Penguatan Kompetensi Java Siswa SMK melalui Platform BAJAPRO sebagai Media Pembelajaran Mandiri
DOI:
https://doi.org/10.33795/jpkm.v13i2.10270Keywords:
Pembelajaran Mandiri, Pemrograman Java, BAJAPRO, SMK, Kompetensi PemrogramanAbstract
Siswa SMK Negeri 6 Malang jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) mempelajari C# sebagai bahasa pemrograman utama, sementara Program Studi D2 Pengembangan Perangkat Lunak Situs (PPLS) Politeknik Negeri Malang menggunakan Java sejak semester pertama. Perbedaan ini menciptakan kesenjangan kompetensi yang nyata bagi siswa yang melanjutkan ke pendidikan tinggi vokasi, sementara penambahan Java ke kurikulum SMK bukan langkah yang praktis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mengimplementasikan BAJAPRO (Basic Java Programming), platform pembelajaran mandiri berbasis web yang dikembangkan di Polinema, sebagai jembatan kompetensi antara dua jenjang pendidikan tersebut. Program berlangsung Mei hingga Oktober 2025 di SMKN 6 Malang, mencakup koordinasi dengan pihak sekolah, pendampingan oleh guru fasilitator, pembelajaran mandiri berjenjang, dan dua putaran evaluasi. Evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa siswa membangun kepercayaan diri awal terhadap sintaks Java dan konsep pemrograman dasar. Guru pendamping menyatakan kesiapan untuk melanjutkan pemanfaatan platform sebagai media pengayaan pascaprogram. Kegiatan ini menghasilkan platform pembelajaran yang siap digunakan, siswa dengan pemahaman awal Java yang lebih baik, dan hubungan kemitraan yang lebih erat antara Polinema dan SMKN 6 Malang.
