Main Article Content
Abstract
Indonesia merupakan negara dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi sehingga perencanaan struktur bangunan bertingkat
harus memenuhi persyaratan ketahanan gempa. Penelitian ini bertujuan menganalisis modifikasi struktur Gedung Kuliah
Terpadu Psikologi Olahraga Universitas Negeri Surabaya dengan mengubah sistem struktur dari dual system menjadi Sistem
Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) serta memperbesar bentang struktur dari 8 m menjadi 9 m. Analisis dilakukan
menggunakan ETABS v23 berdasarkan SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, dan SNI 2847:2019. Tahapan penelitian meliputi
preliminary design, pemodelan struktur, analisis pembebanan, evaluasi respons struktur, perencanaan penulangan, serta
penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur hasil modifikasi memenuhi
persyaratan jumlah ragam getar, simpangan antar lantai (story drift), dan efek P-Delta sesuai ketentuan SNI 1726:2019. Dimensi
struktur terdiri atas pelat 15 cm, balok induk 30/65 cm hingga 45/90 cm, balok anak 30/60 cm hingga 40/80 cm, serta kolom
50/50 cm hingga 80/80 cm. Total RAB struktur atas sebesar Rp29.819.633.255,42
Keywords
Article Details
References
- H. Sugihardjo, “Sistem Struktur Rangka Batang
- Daktail untuk Gedung Bertingkat Tahan Gempa
- Bentang Besar,” 2019.
- A. S. Nurul Sodik and R. Andayani, “Pengaruh
- Penerapan SNI 1726:2019 Terhadap Desain Struktur
- Rangka Momen Beton Bertulang di Indonesia,”
- Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand), vol. 17, no. 1, pp.
- –12, 2021.
- F. Alexandro, P. H. Simatupang, and E. Hunggurami,
- “Analisis Kinerja Struktur Beton Bertulang Akibat
- Perbesaran Bentang,” Jurnal Teknik Sipil, vol. 14, no.
- , 2025.
- A. R. Akbar, Y. Juansyah, A. Oktavia, and D.
- Oktarina, “Analisis Rencana Anggaran Biaya Pada
- Proyek Pembangunan Balai Kampung,” Jurnal
- Rekayasa, Teknologi, dan Sains, vol. 9, no. 2, pp.
- –826, 2025.
- H. . A. Dewi, E. Widayanto, and K. A. Wiswamitra,
- “Analisis Kinerja Struktur Gedung Bertingkat
- Menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen
- Khusus (SRPMK) pada Pembangunan Rumah Susun
- Cakung Jakarta Timur,” Rekayasa Sipil, vol. 17, no.
- , pp. 243–248, 2023.
- T. Paulay and M. J. N. Priestley, Seismic Design of
- Reinforced Concrete and Masonry Buildings. Wiley,
- .
- SNI 1726:2019, Tata Cara Perencanaan Ketahanan
- Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non
- Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional, 2019.
- SNI 1727:2020, Beban Desain Minimum dan Kriteria
- Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain.
- Jakarta: Badan Standarisasi Nasional, 2020.
- SNI 2847:2019, Persyaratan Beton Struktural untuk
- Bangunan Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi
- Nasional, 2019.
References
H. Sugihardjo, “Sistem Struktur Rangka Batang
Daktail untuk Gedung Bertingkat Tahan Gempa
Bentang Besar,” 2019.
A. S. Nurul Sodik and R. Andayani, “Pengaruh
Penerapan SNI 1726:2019 Terhadap Desain Struktur
Rangka Momen Beton Bertulang di Indonesia,”
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand), vol. 17, no. 1, pp.
–12, 2021.
F. Alexandro, P. H. Simatupang, and E. Hunggurami,
“Analisis Kinerja Struktur Beton Bertulang Akibat
Perbesaran Bentang,” Jurnal Teknik Sipil, vol. 14, no.
, 2025.
A. R. Akbar, Y. Juansyah, A. Oktavia, and D.
Oktarina, “Analisis Rencana Anggaran Biaya Pada
Proyek Pembangunan Balai Kampung,” Jurnal
Rekayasa, Teknologi, dan Sains, vol. 9, no. 2, pp.
–826, 2025.
H. . A. Dewi, E. Widayanto, and K. A. Wiswamitra,
“Analisis Kinerja Struktur Gedung Bertingkat
Menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen
Khusus (SRPMK) pada Pembangunan Rumah Susun
Cakung Jakarta Timur,” Rekayasa Sipil, vol. 17, no.
, pp. 243–248, 2023.
T. Paulay and M. J. N. Priestley, Seismic Design of
Reinforced Concrete and Masonry Buildings. Wiley,
.
SNI 1726:2019, Tata Cara Perencanaan Ketahanan
Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non
Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional, 2019.
SNI 1727:2020, Beban Desain Minimum dan Kriteria
Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain.
Jakarta: Badan Standarisasi Nasional, 2020.
SNI 2847:2019, Persyaratan Beton Struktural untuk
Bangunan Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi
Nasional, 2019.