Integrasi Bank Sampah dan Bank Pangan dalam Model Ekonomi Sirkular
DOI:
https://doi.org/10.33795/jabh.v13i02.9849Keywords:
Bank Pangan, Ekonomi Sirkular, Pemborosan Pangan, Pengelolaan Pangan, Pengelolaan Sampah, Waste Bank, Food BankAbstract
Pemborosan pangan merupakan tantangan signifikan dalam sistem pangan global, termasuk di Indonesia, yang berdampak pada aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep bank pangan berkelanjutan yang mengintegrasikan prinsip-prinsip bank sampah dan bank pangan dalam kerangka ekonomi sirkular untuk mengurangi pemborosan pangan sekaligus memberdayakan masyarakat lokal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi literatur terhadap 138 artikel ilmiah dari tahun 2004 – 2024, kemudian memetakan praktik terbaik, model bisnis, dan tantangan dalam pengelolaan pemborosan pangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi sistem daur ulang sampah makanan (bank sampah) dan redistribusi pangan layak konsumsi (bank pangan) dapat meningkatkan efisiensi sumber daya, memberikan insentif ekonomi melalui sistem bagi hasil, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Model ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model terpadu yang menggabungkan mekanisme bank sampah dan bank pangan disertai sistem kuantifikasi mandfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara simultan, sebuah pendekatan yang belum banyak dikembangkan dalam literatur sebelumnya. Konsep ini diharapkan menjadi solusi inovatif dan aplikatif dalam pengelolaan pemborosan pangan yang berkelanjutan.



