Main Article Content

Abstract

Bangunan dengan ketidakberaturan horizontal memiliki kerentanan terhadap respons seismik. Salah satu sistem yang umum diterapkan pada bangunan tersebut adalah sistem dilatasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem dilatasi terhadap kinerja struktur pada bangunan dengan ketidakberaturan horizontal. Objek penelitian berupa gedung 6 lantai dengan konfigurasi bentuk L dan T yang dimodelkan dalam kondisi tanpa dilatasi dan dilatasi. Evaluasi kinerja dilakukan melalui analisis pushover berdasarkan metode kapasitas spektrum (ATC-40) dan koefisien perpindahan (FEMA-440) menggunakan bantuan software analisis struktur 3D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dilatasi menurunkan kebutuhan penulangan sebesar 5,09% pada konfigurasi L dan 3,73% pada konfigurasi T. Berdasarkan kurva kapasitas, dilatasi menurunkan gaya geser dasar maksimum sebesar 38,28–59,44% pada konfigurasi L dan 20,34–69,64% pada konfigurasi T, disertai respons perpindahan yang bervariasi akibat perubahan kekakuan dan kapasitas lateral tiap blok. Selanjutnya, berdasarkan analisis titik kinerja (ATC-40) pada kedua konfigurasi, model dilatasi menunjukan peningkatan tingkat kinerja dari Damage Control menjadi Immediate Occupancy ditinjau dari simpangan maksimum. Sedangkan, berdasarkan hasil analisis target perpindahan (FEMA-440), model dilatasi menunjukan peningkatan tingkat kinerja dari Life Safety menjadi Immediate Occupancy ditinjau dari simpangan inelastik maksimum. Jarak dilatasi yang dibutuhkan sebesar 375 mm. Dari segi biaya pekerjaan struktur, penerapan dilatasi menurunkan total biaya pekerjaan struktur sebesar 3,27% pada konfigurasi L dan 2,30% pada kofigurasi T. Secara keseluruhan, penerapan sistem dilatasi meningkatkan kinerja struktur dan menurunkan biaya pekerjaan struktur pada model yang ditinjau.

Keywords

dilatasi ketidakberaturan horizontal analisis pushover kinerja struktur

Article Details

References

  1. BMKG, “Pengetahuan Tentang Gempa Bumi,” Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II. Accessed: Dec. 22, 2025. [Online]. Available: https://bbmkg3.bmkg.go.id/tentang-gempa
  2. S. J. Hutchings and W. D. Mooney, “The Seismicity of Indonesia and Tectonic Implications,” Geochemistry, Geophysics, Geosystems, vol. 22, no. 9, Sep. 2021, doi: 10.1029/2021GC009812.
  3. N. W. M. T. Lamia, R. Pandaleke, and D. Handono, “Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang dengan Denah Bangunan Berbentuk ‘L,’” Jurnal Sipil Statik, vol. 8, no. 4, pp. 519–532, 2020.
  4. M. Al Siddique and M. Hasan, “Effect of Plan Irregularity on Seismic Performance of the Building,” Journal of Construction and Building Materials Engineering, vol. 7, no. 2, pp. 37–45, 2021, [Online]. Available: www.matjournals.com
  5. Amalia, R. Fadlli, and L. Tiyani, “Respon Struktur Akibat Penempatan Dilatasi pada Bangunan dengan Ketidakberaturan Horizontal,” Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan, vol. 9(1), pp. 74–81, Dec. 2022.
  6. K. Kuria and O. Kegyes-Brassai, “Pushover Analysis in Seismic Engineering: A Detailed Chronology and Review of Techniques for Structural Assessment,” Applied Sciences (Switzerland), vol. 14, no. 151, pp. 1–35, Dec. 2024, doi: 10.3390/app14010151.
  7. R. Prihandoyo, Bayzoni, H. Husni, and F. Alami, “Evaluasi Pengaruh Dilatasi pada Gedung Baja Empat Lantai Terhadap Beban Gempa menggunakan Metode Statik Pushover,” JRSDD, vol. 9, no. 4, pp. 749–762, Dec. 2021.
  8. Badan Standardisasi Nasional, Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, SNI 2847-2019. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional, 2019.
  9. Badan Standardisasi Nasional, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Nongedung, SNI 1726:2019. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional, 2019.
  10. Badan Standardisasi Nasional, Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung, SNI 1727:2020. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional, 2019.
  11. R. Resatoglu and S. Jkhsi, “Evaluation of Ductility of Reinforced Concrete Structures With Shear Walls Having Different Thickness and Differents Poistions,” IIUM Engineering Journal, vol. 23, no. 2, pp. 32–44, Jul. 2022, doi: 10.31436/iiumej.v23i2.2070.
  12. I. Nasution, Erizal, and M. Fauzan, “Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat di Jakarta Menggunakan Pushover Analysis,” Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, vol. 9, no. 2, pp. 199–210, Oct. 2024, doi: 10.29244/jsil.9.2.199-210.
  13. Applied Technology Council, Seismic Evaluation and Retrofit of Concrete Buildings, ATC-40. Redwood City: Applied Technology Council, 1996. [Online]. Available: www.4downloader.ir
  14. Federal Emergency Management Agency, Improvement of Nonlinear Static Seismic Analysis Procedures, FEMA-440. Redwood City: Applied Technology Council, 2005.
  15. M. Miari and R. Jankowski, “Effective Equations for the Optimum Seismic Gap Preventing Earthquake-Induced Pounding between Adjacent Buildings Founded on Different Soil Types,” Applied Sciences (Switzerland), vol. 13, no. 17, Sep. 2023, doi: 10.3390/app13179741.