Transformasi Pisang Lokal Menjadi Inovasi Bernilai Jual: Pelatihan Olahan Nugget Pisang bagi UMKM Desa Duwet

Authors

  • Tiara Estu Amanda Politeknik Negeri Malang
  • Evi Suwarni Politeknik Negeri Malang
  • Esther S. Palandi
  • Ika Kusumasasti
  • Arta Ridiatno
  • Abdul Muqit

DOI:

https://doi.org/10.33795/jpkm.v13i2.10361

Keywords:

inovasi pangan lokal, nugget pisang, pemberdayaan Masyarakat, UMKM

Abstract

Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang memiliki potensi produksi pisang yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada olahan tradisional seperti pisang goreng dan keripik sehingga nilai tambah ekonominya relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan pengolahan pisang menjadi nugget pisang sebagai produk inovatif bernilai jual lebih tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (learning by doing) yang meliputi penyampaian materi, praktik pembuatan nugget pisang, serta pelatihan pengemasan dan pelabelan produk menggunakan aplikasi Canva. Kegiatan diikuti oleh 10 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM dan ibu rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan peserta, ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai dari 55 pada pre-test menjadi 87 pada post-test. Selain itu, sekitar 80% peserta mulai memasarkan produk melalui media sosial dan pasar lokal. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan produksi, kreativitas, literasi digital, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Inovasi nugget pisang menjadi salah satu alternatif pengembangan pangan lokal yang berpotensi mendukung pertumbuhan UMKM dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-08-12

How to Cite

Estu Amanda, T., Suwarni, E., Esther S. Palandi, Ika Kusumasasti, Arta Ridiatno, & Abdul Muqit. (2026). Transformasi Pisang Lokal Menjadi Inovasi Bernilai Jual: Pelatihan Olahan Nugget Pisang bagi UMKM Desa Duwet. Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat, 13(2), 138–143. https://doi.org/10.33795/jpkm.v13i2.10361