Implementasi Sistem IoT untuk Pemantauan Kualitas Udara dan Deteksi Dini Kebakaran di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
DOI:
https://doi.org/10.33795/jpkm.v13i2.10059Keywords:
IoT, Pemantauan Kualitas Udara, Deteksi Dini Kebakaran, TPST, ESP32, Sensor Gas, Smart Waste ManagementAbstract
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berperan penting dalam pengelolaan sampah perkotaan, namun aktivitasnya berpotensi menimbulkan risiko lingkungan dan keselamatan, terutama akibat emisi gas berbahaya seperti metana (CH₄), amonia (NH₃), hidrogen sulfida (H₂S), partikulat debu (PM2.5), serta risiko kebakaran akibat akumulasi gas mudah terbakar. TPST Pandesari Sehati di Kabupaten Malang merupakan salah satu fasilitas yang belum memiliki sistem pemantauan kualitas udara dan deteksi dini kebakaran yang memadai. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengimplementasikan sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang terdiri atas mikrokontroler ESP32, sensor MQ-4 (CH₄), MQ-135 (NH₃), MQ-136 (H₂S), GP2Y1010AU0F (PM2.5), dan sensor nyala api inframerah. Data dari sensor dikirim secara real-time ke platform cloud Firebase dan ditampilkan melalui aplikasi Android yang dilengkapi notifikasi dini, indikator LED (hijau–kuning–merah), serta alarm buzzer saat kondisi berbahaya terdeteksi. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu memantau parameter lingkungan dengan akurasi tinggi (misalnya sensor PM2.5 mencapai 97,73% akurasi) dan memberikan respons cepat terhadap potensi bahaya. Pelatihan operasional juga telah diberikan kepada pengelola TPST untuk memastikan keberlanjutan penggunaan sistem. Implementasi ini tidak hanya meningkatkan keselamatan kerja dan kesehatan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah awal menuju konsep smart waste management di wilayah perkotaan.
