Analisis Kelelahan Kerja: Integrasi NASA-TLX dan Metrik Fisiologis dalam Evaluasi Beban Mental dan Fisik Praktikan Permesinan
DOI:
https://doi.org/10.33795/jabh.v13i02.9864Keywords:
Kelelahan kerja, Beban Kerja Mental, NASA-TLX, Denyut Jantung, Konsumsi Oksigen, Beban Kerja FisiologisAbstract
Kelelahan kerja merupakan kondisi multidimensional yang mencakup aspek fisik, mental, dan kognitif akibat beban aktivitas yang melebihi kapasitas individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelelahan mahasiswa praktik permesinan dengan mengombinasikan metode subjektif NASA-TLX dan metode fisiologis melalui pengukuran denyut jantung (Heart Rate) serta konsumsi oksigen. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa Jurusan Teknik Mesin yang mengikuti kegiatan praktik di bengkel, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan pengukuran denyut jantung pada tiga kondisi: sebelum, saat, dan sesudah praktik. Hasil analisis NASA-TLX menunjukkan bahwa tingkat beban kerja mental berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 64, menandakan tuntutan kognitif dan fisik yang besar selama kegiatan berlangsung. Pengukuran fisiologis memperlihatkan peningkatan konsumsi energi dari 0,90 kkal/menit sebelum praktik menjadi 1,02 kkal/menit saat praktik, lalu menurun menjadi 0,94 kkal/menit setelahnya. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas metabolik dan beban kerja selama praktik. Keselarasan antara hasil subjektif dan objektif menegaskan bahwa beban kerja mahasiswa cukup tinggi, sehingga diperlukan evaluasi sistem pembelajaran praktik agar keseimbangan antara tuntutan fisik dan mental dapat tercapai.



