Main Article Content
Abstract
Tingkat kegempaan Indonesia menuntut perencanaan struktur yang mempertimbangkan karakteristik tanah karena semakin lunak kondisi situs, semakin besar amplifikasi gelombang seismik yang meningkatkan tuntutan deformasi dan kebutuhan kekuatan elemen. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji pengaruh klasifikasi situs terhadap respons struktur, kajian yang menghubungkan perubahan kelas situs dengan kebutuhan tulangan dan biaya menggunakan pendekatan Building Information Modeling (BIM) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh klasifikasi situs tanah terhadap story drift, kapasitas desain, kuantitas tulangan, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada gedung beton bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) enam lantai. Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui analisis komparatif pada kelas situs SB, SC, dan SD berdasarkan SNI 1726:2019 menggunakan Tekla Structural Designer, dengan normalisasi rasio kapasitas desain menjadi 0,80. Hasil menunjukkan bahwa pelunakan situs dari SB ke SD meningkatkan story drift maksimum dari 9,350 mm menjadi 29,700 mm pada arah X dan dari 8,800 mm menjadi 29,150 mm pada arah Y, serta meningkatkan rasio kapasitas desain sehingga elemen struktur bekerja lebih kritis. Dampaknya, kebutuhan tulangan meningkat dari 144.100,16 kg (SB) menjadi 177.428,82 kg (SC) dan 227.694,64 kg (SD), diikuti kenaikan biaya penulangan dari Rp3,23 miliar menjadi Rp3,97 miliar dan Rp5,08 miliar. Dengan demikian, klasifikasi situs tanah berpengaruh signifikan terhadap kinerja seismik, kebutuhan tulangan, dan biaya konstruksi, dengan Kelas Situs SD menghasilkan tuntutan struktural dan biaya tertinggi.
Keywords
Article Details
References
- SNI 1726:2019, Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional, 2019.
- SNI 2847:2019, Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasan. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional, 2019.
- A. W. Zebua, “Desain Pelat Gedung Struktur Beton Bertulang di Wilayah Gempa Tinggi,” SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil, vol. 4, no. 2, 2018.
- C. Suhendi dkk., “Design of Structural Elements of Reinforced Concrete Beams and Columns in Multi-Storey Buildings Using A Special Moment Resisting Frame System (SMRFS),” Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Nusa Putra (J-TESLINK, vol. 1, no. 3, 2020, [Daring]. Tersedia pada: https://teslink.nusaputra.ac.id
- A. E. Nasution, A. S. Rejki, dan S. Wijaya, “Desain Elemen Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK),” Jurnal KOMPOSITS, vol. 1, 2020.
- L. F. J. I. Natalio dan N. Ray, “Studi Analisis Bangunan Bertingkat Beton Bertulang Akibat Perbedaan Kondisi Tanah di Kota Samarinda,” 2022.
- F. S. Yoresta, “Perbedaan Desain Tulangan Elemen Struktur Beton Bertulang Berdasarkan Jenis Tanah Pada SNI-1726-2002,” vol. 13, no. 1, 2017, [Daring]. Tersedia pada: http://jrs.
- R. I. Hielmy dan M. L. Rajagukguk, “Analisis Probabilistik Bahaya Seismik di Denpasar Dan Sekitarnya Berdasarkan Pendekatan PSHA,” Kel. Tanah Tinggi, vol. 11, no. 1, hlm. 21–28, 2025.
- SNI 1727:2020, Beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung dan struktur lain. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional, 2020.
References
SNI 1726:2019, Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional, 2019.
SNI 2847:2019, Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasan. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional, 2019.
A. W. Zebua, “Desain Pelat Gedung Struktur Beton Bertulang di Wilayah Gempa Tinggi,” SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil, vol. 4, no. 2, 2018.
C. Suhendi dkk., “Design of Structural Elements of Reinforced Concrete Beams and Columns in Multi-Storey Buildings Using A Special Moment Resisting Frame System (SMRFS),” Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Nusa Putra (J-TESLINK, vol. 1, no. 3, 2020, [Daring]. Tersedia pada: https://teslink.nusaputra.ac.id
A. E. Nasution, A. S. Rejki, dan S. Wijaya, “Desain Elemen Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK),” Jurnal KOMPOSITS, vol. 1, 2020.
L. F. J. I. Natalio dan N. Ray, “Studi Analisis Bangunan Bertingkat Beton Bertulang Akibat Perbedaan Kondisi Tanah di Kota Samarinda,” 2022.
F. S. Yoresta, “Perbedaan Desain Tulangan Elemen Struktur Beton Bertulang Berdasarkan Jenis Tanah Pada SNI-1726-2002,” vol. 13, no. 1, 2017, [Daring]. Tersedia pada: http://jrs.
R. I. Hielmy dan M. L. Rajagukguk, “Analisis Probabilistik Bahaya Seismik di Denpasar Dan Sekitarnya Berdasarkan Pendekatan PSHA,” Kel. Tanah Tinggi, vol. 11, no. 1, hlm. 21–28, 2025.
SNI 1727:2020, Beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung dan struktur lain. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional, 2020.