Main Article Content

Abstract

Lereng kiri spillway Bendungan Bagong STA 0+225 mengalami ketidakstabilan akibat longsor di sekitarnya. Penelitian
ini mempunyai empat tujuan, diantaranya pertama, menganalisis stabilitas lereng eksisting dengan Rocscience Slide dan
perhitungan manual. Kedua, menganalisis stabilitas lereng dengan perkuatan soil nailing menggunakan perhitungan manual
metode baji (wedge) dan Rocscience Slide. Ketiga, menjelaskan metode pelaksanaan perkuatan soil nailing. Keempat,
memperkirakan biaya perkuatan soil nailing. Analisis stabilitas dilakukan dengan metode Fellenius pada lereng eksisting dan
metode baji (wedge) dengan soil nailing untuk perhitungan manual. Data yang dibutuhkan meliputi parameter tanah, hasil bor,
koefisien gempa, data perencanaan soil nailing, dan HSPK Kab. Trenggalek 2022. Stabilitas lereng dibandingkan menggunakan
Rocscience Slide dan perhitungan manual Fellenius dan Baji (wedge) dalam kondisi tanpa dan saat gempa. Hasil dengan
Rocscience Slide: faktor keamanan (FK) 1,496 dan FKbgempa 0,975 untuk lereng eksisting. Dari perhitungan manual Fellenius
didapatkan nilai FK 1,496 dan FKbgempa 0,956. Setelah perkuatan soil nailing, perhitungan manual baji (wedge) didapatkan
nilai FK 2,517 dan FKbgempa 1,295. Dari analisis Rocscience Slide didapatkan nilai FK 2,294 dan FKbgempa 1,163. Metode
pelaksanaan soil nailing, meliputi pembersihan area, galian tanah, pemasangan soil nailing, wheephole, shotcrete, dan muka
permanen. Biaya perkuatan soil nailing diperkirakan sekitar Rp 9.911.916.686,-.

Keywords

Stabilitas lereng, Fellenius, Baji (wedge), Soil nailing, Rocscience Slide

Article Details

References

  1. Anderson, M.G., Richard K.S. 1987. Slope Stability,
  2. Geotechnical Engineering and Geomorphology. John
  3. Wiley and Sons.
  4. Bowles, J.E. (1996). Foundation Analysis and Design.
  5. Tokyo, Japan. McGrawHill Kogakusha, Ltd.
  6. Craig, R.F (translated by Soepandji, B.S). (1989).
  7. Mekanika Tanah, Edisi keempat. Jakarta: Erlangga.
  8. Das, B. M. (1995). Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip
  9. Rekayasa Geoteknik. Penerbit Erlangga, 1–300.
  10. FHWA-NHI-14-007. Geotechnical Engineering
  11. Circular No.7 Soil Nail Walls.
  12. Hardiyatmo, H.C. (2006). Mekanika Tanah I. Edisi
  13. keempat, Penerbit Gadjah Mada University Press,
  14. Yogyakarta.
  15. Hardiyatmo, H.C. 2010. Mekanika Tanah II. Edisi
  16. Kelima, Penerbit Gadjah Mada
  17. University Press, Yogyakarta.
  18. Hardiyatmo, H.C. (2012). Penanganan Tanah
  19. Longsor dan Erosi. Gadjah Mada University Press,
  20. Yogyakarta.
  21. Lambed and Whitman, R.V. (1969). Soil Mechanics.
  22. John Willey and Sons. New York. N.Y.
  23. Prasetyo Utomo, B. (2019). Analisis Stabilitas
  24. Leremh dengan Perkuatan Soil nailing dengan
  25. Menggunkan Program Geoslope (Studi Kasus.
  26. Universitas Islam Indonesia.
  27. SNI 1726:2019. Tata cara perencanaan ketahanan
  28. gempa untuk struktur bangunan gedung dan non
  29. Gedung.
  30. SNI 8460:2017. Persyaratan Perancangan Geoteknik