PEMBUATAN EDIBLE FILM ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK BAWANG PUTIH BERBAHAN BAKU GLUKOMANAN DENGAN KOMBINASI KITOSAN, SORBITOL, DAN GELATIN

Authors

  • Almas Salsabilla Maulidya Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl.Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia
  • Reza Dyota Ahmad Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No.9, Malang 65141, Indonesia
  • Eko Dwi Wahyu Saputro Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No.9, Malang 65141, Indonesia
  • Mokhamad Abiyyu Bilkhaq Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No.9, Malang 65141, Indonesia
  • Dyah Ratna Wulan Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No.9, Malang 65141, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33795/distilat.v12i2.8003

Keywords:

antibakteri, edible film, filler, glukomanan, JIS Z1707

Abstract

Kerusakan bahan pangan akibat pengaruh fisika, kimia, dan biologi dapat diminimalisir melalui penggunaan  kemasan edible film yang terbuat dari tepung glukomanan sehingga aman bagi kesehatan dan juga ramah lingkungan. Namun, edible film dari tepung glukomanan mudah terkontaminasi gas, kurang elastis, dan rawan sobek, sehingga perlu bahan tambahan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh bahan tambahan edible film dari tepung glukomanan untuk memperoleh edible film yang sesuai dengan standar. Penelitian ini pembuatan edible film melalui metode eksperimental yang meliputi tahapan pencampuran seluruh bahan, pemanasan suhu 80 , pencetakan larutan dan pengeringan suhu 60 . Analisis dilakukan dengan menggunakan variabel bebas berupa konsentrasi kitosan (0,5-1,5% (b/v)) dan ekstrak bawang putih (1- 3% (v/v)) serta variabel tetap berupa komposisi tepung glukomanan (2% (b/v)), sorbitol (3% (v/v)), gelatin ayam (4% (b/v)), dan minyak kelapa sawit (1% (v/v)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kitosan dan ekstrak bawang putih berpengaruh signifikan terhadap ketebalan. Kitosan juga meningkatkan elongasi dan sifat antibakteri edible film. Kitosan sebesar 0,50% (b/v), dan konsentrasi ekstrak bawang putih sebesar 1% (v/v) menghasilkan edible film yang memenuhi standar JIS Z1707, 1975 dengan nilai kuat tarik sebesar 0,5031 kgf/mm2, ketebalan 0,22 mm, elongasi 102,39%, dan laju transmisi uap air 1,03 g/m2/24 jam.

References

C. R. Cook dan R. U. Halden, “Ecological and health issues of plastic waste,” Plast. Waste Recycl. Environ. Impact, Soc. Issues, Prev. Solut., hal. 513–527, Jan 2020.

T. D. Moshood, G. Nawanir, F. Mahmud, F. Mohamad, M. H. Ahmad, dan A. AbdulGhani, “Sustainability of biodegradable plastics: New problem or solution to solve the global plastic pollution?,” Curr. Res. Green Sustain. Chem., vol. 5, hal. 100273, Jan 2022.

P. D. Ramadhani, Supriyadi, H. K. Hendrasty, E. M. B. Laksana, dan U. Santoso, “Karakteristik Edible Film Aktif Berbasis Kitosan dengan Penambahan Ekstrak Daun Jati,” J. Teknol. dan Ind. Pangan, vol. 34, no. 1, hal. 1–12, Jun 2023.

A. B. Pati dan C. Winarti, “Teknologi produksi dan aplikasi pengemas,” Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, vol. 31, no. 3, 2012.

S. Koswara, “Teknologi Pengolahan Umbi ‐ Umbian Bagian 6 : Pengolahan Singkong,” Trop. Plant Curric. Proj., vol. 1, no. 1, hal. 1–26, 2013.

W. Zhang dan J. W. Rhim, “Recent progress in konjac glucomannan-based active food packaging films and property enhancement strategies,” Food Hydrocoll., vol. 128, Jul 2022.

Z. K. Falah, S. Suryati, N. Sylvia, M. Meriatna, dan S. Bahri, “Pemanfaatan Tepung Glukomanan Dari Pati Umbi Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Edible Film,” Chem. Eng. J. Storage, vol. 1, no. 3, hal. 50–62, Des 2021.

S. M. B. Hashemi dan D. Jafarpour, “The efficacy of edible film from Konjac glucomannan and saffron petal extract to improve shelf life of fresh-cut cucumber,” Food Sci. Nutr., vol. 8, no. 7, hal. 3128–3137, 2020.

N. Aminah, H. Faizin, D. Moentamaria, dan Z. Irfin, “Pembuatan Edible Film Berbasis Glukomanan,” DISTILAT J. Teknol. Separasi, vol. 9, no. 1, hal. 29–41, Mar 2023.

N. Kusumaningsih, “Pembuatan Edible Film Berbahan Baku Tepung Glukomanan dengan Penambahan Gelatin, Sorbitol, Minyak Kelapa, dan Minyak Cengkeh Sebagai Antimikroba,” Politeknik Negeri Malang, 2022.

Yandriani dan A. M. Jannah, “Characterization of durian peel edible film with addition of antibacterial from garlic extract,” J. Tek. Kim., vol. 27, no. 1, hal. 10–19, 2022.

K. B. Narayanan, R. Bhaskar, H. Kim, dan S. S. Han, “In Vitro Cytocompatibility Assessment of Novel 3D Chitin/Glucan- and Cellulose-Based Decellularized Scaffolds for Skin Tissue Engineering,” Sustain., vol. 15, no. 21, Nov 2023.

N. I. Sari, M. Syahrir, dan D. E. Pratiwi, “Pengaruh Penambahan Filler Kitosan dan CaCO3 Terhadap Karakteristik Bioplastik dari Umbi Gadung (Dioscorea Hispida Densst),” Chem. J. Ilm. Kim. dan Pendidik. Kim., vol. 23, no. 1, 2022.

A. El Kadib. et al., “Functional bio-based chitosan films: From material design to biological properties,” Funct. Mater. Biomed. Appl., hal. 1–50, Jun 2023.

K. D. Wijayani, Y. S. Darmanto, dan E. Susanto, “Karakteristik Edible Film Dari Gelatin Kulit Ikan Yang Berbeda,” J. Ilmu dan Teknol. Perikan., vol. 3, no. 1, hal. 59–64, Jun 2021.

Y. Xu. et al., “Effects of zein stabilized clove essential oil Pickering emulsion on the structure and properties of chitosan-based edible films,” Int. J. Biol. Macromol., vol. 156, hal. 111–119, Agu 2020.

L. A. S. PALAYUKAN, “Sifat Fisik Mekanik Dan Daya Hambat Mikroba Edible Film Sodium Alginate/Gum Arabic Dengan Penambahan Gluten Dan Minyak Oregano,” Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin, 2021.

Y. H. dan L. Katherina, “Karakteristik Edible Film Dari Kulit Kopi Robusta (Coffea canephora) Dan Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume),” FaST - J. Sains dan Teknologi, no. Vol. 2 No. 2, 2019.

M. F. Widyono, “Optimalisasi Formula Edible Film Umbi Porang (Amorphophallus Blumei) dengan Isolated Soy Protein, Filler CaCO3, Lipid Minyak Kedelai, dan Antimikroba Atsiri Sereh,” Lap. Skripsi D4 Teknol. Kim. Ind., 2021.

A. Arifa, “Optimasi Pembuatan Edible Film dari Tepung Glukomanan dengan Penambahan CaCO3, Gelatin, Gliserol, Minyak Kelapa, dan Tea Tree Oil sebagai Antimikroba,” Skripsi D4 Teknologi Kimia Industri, Politeknik Negeri Malang, 2021.

R. Farahmandfar, R. Esmaeilzadeh Kenari, M. Asnaashari, D. Shahrampour, dan T. Bakhshandeh, “Bioactive compounds, antioxidant and antimicrobial activities of Arum maculatum leaves extracts as affected by various solvents and extraction methods,” Food Sci. Nutr., vol. 7, no. 2, hal. 465–475, Feb 2019.

Additional Files

Published

2026-06-30

How to Cite

Maulidya, A. S., Ahmad, R. D., Saputro, E. D. W., Bilkhaq, M. A., & Wulan, D. R. (2026). PEMBUATAN EDIBLE FILM ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK BAWANG PUTIH BERBAHAN BAKU GLUKOMANAN DENGAN KOMBINASI KITOSAN, SORBITOL, DAN GELATIN. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 12(2), 356–368. https://doi.org/10.33795/distilat.v12i2.8003

Issue

Section

Articles