Strategi Pemasaran Hotel Di Kabupaten Banyuwangi: Analisis Bauran Pemasaran 8p Dan Peran Event Pariwisata Terhadap Tingkat Hunian Kamar (2021–2026)
DOI:
https://doi.org/10.33795/jabh.v13i02.9948Keywords:
Pemasaran Hotel, Bauran Pemasaran 8P, Tingkat Hunian Kamar, Banyuwangi, Event PariwisataAbstract
Penelitian ini menganalisis strategi pemasaran hotel di Kabupaten Banyuwangi dengan memanfaatkan data sekunder periode 2021–2024. Banyuwangi merupakan destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang mencatat 3.405.145 kunjungan wisatawan pada tahun 2024, meningkat 7% dari tahun sebelumnya. Menggunakan pendekatan deskriptif-analitik dan kerangka bauran pemasaran 8P, penelitian ini mengkaji bagaimana hotel-hotel di Banyuwangi merancang dan mengimplementasikan strategi pemasaran untuk mengoptimalkan tingkat hunian kamar (TPK). Hasil analisis menunjukkan: (1) strategi event-driven marketing melalui Banyuwangi Festival terbukti mendorong TPK hotel berbintang mencapai 80–100% pada periode peak season; (2) seluruh elemen marketing mix berpengaruh signifikan terhadap keputusan tamu menginap, dengan product, promotion, dan people sebagai variabel dominan; (3) pemanfaatan platform digital (OTA, media sosial, influencer marketing) menjadi pendekatan utama dalam menjangkau segmen wisatawan domestik maupun mancanegara; (4) TPK rata-rata Banyuwangi pada periode reguler berkisar 40–48%, masih di bawah rata-rata Jawa Timur sebesar 48,57% (April 2024, BPS Jatim). Tantangan utama mencakup tingginya seasonality, rata-rata lama menginap yang pendek (1,33–1,47 hari), serta persaingan dengan destinasi Bali. Penelitian merekomendasikan penguatan strategi digital marketing, diversifikasi ke segmen MICE, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk meningkatkan daya saing perhotelan Banyuwangi.



