Main Article Content

Abstract

Perencanaan struktur bangunan tahan gempa yang efisien sangat krusial di Indonesia mengingat tingginya tingkat kerentanan
wilayah terhadap aktivitas seismik. Pemenuhan standar ketahanan gempa berimplikasi langsung pada peningkatan kebutuhan
material, yang pada akhirnya memengaruhi kelayakan finansial suatu proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi secara kuantitatif pengaruh variasi Kriteria Desain Seismik (KDS) kategori B, C, dan D terhadap Rencana
Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan struktur pada gedung tahan gempa. Metode yang digunakan meliputi pemodelan dan analisis
struktur tiga dimensi (3D) menggunakan software Tekla Structural Designer (TSD), dengan simulasi pembebanan dinamis
berbasis respons spektrum yang mengacu pada pedoman SNI 1726:2019 serta persyaratan beton struktural SNI 2847:2019.
Ekstraksi volume material secara otomatis (quantity take-off) dilakukan untuk menghitung kebutuhan beton dan baja tulangan
pada elemen utama balok dan kolom, yang kemudian dikonversi menjadi estimasi biaya struktur. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa peningkatan kelas KDS memberikan dampak yang rasional dan proporsional terhadap kenaikan volume material. Total
RAB pekerjaan struktur tercatat sebesar Rp11.281.159.000,00 untuk kondisi KDS B, mengalami eskalasi menjadi
Rp11.922.358.000,00 pada KDS C, dan memuncak secara signifikan hingga Rp14.492.356.000,00 pada pemodelan KDS D.
Secara keseluruhan, penerapan parameter seismik yang lebih ketat menuntut mekanisme pengekangan elemen yang jauh lebih
masif pada Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), sehingga memicu persentase kenaikan biaya konstruksi struktur
dari KDS terendah menuju KDS tertinggi. Integrasi antara analisis struktural berbasis BIM dan manajemen biaya ini diharapkan
dapat menjadi pedoman teknis dalam merencanakan alokasi anggaran proyek yang seimbang antara integritas keamanan struktur dan efisiensi ekonomi.

Keywords

kriteria desain seismik; rencana anggaran biaya; Tekla Structural Designer; struktur tahan gempa.

Article Details

References

  1. B. M. K. dan (BMKG) Geofisika, “Laporan
  2. Tahunan Aktivitas Seismik Nasional 2020–2023,”
  3. Jakarta BMKG, 2023.
  4. A. Arsyad, M. Asyhari, and M. A. Kaharuddin,
  5. “Seismic Performance of Reinforced Concrete
  6. Buildings in the 2021 Mamuju-Majene Earthquake
  7. Mw. 6.2, Sulawesi Indonesia,” 2024.
  8. K. H. Supendi, P. Winder, T. Rawlinson, N. Bacon,
  9. C. A. Palgunadi, A. D. Simanjuntak, A. V. H.
  10. Kurniawan, A. Widiyantoro, S. Nugraha, and A.
  11. Shiddiqi, “A conjugate fault revealed by the
  12. destructive Mw 5.6 (November 21, 2022) Cianjur
  13. earthquake, West Java, Indonesia.,” J. Asian Earth
  14. Sci., 2023.
  15. B. S. Nasional, “Tata cara perencanaan ketahanan
  16. gempa untuk struktur bangunan gedung dan non
  17. gedung (SNI 1726:2019),” Jakarta BSN, 2019.
  18. B. S. Nasional, “Persyaratan Beton Struktural untuk
  19. Bangunan Gedung (SNI 2847:2019),” Jakarta BSN,
  20. N. Kadir, A., Sukri, A. S., Aswad, N. H., & Nasrul,
  21. “Evolution and Implications of Changes in Seismic
  22. Load Codes for Earthquake Resistant Structures
  23. Design,” 2024.
  24. R. Budiman, “Dampak Beban Gempa terhadap
  25. Biaya Struktur Kolom Rumah Tinggal Bertingkat,”
  26. K. Güler, M., & Güler, “The Effect of Story drifts in
  27. Determining the Earthquake Performance of High
  28. Rise Buildings,” Buildings, 2024.
  29. R. Liu, “Seismic design methods for concrete
  30. buildings,” Appl. Comput. Eng., 2023.
  31. I. Syah, M. A., Ardhyan, M. Z., Fajri, H.,
  32. Purwandito, M., & Irwansyah, “Perbandingan
  33. Analisis Struktur Gedung Laboratorium PGSD
  34. Universitas Samudra Metode Sistem Rangka
  35. Pemikul Momen Khusus Menggunakan ETABS dan
  36. BIM Tekla Struktural Designer,” J. Ilm. Rekayasa
  37. Sipil, 2023.