September 2021, pp. 36–43, 2022.

S. Durmoo, C. Richard, G. Beranger, and Y. Moutia, “Biocorrosion of stainless steel grade 304L (SS304L) in sugar cane juice,” Electrochim. Acta, vol. 54, no. 1, pp. 74–79, 2008, doi: https://doi.org/10.1016/j.electacta.2008.06.028.

B. Y. R. Surnam, H. Bundhoo, and G. Ramchurn, “Corrosion In a Sugar Mill,” E3S Web Conf., vol. 559, 2024, doi: 10.1051/e3sconf/202455902004.

H. Ivandri, I. P. Mulyatno, and Kiryanto, “Pengaruh Natrium Clorida, Asam Sulfat dan Air Laut terhadap Laju Korosi Baja SS 400 sebagai Bahan Material Kapal dengan Metode Weight Loss,” J. Tek. Perkapalan, vol. 5, no. 4, p. 785, 2022, [Online]. Available: http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval

J. Sa’diyah and P. H. Suharti, “Pemanfaatan Psidium Guajava Dan Annona Muricata Sebagai Green Corrosion Inhibitor Terhadap Penurunan Laju Korosi Pada Pipa Baja Karbon,” DISTILAT J. Teknol. Separasi, vol. 8, no. 4, pp. 883–889, 2023, doi: 10.33795/distilat.v8i4.518.

R. Kurnianto and M. Rajagukguk, “PEMBUMIAN DI TANAH GAMBUT,” pp. 1–6, 2018.

R. dan M. Ornelasari, “Analisa Laju Korosi Pada Stainless Steel 304 Menggunakan Metode Astm G31-72 Pada Media Air Nira Aren,” Jtm, vol. 01, pp. 112–117, 2015.

D. Jones, “Principles and Presentation of Corrosion,” 1996.

Yunaidi, “Perbandingan Laju Korosi Pada Baja Karbon Rendah dan Stainless Steel Seri 201 , 304 , dan 430 Dalam Media Nira,” J. Mek. dan Sist. Termal, vol. 1, no. April, pp. 1–6, 2016.

K. A. Roni et al., “Penambahan Inhibitor Ekstrak Daun Pepaya ( Carica Papaya L .) Terhadap Pengaruh Laju Korosi Pada Baja,” vol. 7, pp. 28–35, 2022.

F. A. zahra, B. Aliyah, L. O. Nurhadi, “Ekstrak Kafein Ampas Kopi Sebagai Inhibitor Korosi Baja Murni Dalam,” J. Semin. Nas. sains dan Teknol., pp. 1–9, 2019.

Additional Files

Published

2026-03-31

How to Cite

Faidah, A. H., & Takwanto, A. (2026). ANALISIS PENGARUH SUGAR CONTENT DALAM INJEKSI OUT TERHADAP LAJU KOROSI PADA PERPIPAAN SISTEM COOLING TOWER DI INDUSTRI GULA INDONESIA. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 12(1), 141–150. https://doi.org/10.33795/distilat.v12i1.7923

Issue

Section

Articles