Main Article Content

Abstract

Penelitian ini membandingkan dampak penggunaan silika fume (SF) terhadap kekuatan tekan beton setelah direndam dalam air tawar dan air laut selama 7 dan 21 hari. Kota Semarang yang merupakan kota pesisir mengalami masalah intrusi udara laut yang mempengaruhi kualitas infrastruktur, terutama beton yang rentan rusak karena kandungan klorida dan garam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana variasi penambahan SF (0%, 3%, 7%, 13%) mempengaruhi kekuatan tekan beton. Dibuat 4 variasi campuran beton yang diuji setelah direndam dalam air tawar dan air laut selama 7 dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan SF meningkatkan kekuatan tekan beton.Pada usia 7 hari, hasil kekuatan tekan dengan perawatan air tawar adalah BN (13.81 Mpa, 13.02 Mpa, 16.65 Mpa), SF 3% (16.76 Mpa, 9.85 Mpa, 17.95 Mpa), SF 7% (16.59 Mpa, 13.87 Mpa, 16.31 Mpa), SF 13% (17.04 Mpa, 17.66 Mpa, 21.34 Mpa).Sementara itu, dengan perawatan air laut, BN (13.70 Mpa, 15.57 Mpa, 12.97 Mpa), SF 3% (15.63 Mpa, 15.63 Mpa, 15.68 Mpa), SF 7% (12.74 Mpa, 10,87 Mpa, 13.59 Mpa), SF 13% (16.02 Mpa, 15.29 Mpa, 10.08 Mpa).Pada usia 21 hari, hasil kekuatan tekan dengan perawatan air tawar adalah BN (25.70 Mpa, 18.63 Mpa, 20.10 Mpa), SF 3% (15.68 Mpa, 22.76 Mpa, 24.18 Mpa), SF 7% (26.27 Mpa, 34.54 Mpa, 31.42 Mpa), SF 13% (19.82 Mpa, 21.51 Mpa, 25.42 Mpa).Sedangkan dengan perawatan air laut, BN (27.23 Mpa, 20.21 Mpa, 25.48 Mpa), SF 3% (21.12 Mpa, 21,23 Mpa, 23.44 Mpa), SF 7% (24.97 Mpa, 24.63 Mpa, 29.44 Mpa), SF 13% (20.33 Mpa, 24.57 Mpa, 23.21 Mpa). Kekuatan tekan terbaik diperoleh pada penambahan SF sebesar 7%, yang menghasilkan nilai kekuatan tekan tertinggi dibandingkan variasi lainnya baik saat dicelup dalam air tawar maupun air laut.Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi SF sebanyak 7% efektif untuk meningkatkan kekuatan tekan beton, sehingga berpotensi digunakan dalam aplikasi struktural.

Keywords

silica fume (SF); kuat tekan; air tawar; air laut;beton

Article Details

References

  1. DAFTAR PUSTAKA
  2. Badan Standarisasi Nasional (2000) “SNI 03-2834- 2000 Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal.”
  3. Badan Standarisasi Nasional (2011b) “SNI 1974:2011 Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder.”
  4. Badan Standarisasi Nasional (2008a) “SNI 1969:2008 Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar.”
  5. Badan Standarisasi Nasional (2008b) “SNI 1970:2008 Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus.”
  6. Resky, D, Henggar, RD, Ghina, A (2023). PERBANDINGAN PENGARUH PENGGUNAAN AIR TAWAR DAN AIR LAUT PADA PROSES CURING TERHADAP KUAT TEKAN BETON
  7. Hakas, P & As’at, P (2018). PENGARUH PERAWATAN (CURING) PERENDAMAN AIR LAUT DAN AIR TAWAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON
  8. Ghozi et al. (2025). KUAT TEKAN BETON DENGAN DAN TANPA PENAMBAHAN SILICA FUME DALAM RENDAMAN AIR LAUT
  9. Frianto,T, Lolom, EH, Risma, MS (2024). BESTMITTEL AND SILICA FUME EFFECT ON CONCRETE COMPRESSIVE STRENGTH WITH SEAWATER CURING
  10. Reni et al. (2017). STUDI PENGGUNAAN SILICA FUME SEBAGA BAHAN PENGISI (FILLER) PADA CAMPURAN BETON
  11. Hussein et al (2023) EFFECT OF SILICA FUME ON THE PROPERTIES OF SUSTAINABLE