PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI TEH HERBAL CELUP ANTIOKSIDAN DARI KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L.) DAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.)

Authors

  • Eunike Tri Kinasih Widi Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Alfa Fida’a Lazzuardi Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Khofifah Widarwati Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Dyah Ratna Wulan Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v12i2.7990

Keywords:

aktivitas IC50, antioksidan, bunga rosella, kayu secang, teh herbal

Abstract

Teh herbal dari kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki potensi sebagai minuman antioksidan, namun kandungan dan aktivitas antioksidannya belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan rasio komposisi kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap kualitas fisik, karakteristik organoleptik, kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan pada teh herbal celup. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu variasi ukuran partikel (18, 29, dan 45 mesh) dan rasio massa kayu secang:rosella (2:1 dan 1:1). Uji yang dilakukan berupa uji kualitas fisik (kadar air, kadar abu total, kadar abu larut air), uji organoleptik, uji fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (pengukuran IC₅₀). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran mesh yang lebih besar berpengaruh meningkatkan kadar air, tidak mempengaruhi kadar abu total, dan memiliki nilai IC50 lebih besar, sedangkan rasio kayu secang:rosella 1:1 tidak berpengaruh terhadap kadar air, namun menghasilkan kadar abu lebih tinggi dan nilai IC50 yang lebih besar dibandingkan rasio 2:1. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ukuran partikel 45 mesh dan rasio 2:1 menghasilkan kualitas terbaik, dengan kadar air 7,42%, kadar abu total 6,20%, kadar abu larut air 65,99%, serta nilai IC₅₀ sebesar 91,02 ppm. Teh herbal ini telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam SNI 3836:2013 tentang teh kering dalam kemasan. Formulasi ini berpotensi sebagai minuman fungsional kaya antioksidan.

References

Statista Research Department, “Indonesia: Which of the following beverages do your regularly consume?” 2025.

A. Wirda Hayati, Kandungan Gizi Dan Manfaat Teh Herbal. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia, 2022.

R. Sari dan R. Suhartati, “Secang (Caesalpinia sappan L.) : Tumbuhan Herbal Kaya Antioksidan,”Jurnal Eboni, vol. 13, no. 1, hal. 57–67, 2016. (cek singkatan eboni itu apa)

J. Oliver, “Rosella, si merah yang kaya manfaat,” Hilos Tensados, vol. 1, hal. 1–476, 2019.

A. Nasir, L. Sari, dan F. Hidayat, “Pemanfaatan Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) sebagai Bahan Baku Pembuatan Teh Celup Herbal dengan Penambahan Kayu Manis (Cinnamons lumbini L)”, 2020.

I. Kesuma Sayuti dan R. Yenrina, “Antioksidan Alami Dan Sintetik”, Andalas University Press, 2015.

F. D. Utari, “Produksi Antioksidan dari Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Menggunakan Pengering Berkelembaban Rendah,” Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, vol. 6, no. 3, 2017.

F. Dwi Utari, M. Djaeni, N. Ariani, dan R. Hidayat, “Ekstraksi Antosianin dari Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Berbantu Ultrasonik: Tinjauan Aktivitas Antioksidan Ultrasonic Aided Anthocyanin Extraction of Hibiscus sabdariffa L. Flower Petal: Antioxidant Activity,” Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, vol. 6, no. 3, hal. 71, 2017.

R. Yulianty, M. Murdifin, dan N. Asma, “Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dan Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.),” Prosiding Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia, hal. 20–21, 2016.

I. W. Karta, P. A. K. Iswari, dan L. A. N. K. E. Susila, “Teh Cang Salak: Teh dari Limbah Kulit Salak dan Kayu Secang yang Berpotensi untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Degeneratif,” vol. 7, no. 1, hal. 27–36, 2019.

Ergina, S. Nuryanti, dan I. Dwi Pursitasari, “Uji Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Pada Daun Palado (Agave angustifolia) Yang Diekstraksi Dengan Pelarut Air Dan Etanol,” Jurnal Akademika Kimia, vol. 3, no. 3, hal 165–172, 2017.

F. R. Mondong, “Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Patikan Emas (Euprorbia prunifolia Jacq.) dan Bawang Laut (Proiphys amboinensis (L.) Herb),” Jurnal MIPA, vol. 4, no. 1, hal. 81, 2015.

M. Lestari, E. R. Muhammad Saleh, dan H. Rasulu, “Pengaruh Umur Daun Pala dan Jenis Pengeringan Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Teh Herbal Daun Pala,” Techno: Jurnal Penelitian, vol. 7, no. 2, hal. 177, 2018.

A. Daud, Suriati, dan Nuzulyanti, “Kajian Penerapan Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Penentuan,” Jurnal Lutjanus, vol. 24, no. 2, hal 11–16, 2019.

M. I. Prawira-Atmaja dkk., “Evaluation of the conformity of the quality of tea products with the requirements of the Indonesian National Standard,” Jurnal Standardisasi, vol. 23, no. 1, hal. 43, 2021.

P. K. Sharma, M. Ali, dan D. K. Yadav, “Physicochemical and phytochemical evaluation of different black tea brands,” Journal of Applied Pharmaceutical Science, vol. 1, no. 3, hal. 121–124, 2021.

R. Balasooriya, M. Kooragoda, dan P. Jayawardhane, “Comparative analysis on physical and chemical characteristics of commercially manufactured/processed green tea in Sri Lanka,” International Journal of Food Science and Nutrition, vol. 4, no. 4, hal. 43–47, 2019.

R. Yulianty, M. Murdifin, dan N. Asma, “Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dan Kelopak Bunga Rosella (Hibicul sabdariffa L.),” Prosiding Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia Ke-50, hal. 5–24, 2016.

Additional Files

Published

2026-06-30

How to Cite

Widi, E. T. K., Lazzuardi, A. F., Widarwati, K., & Wulan, D. R. (2026). PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI TEH HERBAL CELUP ANTIOKSIDAN DARI KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L.) DAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.). DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 12(2), 195–206. https://doi.org/10.33795/distilat.v12i2.7990

Issue

Section

Articles