Main Article Content

Abstract

Jalan Prof. Dr. Hamka merupakan jalan nasional yang berfungsi sebagai jalur alternatif menuju Lumajang, Jember, dan Banyuwangi. Peningkatan volume kendaraan pada ruas jalan tersebut menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan struktural, seperti kerusakan permukaan, retakan, dan lubang jalan. Kondisi jalan yang semakin menurun telah menimbulkan keluhan dari masyarakat setempat. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap jenis dan tingkat kerusakan struktural serta kondisi permukaan jalan guna menentukan metode penanganan yang sesuai beserta estimasi biaya perbaikannya. Survei kerusakan jalan dilakukan sepanjang 5,01 km. Jalan yang diteliti terdiri dari perkerasan lentur dan perkerasan kaku menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) ASTM 6433-24. Data primer yang dibutuhkan adalah survei visual kerusakan jalan yang dilakukan secara langsung. Data sekunder yang dignakan adalah data  AHSP 2025, dan data HSP Probolinggo tahun 2025. Dalam evaluasi Pavement Condition Index, ruas jalan dengan jenis perkerasan fleksibel memperoleh nilai rata-rata sebesar 70,54 yang termasuk dalam kategori “memuaskan”, sedangkan ruas jalan dengan perkerasan kaku memperoleh nilai rata-rata sebesar 89,38 yang diklasifikasikan dalam kategori “baik”. Hasil identifikasi menunjukkan adanya sepuluh jenis kerusakan, meliputi retak kulit buaya, gundukan dan alur, retak tepi, retak longitudinal, penambalan, lubang, pelepasan butiran, gompal sudut, gompal sambungan, serta retak garis. Upaya penanganan kerusakan jalan direncanakan melalui metode pengisian retakan, penambalan lubang menggunakan hot mix asphalt, pelapisan tipis aspal, serta penyegelan sambungan dan retakan. Estimasi total biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan perbaikan tersebut adalah sebesar Rp1.392.757.000,00 (satu miliar tiga ratus sembilan puluh dua juta tujuh ratus lima puluh tujuh ribu rupiah).

Keywords

analisis kerusakan jalan pavement condition index penanganan jalan

Article Details

References

  1. ASTM Designation 6433.2024, Standard Practice for Roads and Parking Lots Pavement Condition Index surveys.
  2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia (2011) ‘Peraturan Menteri Pekerjaan UMUM Republik Indonesia Nomor 13/PRT/M/2011 Tentang Tata Cara Pemeliharaan Dan Penilikan Jalan’, Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, (13), pp. 1–24
  3. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2021, Surat Edaran Nomor 07/P/BM/2021 Tentang Pedoman Perencanaan dan Pemrograman Pekerjaan Preservasi Jaringan Jalan (Bagian dari Manajemen Aset Prasarana Jalan), Jakarta.
  4. Manual Desain Perkerasan Jalan No.03/M/BM/2024, Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Binamarga Jakarta
  5. Hidayat, S. R., & Santosa, R. (2018). Kajian Tingkat Kerusakan Menggunakan Metode PCI Pada Ruas Jalan Ir. Sutami Kota Probolinggo. Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil, 1(02).
  6. Buana, C., Prastyanto, C. A., Rahardjo, B., Kartika, A. A. G., Widyastuti, H., Herijanto, W., ... & Ansori, M. B. (2024). Peninggian Jalan Prof. Hamka Kota Probolinggo Jawa Timur untuk Membantu Akses Kendaraan pada Jalan Keluar-Masuk RSUD Kota Probolinggo. Sewagati, 8(1), 1253-1266
  7. Prabowo, A. (2021). Analisis Kerusakan Konstruksi Jalan Flexible Pavement Studi Kasus Jalan Proklamasi Sinambek Km 3+ 600–Km 4+ 100 Kabupaten Kuansing. JURNAL PERENCANAAN, SAINS DAN TEKNOLOGI (JUPERSATEK), 4(1), 460-472.
  8. Salsabilla, N., Sebayang, N., & Imananto, E. I. (2020). Analisis penanganan kerusakan jalan dengan menggunakan metode Bina Marga dan PCI (Pavement Condition Index). SONDIR, 4(1), 1-10.
  9. Kasaf, M., Taufik, T., & Harja, J. (2023). Penanganan Kerusakan Jalan dengan Menggunakan Metode Pavement Condition Index. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 2(1), 190-198.