Main Article Content

Abstract

Peningkatan penggunaan aspal akibat pesatnya pembangunan infrastruktur membutuhkan material konstruksi berkualitas. Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) sering digunakan, namun keterbatasan bahan baku mendorong pencarian alternatif  filler berkelanjutan. Limbah masker medis (polypropylene dan polyethylene) dan limbah Asphalt Mixing Plant (AMP) memiliki potensi sebagai filler alternatif. Keberlanjutan lingkungan menjadi pertimbangan penting, mengingat meningkatnya volume limbah masker sejak pandemi dan limbah AMP yang tidak terkelola dengan baik. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kedua limbah ini terbukti berpengaruh pada kualitas campuran aspal, sehingga penelitian ini bertujuan menggabungkan keduanya sebagai filler dalam campuran aspal AC-WC. Penelitian menguji variasi kadar limbah masker medis (0%, 5%, 10%, dan 15%) dan limbah AMP sebagai filler dalam campuran aspal AC-WC. Hasil menunjukkan kadar aspal optimum (KAO) terpilih sebesar 6,45%, menghasilkan campuran sesuai spesifikasi Bina Marga 2018. Penambahan limbah masker medis meningkatkan stabilitas dan flow, meskipun nilai flow sedikit menurun pada kadar 15%. Penggunaan limbah AMP juga meningkatkan nilai  flow campuran aspal AC-WC. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan limbah AMP dan masker medis sebagai filler dapat meningkatkan kualitas campuran aspal dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Keywords

Limbah masker medis Limbah AMP AC-WC Karakteristik Marshall Keberlanjutan Lingkungan

Article Details

References

  1. Razuardi, S. M. Saleh, and M. Isya, “Pengaruh penambahan Buton Rock Asphalt (BRA) sebagai filler pada campuran laston lapis aus (AC-WC),” Jurnal Transportasi dan Infrastruktur, 2018.
  2. E. Rabihati and R. Ryanti, “Karakteristik laston AC-WC menggunakan variasi kadar filler limbah balon gas,” Vokasi: Jurnal Publikasi Ilmiah, vol. 13, no. 2, pp. 90–99, Dec. 2018.
  3. S. Ilyas, R. R. Srivastava, and H. Kim, “Disinfection technology and strategies for COVID-19 hospital and bio-medical waste management,” Science of the Total Environment, vol. 749, p. 141652, 2020.
  4. S. Riyanto, B. R. Asukmajaya, and D. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang, “Analisis penambahan serat polypropylene limbah masker medis pada kinerja campuran aspal,” PROKONS: Jurnal Teknik Sipil, n.d.
  5. L. Sulaiman and M. R. Adriansyah, “Studi penambahan serat polypropylene yang terkandung pada masker medis terhadap kuat tekan mortar,” 2021.
  6. G. Wang et al., “Use of COVID-19 single-use face masks to improve the rutting resistance of asphalt pavement,” Science of the Total Environment, vol. 826, p. 154132, 2022.
  7. M. P. P. Dewi et al., “Pemanfaatan limbah masker sekali pakai sebagai bahan pengganti aspal terhadap nilai stabilitas dan flow,” 2023.
  8. A. Amaliyah, “Studi penelitian pemanfaatan limbah (asphalt mixing plant),” 2022.