Main Article Content

Abstract

Produksi semen Portland sebagai bahan utama beton menyumbang emisi karbon dioksida yang tinggi, sehingga pemanfaatan material pozzolan seperti fly ash dan silica fume sebagai substitusi sebagian semen menjadi alternatif untuk menghasilkan beton yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sifat fisik material penyusun serta pengaruh kombinasi fly ash dan silica fume terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton normal mutu rencana fc’ 20 MPa dengan media perawatan air tawar dan air laut. Penelitian menggunakan tiga variasi, yaitu beton normal 0%, 15% fly ash + 5% silica fume, dan 17,5% fly ash + 8% silica fume dengan total benda uji yaitu 108 buah. Pengujian meliputi karakteristik fisik agregat dan bahan tambah, analisis X-Ray Fluorescence (XRF), tegangan-regangan pasta semen, kuat tekan pada umur 7, 21, dan 28 hari, serta kuat tarik belah pada umur 28 hari, dengan media curing air tawar, air laut Pantai Ngliyep, dan air laut Pantai Sendang Biru.  Hasil penelitian menunjukkan seluruh material memenuhi standar SNI dan ASTM, dengan fly ash tergolong tipe F kadar SiO₂+Al₂O₃+Fe₂O₃ sebesar 82,25%. Variasi 17,5% fly ash + 8% silica fume menunjukan kinerja terbaik dan berhasil mencapai mutu rencana fc’ 20 MPa pada umur 28 hari, dengan kuat tekan tertinggi 21,21 MPa pada curing air tawar dan 20,12 MPa pada curing air laut Ngliyep, serta kuat tarik belah tertinggi 2,66 MPa pada curing air laut. Curing air tawar secara umum menghasilkan perkembangan kuat tekan yang lebih stabil dibandingkan air laut. Kombinasi fly ash dan silica fume terbukti memperbaiki kerapatan mikrostruktur beton melalui reaksi pozzolanik sekunder, meningkatkan ketahanan terhadap serangan klorida dan sulfat di lingkungan laut, serta menurunkan biaya produksi akibat berkurangnya kebutuhan semen.

Keywords

beton normal, fly ash, silica fume, kuat tekan, curing air laut.

Article Details

References

  1. I. Junianto and D. Sumiarsa, “The Possibility of Achieving Zero CO 2 Emission in the Indonesian Cement Industry by 2050 : A Stakeholder System Dynamic Perspective,” 2023.
  2. A. R. Noorfauzi, S. Rona, P. Gaby, and T. A. Attamimi, “SILICA FUME SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TAMBAHAN BETON : TINJAUAN SISTEMASTIS PENINGKATAN KINERJA DAN KEBERLAJUTAN,” vol. 4, no. 1, pp. 17–27, 2025.
  3. L. Sulaiman, R. Muhammad, E. Ramadhan, and R. Citra, “Performance of treated recycled coarse aggregate concrete incorporating seawater : Mechanical properties and microstructural analysis,” no. 100, 2025.
  4. F. F. Bahar, S. Wiranto, U. Jambi, and U. Jambi, “Inovasi Material dalam Beton Berkelanjutan : Studi Literatur tentang Pemanfaatan Fly Ash dengan Peningkatan Kekuatan Beton,” vol. 6, 2024.
  5. I. D. Ana, “X-Ray Fluorescence ( XRF )”.
  6. F. Elyasigorji et al., “Comprehensive Review of Direct and Indirect Pozzolanic Reactivity Testing Methods,” 2023.
  7. M. Fahri, F. Misdalena, and V. K. Yakub, “Pengaruh Jenis Air Perawatan terhadap Kuat Tekan Beton pada Usia 28 Hari,” no. 2021, pp. 259–265, 2025, doi: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2446.
  8. H. R. Dantje, “Pengaruh Waktu Perendaman Air Laut Terhadap Kuat Tekan Beton Menggunakan Semen Kupang dengan Bahan,” vol. 3, no. 1, pp. 19–23, 2023.
  9. S. Elia H, “PENGARUH MASA PERAWATAN ( CURING ) MENGGUNAKAN AIR LAUT TERHADAP KUAT TEKAN DAN ABSORPSI BETON,” vol. III, no. 2, pp. 103–110, 2014.
  10. S. V Odeyemi and O. Ogunmakinde, “Effect of seawater use on the physical and mechanical properties of self ‑ compacting concrete,” Discov. Civ. Eng., 2025, doi: 10.1007/s44290-025-00197-w.